Menikahi Pembantuku

Menikahi Pembantuku
Topeng Kelicikan Shelvi


__ADS_3

"Kau...." Darren menggeram marah, tentu saja, Suami mana yang tak cemburu jika istrinya akan berkencan dengan pria lain?.


"Kenapa? Kamu cemburu, Ka Darren? Haha....., Seharusnya kamu sadar diri, Kak Darren,"


Setelah itu Daniel pun berbalik dan pergi meninggalkan Darren. Darren menghembuskan napas pelan sembari menatap ke pergian Daniel. Setelah berpikir sejenak, Akhirnya Darren pun memutuskan untuk menyusul Kiran ke dapur.


"Ran! Aku mau berbicara denganmu," kata Darren sambil mendekati Kiran. Namun, sayangnya Kiran tak mempedulikannya sama sekali. Kiran justru sibuk dengan peralatan memasakanya.


"Bi, Nanti tolong di teruskan ya. ini udah sore, aku mau mandi dulu," ujar Kiran sambil menatap wanita di sampingnya.


"Iya, Ran. Mandilah jangan samapai nanti kemalaman,"


Kiran mengangguk pelan. Setelahnya ia pun bergegas berjalan menuju lantai dua, tempat dimana kamarnya berada.


"Besok kita jalan - jalan bersama Om Daniel ya, Nak? Ah, Mama jadi tidak sabar," ucap Kiran. ia sengaja memgeraskan suaranya agar Darren mendengarnya.


"Nggak usah aneh - aneh Ran! Kalau kamu mau jalan - jalan kan bisa sama aku. Nggak perlu bersama Daniel." Kata Darren. ia berjalan di belakang Kiran.


"Tapi aku sudah terlanjur berjanji akan pergi dengan Daniel. Lagi pula kamu kan sibuk dengan Shelvi," balas Kiran tanpa menatap ke arah Darren.


"Ran....., Astaga.Sepertinya kita benar - benar harus berbicara!" kata Darren sambil mencekal pergelangan tangan kiran, tatapan matanya begitu dalam dan meneduhkan.


"Bicaranya nanti saja. Aku sibuk mau mandi," ucap Kiran sembari melepaskan cekalan tangan Darren.


"Ran..."


"Apa kalian bertengkar gara - gara aku disini?" tanya Shelvi yang baru saja keluar dari kamar tamu. Wajahnya tampak sembab, dan air matanya kembali membasahi pipi.


Kiran menghembuskan napas pelan.ia menatap Shelvi dari atas hingga bawah. Meski merasa sedikit iba, tetapi Kiran masih menyimpan rasa tidak suka pada Shelvi.


"Tidak kok, kami hanya sedang salah paham saja." jawab Kiran ia tersenyum paksa sambil menatap kearah Shelvi.


"Kiran benar, Shel! Kamu jangan menangis lagi! Lebih baik kamu masuk kamar saja sana! Kamu butuh istirahat!" ucap Darren. ia tersenyum tipis pada Shelvi.


Shelvi menggeleng pelan. ia berjalan mendekati Kiran kemudian berlutut di depannya. Shelvi menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya. Wajahnya terlihat begitu menyedihkan dan menderita saat bertatapan dengan Kiran.

__ADS_1


Melihat Shelvi berlutut di depannya, tentu saja Kiran heran sekaligus terkejut. "Jangan lakukan ini! Berdirilah!" kata Kiran sambil menyentuh kedua pundak Shelvi.


"Aku tidak akan berdiri sebelum kamu mau memaafkan aku, Ran. Sungguh, aku sangat berdosa karena sudah sering menyakiti hatimu. A..Aku minta maaf." kata Shelvi. Suaranya terdengar begitu tulus dan serius.


"Iya, Tapi kamu tidak perlu berlutut seperti ini, Sudahlah lagi pula aku sudah memaafkan mu," kata Kiran.


"Benarkah?"


"Ya, sekarang kamu berdirilah," ujar Kiran sembari membantu Shelvi berdiri.


"Terima kasih banyak, Ran. Kamu benar - benar wanita yang sangat baik."


"Sama - sama. Ya sudah aku ke kamar dulu,"


Tanpa mengatakan apa pun lagi Kiran bergegas menuju kamar. ia merasa dadanya begitu sesak ketika melihat senyum manis Darren yang tertuju pada Shelvi. Meski ia tahu jika Darren mencintainya tapi tetap saja, Kiran merasa tidak terima melihat hal tersebut.


"Kamu lihat kan, Shel? Kiran tidak mungkin membencimu sekarang istirahatlah! Kamu pasti kelelahan, Kan?"


