Menikahi Pembantuku

Menikahi Pembantuku
Penangkapan Ivan


__ADS_3

Pria itu adalah Ivan Sanders. Ia tertidur nyenyak tanpa tahu jika sebentar lagi dirinya akan mengalami hal yang luar biasa.


"Bangun, Van!" panggi Dika teman Ivan. Raut wajahnya terlihat begitu panik.


"Kenapa?" tanya Ivan. Suaranya terdengar serak dan sedikit parau.


"Semuanya hancur berantakan, Van! Darren dan juga Daniel sudah mengetahui semuanya. Mereka tahu kalau kita sudah melakukan sesuatu terhadap putranya"


"Apa?! jangan bercanda, Dika! Bukankah kita sudah merusak rekaman Cctv? Bahkan kita sudah mengobrak abrik ruang kontrol Cctv." ucap Ivan kaget.


"Aku juga tidak tahu, kenapa mereka bisa tahu, Van. Tapi apa kamu lupa, kalau Darren juga sangat mahir mengotak - atik komputer? Aku yakin dia sudah...."


"Brengsek! dari mana kamu tahu kalau Darren sudah membongkar semua?" tanya Ivan lagi. Ia menatap penuh selidik ke arah Dika.


"Dari perawat yang telah bekerja sama dengan kita, Van. Saat ini mereka telah di tangkap oleh pihak rumah sakit." jawab Dika nada suaranya terdengar panik.


"Sialan! Kalau begini kita harus segera pergi dari sini, Dika. Aku sangat takut jika Kevin dan anak buahnya menyerang kita," ujar Ivan. Ia beranjak dari duduknya dan meraih baju yang tergeletak di lantai.


"Kamu benar, kita bisa mati kalau kita terus berada disini," ucap Dika.


Ivan menganggukan kepala. Setelah itu ia bergegas mengambil kunci mobil. Ivan dan Dika berjalan tergesa - gesa menuju pintu keluar. Keduanya panik dan juga takut. Sebab, Kevin tidak segan - segan untuk membunuh mereka jika semuanya hancur berantakan.


"Kita akan pergi kemana, Van?" tanya Dika sembari menatap Ivan yang sedang berjalan di sampingnya.


"Entahlah, aku juga tidak tahu. Tapi yang jelas kita harus segera pergi sejauh - jauhnya dari kota ini," kata Ivan.


Dika menganggukan kepala. keduanya semakin cepat berjalan menuju pintu keluar. Namun sayangnya semua sudah terlambat.Tepat di depan pintu, dua orang pria paruh baya berdiri sembari bersedekap.


Mereka adalah Bastian dan juga Alex. Keduanya memang sudah tahu dimana keberadaan Ivan. Oleh karena itu, ia tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di depan rumah yang di tinggali Ivan dan juga Dika.


"Yo! mau pergi kemana kalian?" Bastian sambil tersenyum santai.


"Siapa kalian!" tanya Ivan, jantungnya berdetak kencang, apalagi setelah matanya tidak sengaja bertatapan dengan Alex.


"Kamu tidak tahu siapa kami? Astaga sepertinya kita memang sudah tidak terkenal, Alex." kata Bastian sambil terkekeh.

__ADS_1


"Jangan basa - basi lagi, Bas. Bawa mereka segera ke kantor polisi," kata Alex. Ia sudah merasa begitu muak melihat wajah Ivan yang tampak ketakutan


"Kantor polisi? jangan buru - buru! Bukankah lebih baik bermain - main dulu, dengan dua curut ini?!" tanya Bastian, ia menatap lekat ke arah Alex.


"Kita sudah tidak muda lagi, Bas. Lagi pula aku malas mengotori tanganku dengan darah mereka," tukas Alex tatapan matanya begitu tajam saat beradu pandang dengan Ivan.


"Apa - apaan ini? sebenarnya siapa kalian ,hah?!" tanya Ivan ia tangannya mengepalkan tangannya karena merasa muak melihat pertengkaran kedua orang di depannya.


