Menikahi Pembantuku

Menikahi Pembantuku
Kecurigaan Tim Dokter


__ADS_3

"Jadi sebenarnya apa yang terjadi, Dok? Bukankah kondisi anak saya sudah semakin membaik, Dok?" tanya Darren setelah ia duduk di depan meja kerja Dokter Hendra. Di hadapannya sekarang ada dua Dokter yaitu Dokter Hendra dan juga Dokter Amel. Dokter Amel adalah dokter baru yang menangani anak Darren.


"Benar Pak, Darren. Saya sendiri juga heran dengan perubahan yang signifikan dari kondisi anak Anda." ujar Dokter Amel. Wajahnya terlihat begitu serius.


"Lalu kenapa anak saya bisa kritis begitu? Bukankah ini tidak masuk akal?" tanya Darren lagi.


Dokter Hendra dan Dokter Amel saling berpandangan. Setelah itu, keduanya pun ragu menatap Darren.


"Begini, Pak. Sepertinya ada hal aneh yang terjadi di ruang NICU," Kata Dokter Hendra.


"Aneh bagaimana maksudnya, Dok?" Darren semakin bertanya - tanya. Ia penasaran dengan apa yang di maksud oleh Dokter Hendra.


"Entah ini kesalahan pihak rumah sakit atau apa. Tapi sepertinya anak Anda tertukar dengan bayi lain." jawab Dokter Amel suaranya terdengar ragu saat mengutarakan pendapatnya.


"Apa?! Jangan bercanda, Dok! Bukankah keamanan di ruang NICU sangat ketat? Lalu bagaimana hal itu bisa terjadi?" ucap Darren penuh emosi.


"Untuk hal itu saya juga kurang tahu, Pak Darren. Tapi yang jelas kita perlu menyelidikinya," Kata Dokter Hendra


Darren menghembuskan napas panjang. Ia memejamkan mata sejenak kemudian teringat dengan ucapan Om Alex tempo hari.


"Bukankah waktu itu, Om Alex bilang akan ada seseorang yang datang? Atau jangan - jangan...." Darren membelalakan matanya. Ia reflek berdiri sembari menggebrak meja. Dan berkata, " Cepat periksa di bagian Cctv ruang NICU, Dok!"


"Apa Anda mencurigai seseorang, Pak Darren?" tanya Dokter Hendra setelah melihat reaksi yang di tunjukkan oleh Darren.


"Ya, Saya rasa memang ada seseorang yang memang sengaja melakukan hal gila itu," jawab Darren. Tangannya mengepal kuat dan napasnya pun mulai memburu karena rasa marah yang begitu besar di hatinya.


"Tapi penjagaan di ruang NICU sangat ketat. Lalu bagaimana orang itu bisa melakukan hal itu? Atau mungkin ada yang bersekongkol?" tanya Dokter Amel. Ia menatap Darren sambil menatap nama - nama perawat dan Dokter yang selalu bertugas di ruangan itu.


"Jangan memikirkan hal itu dulu! Yang terpenting sekarang adalah kita harus melihat rekaman Cctv dari ruangan NICU. Aku yakin betul ada orang luar yang menyusup ke ruangan NICU." ucap Darren


Dokter Hendra dan juga Dokter Amel mengangguk. Keduanya lantas mengajak Darren menuju tempat dimana pengoperasian ruangan Cctv berada. Namun, sesampainya di ruangan tersebut, mereka terkejut. Pasalnya di dalam ruangan itu CCtv itu terlihat sangat berantakan. Meja dan Kursi pun terlihat terbalik."

__ADS_1


Pihak Rumah sakit sepertinya sudah kecolongan. Astaga, selama saya bekerja di sini. Baru kali ini ia mengalami hal yang tidak masuk akal begini," ujar Dokter Hendra sembari memijat pelipisnya. Kepalanya menjadi pusing karena memikirkan kejadian demi kejadian yang terus terjadi.


"Benar Dok. Sepertinya kita harus melaporkan hal ini, kepada pihak yang berwajib." kata Dokter Amel


"Tidak perlu! Yang perlu kalian lakukan hanyalah kembalikan anak saya," kata Darren sambil berjalan memasuki ruang kontrol Cctv.


"Kami akan segera menemukannya Pak Darren. Lalu bagaimana dengan pelaku? Kita tidak mungkin diam saja karena hal itu sangat merugikan pihak rumah sakit." ujar Dokter Hendra lagi ia duduk di salah satu kursi sembari mengotak - atik sebuah komputer.