Shelvi menganggukan kepala. ia tersenyum manis sembari menatap Darren. " Terima kasih banyak ya, Aku tahu kamu tidak akan mungkin mengabaikan aku." lirih Shelvi.


Shelvi menatap punggung Darren yang mulai menjauh. ia menghembuskan napas panjang kemudian memejamkan mata sejenak.


"Woww...! hebat sekali aktingmu, Shelvi," kata Daniel. ia terkekeh sinis sembari mendekat Shelvi.


Shelvi tersentak kaget. Setelahnya ia menatap ke arah Daniel. Tatapan matanya berubah tajam dan sinis saat beradu pandang dengan Daniel.


"Apa maksudmu, Niel?"


."Bukan apa - apa. Ah, ngomong - ngomong ada yang ingin ku bicarakan kepadamu," kata Daniel. raut wajahnya berubah jadi serius.


"Bicara apa? Aku lelah mau istirahat," ujar Shelvi. ia berbalik hendak masuk ke kamar. Namun, Sayangnya Daniel justru mendorongnya hingga keduanya sama - sana berada di kamar.


"Apa tujuanmu datang kesini?"


"Aku tidak memiliki tujuan apapun, Aku hanya ingin tinggal di sini untuk sementara waktu,"

__ADS_1


"Jangan berbohong! Ular berbisa sepertimu tak pantas di percaya," kata Daniel ia mendorong Shelvi dan mengurungnya dengan kedua tangan.


"Sungguh, Aku tidak berbohong."


Daniel berdecak kesal. ia menjauhkan tubuhnya dari Shelvi. " Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu bisa berubah seperti ini,Shel? ,"


"Berubah bagaimana? Jangan banyak bicara yang tidak - tidak, Niel! Lebih baik kamu keluar sekarang aku mau tidur," jawab Shelvi.


"Dulu kamu tidak pernah berbuat licik atau pun jahat, Shel. Tapi kenapa sekarang kamu begitu licik dan Nakal," ucap Daniel


"Jaga bicara mu, Niel! Siapa yang berbuat licik, ha?"


"Tentu saja kamu. Aku yakin tentang ucapan Om Bara tentang mengusirmu itu adalah sebuah kebohongan. jadi katakan sekarang, sejak kapan kamu bisa berbuat licik seperti ini, hm?"


Shelvi terdiam beberapa saat. Perasaannya berkecambuk. ia akui dulu dirinya adalah gadis lugu yang selalu menuruti permintaan Bara. Bahkan, ia tidak pernah berbicara kasar kepada orang lain.


Namun, semuanya berubah. Dunianya seolah terbalik setelah dirinya berkuliah di luar negeri. Shelvi yang begitu polos dan lugu, perlahan - lahan di cekoki dengan pergaulan bebas oleh teman - temannya yang nakal.


Hingga puncaknya, tepat ketika Shelvi berulang tahun yang ke - 22 tahun. Dirinya terjerumus ke dalam lubang hitam yang membuat dirinya semakin tak terkendali. Akhirnya Shelvi yang dulu polos berubah menjadi gadis nakal dan urakan. Bahkan, Shelvi tak segan - segan melukai temannya meski hanya karena masalah sepele. Dan tepat ketika dirinya pulang kembali ke Indonesia. Shelvi yang sejak dulu terkesima dengan Darren pun merasa semakin kagum. Terlebih lagi Darren begitu terkenal dan tampan.


Namun, sayangnya Shelvi harus menelan kekecewaan karena Darren ternyata sudah menikah. Akan tetapi, alih - alih menyerah Shelvi justru tertantang untuk menaklukan Darren yang sudah beristri. Dan inilah sekarang, ia begitu terobsesi dengan Darren. Bahkan Shelvi rela menempuh jalur apapun demi mendapatka Darren seutuhnya.


"Aku tak pernah menyuruhmu untuk melamun, Shel!"


Shelvi tersentak kaget ia menghembuskan napas pelan kemudian menatap malas ke arah Daniel. " Jangan pernah ikut campur dengan urusanku, Niel!" ucap Shelvi kesal.


"Tapi aku tak akan tinggal diam jika kamu sampai mencoba menghancurkan rumah tangga Darren dan juga Kiran"


Mendengar ucapan Daniel, Shelvi justru terkekeh pelan. ia bersedekap dan menyeringai.


"Oh, ya? Apa kamu pikir kamu akan bisa melawanku, Niel?"


Kira - kira apa yang akan dilakukan oleh Daniel untuk membantu Darren dan Kiran? Lalu akankah Darren berubah luluh kepada Shelvi yang sudah meminta maaf pada Kiran?


Nantikan terus kisah mereka ya~~

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote.


__ADS_2