"Kamu tahu siapa kami?" tanya Bastian ia tersenyum simpul sembari mendekati Ivan.


"Jangan macam - macam! Brengsek! Tua bangka seperti kalian, pasti akan mati di tanganku," tukas Ivan. Suaranya meninggi dan tangannya pun mulai mengepal siap - siap memberikan pukulan kepada Bastian.


Bastian terkekeh geli. Belum sempat Ivan memukul ia sudah lebih dulu nemukulnya. Bastian mencekal pergelangan tangan Ivan. Tatapan matanya yang semula santai, kini berubah tajam dan menakutkan.


"Itu kami! Kamu harus bertanggung jawab atas semua yang telah kamu lakukan," kata Bastian.


"Aku tidak pernah melakukan apapun!" Sentak Ivan. Ia mencoba memberontak, sayangnya Bastian terlalu kuat mencekal pergelangan tangannya.


"Oh ya? Lalu siapa yang sudah berbuat hal gila di rumah sakit,hm? Sekarang ikut kami kalian berdua harus merasakan akibatnya karena sudah berani mengusik keluarga Darren.


"Aku tidak mau ikut dengan Kalian!" ucap Ivan. Ia mendorong tubuh Bastian kemudian bersiap melarikan.


"Berhenti! Atau kamu akan mati di tempat ini!" kata Alex sambil mengacungkan sebuah pistol ke arah Ivan.


Ivan tersentak kaget. Kakinya gemetar saat melihat moncong pistol yang mengarah padanya.


"Menurutlah kalau kalian masih merasakan kehidupan," kata Alex. Suaranya mengalun rendah tetapi syarat akan ancaman.


"Tetapi aku tidak mau di penjara. Sial! Aku tidak akan ikut dengan kalian." ucap Ivan


"Kalau begitu, maka kalian akan menerima akibatnya." kata Alex ia tersenyum sinis dan perlahan - lahan mulai menarik pelatuk pistolnya.


Ivan menelan salivanya susah payah. Dan berkata, " Oke! Aku akan menuruti ucapan kalian," Ia pasrah, rasanya ia tidak mampu menahan rasa takut yang bercokol di hatinya.


"Bagus! sekarang ikut dengan kami dan katakan semuanya pada kami. Siapa yang menyuruh dan juga rencana apa saja yang sudah di buat oleh kalian!"

__ADS_1


"T...Tapi..."


"Menurut atau mati?" tanya Alex lagi dan menempelkan moncong pistol pada pelipis Ivan.


"O..oke tapi sebenarnya siapa kalian? Kenapa kalian tahu kalau aku su..." ucapan Ivan terhenti ia terdiam setelah Bastian mendekat dan menepuk pundaknya.


"Kamu tahu Red Wolf? Itu kami,"


"Apa?!"


Bruk!


Kaki Ivan terasa begitu lemas. Ia ambruk ke lantai hingga akhirnya tidak sadarkan diri setelah mendengar ucapan Bastian. Melihat hal itu, Bastian pun terkekeh geli sembari menendang - nendang tubuh Ivan.


"Manusia lemah macam apa ini? Sepertinya dia akan sangat menyenangkan, jika kita jadikan alat permainan, Alex"


"Hm, atau kalau perlu kita jadikan dia sebagai alat mata - mata untuk menyelidiki Kevin."


"Bagus! Ah, tapi bagaimana kalau dia berkhianat?


Maka dia akan mati.


Bersambug...


Terima kasih sudah membaca. Maaf kalau masih banyak typho.


Nantikan terus kisah mereka selanjutnya ya~~•


Halo Para Reader, Cuma mau memberitahu nih kalau author punya novel baru yang berjudul : Istri pengganti Ceo.


Silahkan chek profil author untuk melihat novelnya***



Jangan lupa, like komen dan vote. Dan hadiahnya juga ya~

__ADS_1


__ADS_2