"Saya akan segera menemukan pelakunya. Tapi sebelum itu, saya boleh minta tolong?" tanya Darren sambil berbalik. Ia tersenyum tipis sambil menatap Dokter Hendra.


"Tentu saja, Pak Darren. Apa yang bisa saya lakukan?"


"Rawatlah bayi yang di tukar dengan anak saya. Jangan biarkan dia mengalami hal buruk lagi," ujar Darren.


"Itu sudah pasti, Pak Darren. Karena mau bagaimana pun juga, bayi itu masih menjadi tanggung jawab dari pihak rumah sakit."


"Syukurlah, kalau begitu kalian boleh pergi. Saya mau melakukan sesuatu," kata Darren sambil membuka salah satu komputer di depannya yang semula mati.


"Maaf Pak, tapi kami tidak mungkin meninggalkan Anda sendirian di sini. Akan jadi masalah lain kalau sampai ada yang mengetahui keberadaan Anda disini," kata Dokter Hendra.


"Ah, mungkin lebih baik saya yang pergi, Dok. Rasanya tidak enak kalau saya terus berada di sini," kata Dokter Amel sembari tersenyum tipis dan pergi menjauh.


Dokter Hendra dan juga Darren mengangguk. Keduanya kemudian menatap ke arah layar komputer yang mulai menunjukkan beberapa gambar.


Darren tersenyum miring tangannya mulai bergerak lincah di atas keyboard. Cukup lama Darren berkutat dengan komputer, hingga akhirnya ia menemukan sesuatu yang sedari tadi ia cari.


Darren mengernyitkan dahi. Ia bisa melihat seseorang berpenampilan seperti seorang dokter memasuki ruang NICU. Darren menekan tombol pause kemudian mulai meperbesar layar.


"Sialan! Ternyata kamu memang tidak pantas mendapatkan maaf dariku, Van!" geram Darren jika pria tersebut adalah Ivan.


Napas Darren memburu, kemarahannya semakin memuncak ketika Ivan mengancam seorang perawat untuk bekerja sama dengannya. Darren semakin tidak terkendali ketika melihat perawat tersebut tampak dengan senang hati menerima ajakan Ivan.

__ADS_1


"Astaga, itu perawat baru yang di tugaskan untuk menggantikan perawat lama yang sedang sakit," ujar Dokter Hendra.


"Hm, dan sepertinya dia sebentar lagi akan kehilangan pekerjaannya," gumam Darren sembari menyeringai.


Cukup lama Darren melihat Cctv tersebut. Namun, sayangnya Cctv tak menjangkau ke bagian ruangan di mana Ivan menukar bayinya. Darren menggeram tertahan, ia menggebrak meja kemudian beranjak dari duduknya.


"Aku sangat yakin Ivan tidak mungkin membawa anakku pergi," ia bersedekap kemudian menatap kearah Dokter Hendra.


"Benar Pak. Kalau begitu ikut saya ke ruang Nicu, Pak Darren. Saya akan membantu menemukan keberadaan bayi Anda.


Darren menganggukan kepala. Setelah itu ia pun mengikuti langkah Kaki Dokter Hendra saat menuju ke ruangan NICU. Namun, langkah keduanya terhenti saat melihat Daniel mendekat.


"Bagaimana Kak Darren? keponakanku baik - baik saja, kan?" tanya Daniel.


Darren menggeleng, saat ini ia pun tak tahu keberadaan putranya. Dan berkata " Semuanya sangat rumit, Niel. Yang kritis itu bukan anakku." kata Darren.


"Apa maksudmu? Bukankah do...."


"Anakku di tukar, Niel. Ada yang mencoba mengelabuiku." tukas Darren sebelum Daniel menyelesaikan uacapannya.


Daniel membelalakan mata. Tentu saja ia sangat terkejut mendengar ucapan Darren. Bisa - bisanya ada orang yang tega melakukan hal gila seperti itu.


"Siapa orangnya? Dan kamu tahu dari mana?" tanya Daniel.


"Aku melihatnya dari rekaman Cctv. Dan kamu tahu siapa orangnya? Ivan Sanders," jawab Darren.


"Apa?!"


Terima kasih sudah membaca. Maaf kalau masih banyak typho.


Jangan lupa like, komen dan vote.

__ADS_1


__ADS_2