
Alex mengangguk. Setelah itu, ia kembali duduk. Meski masih marah, tetapi Alex berusaha keras untuk memafkan Kevin.
Kini, Kevin beralih menatap Kenzo. Ia merasa sangat bersalah apalagi Papanya sudah sering membuat Kenzo marah.
"Om...aku..."
"Jaga dirimu baik - baik. Setelah ini kamu mungkin akan mendapatkan hukuman yang besar. Tapi itu semua layak kamu dapatkan," ucap Kenzo ia menatap datar ke arah Kevin.
"Ya, aku tahu Om. Tapi Om Kenzo sudah me..." ucapan Kevin terhenti. Ia memilih diam saat Kenzo sudah menghembuskan nafas dengan kasar.
"Saya sudah memaafkanmu. Tapi ingat! Setelah ini jadilah manusia yang berguna, Vin! Jangan menjadi gila hanya karena rasa iri."
"Ya, aku janji terima kasih banyak Om."
"Hm"
Kini, ruangan yang semula tegang dan tidak nyaman, berubah menjadi menenangkan. Kevin senang karena ia sudah mendapat kan maaf dari keluarga Darren.
Sama halnya dengan Darren, Kevin pun merasa senang. Ia bahagia karena sahabat nya itu bisa mendapatkan kesadaran dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
"Jaga diri baik - baik, Vin! Aku janji akan sering - sering menjengukmu," ujar Darren sambil mengantar Kevin ke teras.
Kevin menganggukkan kepala. Ia memegangi tangan Darren kemudian menyalaminya.
"Terima kasih untuk semuanya, Darren. Aku bangga sekali bisa menjadi sahabatmu," lirih Kevin.
"Hm, sama - sama,"
__ADS_1
Setelah itu dengan di bantu olih sopir. Kevin pun masuk ke dalam mobil. Ia akan kembali ke rumah sakit sebelum nantinya akan mendapatkan hukuman atas apa yang sudah ia perbuat.
"Mas, kamu nangis?" tanya Kiran yang menatap Darren tampak berkaca - kaca.
"Tidak sayang, aku hanya sedang bahagia saja. Aku senang karena semuanya sudah berakhir dengan baik - baik saja. Meski aku merasa kehilangan Om Bima, tapi setidaknya Kevin sudah mulai berubah," jawab Darren. Ia memeluk pinggang Kiran dan memeluknya.
Kiran tersenyum lalu membalas pelukkan dari Darren. Tidak beda jauh dari Darren. Kiran pun merasa sangat bahagia karena semuanya itu baik - baik saja.
"Ini adalah buah kesabaran yang sudah kita jalani, Mas."
"Ya kamu benar. Setelah apa yang kita alami, sekarang kita mendapatkan hadiahnya. Terima kasih ya, kamu sudah setia menemaniku." Ujar Darren sembari melepaskan pelukkannya.
"Sama - sama, Mas. Setelah ini aku harap tidak ada masalah apapun lagi. Dan aku selalu berharap semoga kita selalu bersama - sama"
"Kita memang akan selalu bersama, Sayang." bisik Darren kemudian mengecup puncak kepala Kiran.
Kini keduanya pun kembali berpelukkan. Mereka bahagia, karena kejahatan sudah berakhir sebagai mana mestinya.
Dua bulan sudah berlalu setelah Bima di makamkan. Kini kehidupan Kiran dan Darren jauh lebih baik dari sebelumnya. Tidak ada lagi rasa cemas karena memirkan ulah Kevin dan yang lainnya.
Sekarang usia kandungan Kiran pun sudah menginjak usia 4 bulan. Perutnya sudah terlihat menonjol. Selain itu, Kiran juga sudah tidak lagi cegeng seperti sebelumnya.
Malam ini, seperti malam - malam yang telah berlalu. Darren dan Kiran menyempatkan untuk berbincang sebelum akhirnya tertidur. Keduanya berbaring di ranjang. Kiran terlentang sedangkan Darren berbaring menyamping menghadapnya.
"Mas, bagaimana kalau anak kita laki - laki?" tanya Kiran sambil mengusap - ngusap lembut perutnya.
"Mau perempuan atau laki - laki yang terpenting anak kita sehat, sayang. Aku tidak pernah mempermasalahkan jenis kelamin," halas Darren.
__ADS_1
Kiran tersenyum manis, setelah itu mengecup singkat bibir Kiran. Kiran senang karena Darren begitu perhatian padanya.
"Oh, iya Mas. Ngomong - ngomong bagaimana sekarang kabar Kevin dan juga yang lainnya? Apa mereka sudah di penjara?" tanya Kiran ingin tahu.
Darren menatap Kiran intens. Setelah itu ia pun beranjak dan duduk sembari bersandar kepala ranjang.
"Kevin sudah di penjara. Tetapi tidak dengan Cindy dan juga Niko,"
"Kenapa begitu, bukankah mereka bersalah, Mas,"
"Cindy, di nyatakan mengalami gangguan jiwa, Ran. Saat ini dia sedang berada di rumah sakit jiwa. Begitu juga dengan Niko."
Mendengar hawaban dari Darren, Kiraj venar - benar sangat terkejut. Ia tidak menyagka irang se- elegant dan sesombong Cindy bida mengalami gangguan jiwa.
"Semoga mereka bisa cepat sembuh ya, Mas. Kasihan Kevin, dia pasti sangat tertekan."
"Ya, tapi bagaimana lagi, bukankah itu balasan atas apa yang mereka lakujan? Mereja sudah menuai apa yang telah mereka tanam.
Kiran mengangguk. Setelah itu. Ia ikut duduk dan menyandarkan kepalanya pada pundak Darren.
"Mengerikan ya Mas. Kalau begitu, kita memang harus selalu berbuat baik."
"Tentu saja. Kamu tahu, Ran. Selama kita berbuat baik, maka semesta pun akan mendatangkan kebaikan untuk kita." valas Darren bijak.
Bersambung...
Yuhuuu.... bentar lagi menikahi pembantuku bentar lagi mau tamat loh...
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.