Menikahi Pembantuku

Menikahi Pembantuku
Pergi Jauh


__ADS_3

"Baiklah saya mengerti, tapi saya tidak bisa menerimamu di rumah ini. karena rumah saya bukan tempat penampungan orang asing. jadi saya harap kamu sudah paham dengan apa yang saya maksud."


Kiran terdiam menunduk matanya pun mulai berkaca - kaca. "B..Baik, Bu? Saya akan segera pergi dari sini.?" ucap Kiran dengam suara yang terbata - bata.


"Baguslah! saya harap kamu secepatnya bisa pergi dari sini. ucap bu Lesti dengan sinis.


Setelah itu pun Lesti mulai meninggalkan Kiran Serta Arya.


"Nona Kiran, jangan dengarkan ucapan ibuku, dia memang seperti itu orangnya." ucap Arya


"Tolong bawa aku pergi jauh dari sini Mas! rasanya aku memang tidak pantas untuk berada di sini." ucap Kiran memohon.


"Baiklah kalau itu maumu. kota mana yang ingin kamu tempati?" tanya Arya sambil mengarah serius kearah Kiran.


"Kalau bisa kota yang sangat jauh dari sini, Mas? kota yang tidak akan 'dia' curigai jika aku berada jauh disana." ucap Kiran.


Arya menghembuskan napas panjang. Dua minggu mengenal Kiran, sedikit banyak dia sudah mengetahui semua permasalahan wanita di sampingnya ini. Arya merasa iba dengan nasib malang yang menimpa Kiran. oleh karena itu, dia pun bersedia mengantarkan Kiran pergi jauh.


"Baiklah, saya tahu kota mana yang cocok untukmu."


*****


Bagaimana Ivan, kamu sudah mempunyai informasi lain tentang keberadaan Kiran?" tanya Darren rasanya dia begitu berharap saat Ivan menelponnya saat dia sedang bekerja.


"Ya, hari ini aku melihat istrimu di dalam sebuah mobil. Sepertinya dia ingin pergi jauh." balas Ivan dari sebrang telfon.


"Pergi Jauh..? Apa maksudmu?" tanya Darren heran.


"Istrimu akan pergi ke bandara mungkin sekitar tiga puluh menit lagi dia akan sampai."


"Brengsek! kalau begitu tunggu apa lagi? cepat kau suruh ana buah kita untuk mencegahnya." ucap Darren kesal.


"Tapi.., Darren?"


"Ada apa lagi, Ivan?". tanya Darren mulai kesal.

__ADS_1


"Ada satu hal lagi, yang belum aku beritahukan kepadamu." kata Ivan, nada suaranya begitu ragu.


"Apa itu Ivan, cepat katakan! Aku sudah tidak punya banyak waktu lagi, Van!" bentak Darren


"Istrimu Pergi bersama seorang Pria" ucap Ivan serius.


" Kamu jangan bercanda Ivan!!!" bentak Darren lagi. kali ini suaranya terdengar begitu emosi.


"Aku tidak bercanda Darren, Kamu bisa langsung melihat foto yang baru saja aku kirim kan!"


Darren buru - buru mematikan sambungan telfonnya. setelahnya ia mulai membuka aplikasi pesan. Jantung Darren berdetak kencang setelah melihat foto yang di kirimkan oleh Ivan.



Anggap Aja seperti ini ya cheu😅


Meski tidak terlalu begitu jelas tapi Darren tahu orang yang ada di dalam foto tersebut adalah Kiran... dan Pria berseragam Jas.


"Sialan jadi kamu benar - benar mengkhianatiku Ran! Tunggu dan lihat saja apa yang akan aku perbuat padamu." ucap Darren suaranya terdengar emosi.


Sebelum Kita benar - benar akan pergi. Boleh saya bertanya padamu tentang sesuatu, Kiran? tanya Arya. ia melirik ke arah Kiran yang sedang melamum sambil bersandar di kaca jendela mobil. tanya Arya ragu.


"Boleh? mau bertanya apa?" Kiran menghembuskan napas pelan. setelahnya ia kembali menghadap kearah Arya.


"Kamu yakin ingin meninggalkan kota ini? saya tidak ingin membawamu jika kamu masih ada keraguan dalam hatimu?" ujar Arya.


Kiran terdiam, pikirannya mulai berkecambuk. Memang benar, hatinya masih ragu untuk pergi jauh dari Darren. Namun di sisi lain ia ingin sekali meninggalkan semua hal yang telah membuatnya terluka. selain itu, Kiran juga ingin melihat perjuangan Darren untuk mencarinya.


'Memangnya dia akan mencari mu, sadarlah Kiran.. dia tidak akan mungkin mencarimu." batin Kiran pilu.


"Nona Kiran? kamu jangan terlalu banyak melamun seperti itu? kalau kamu masih saja melamun saya tidak akan membawamu pergi." tanya Arya sambil mengusap rambut Kiran.


"Tidak, Aku memang ingin pergi dan melupakan semuanya." jawab Kiran dengan suara yang sedikit parau. matanya mulai berkaca - kaca saat sekelabat bayangan Darren kembali menari - nari di pelupuk matanya.


" Kamu tidak akan menyesal kan? lalu bagaimana kalau suamimu mulai mencari?" tanya Arya penasaran.

__ADS_1


"Dia tidak akan mungkin mencariku, mungkin saat ini dia sedang sibuk bersama kekasih barunya." lirih Kiran sambil menatap kearah jendela mobil.


" Siapa tahu suamimu sudah menyesal dan sekarang dia sedang mencarimu. Ah, ngomong - ngomong bagaiman jika seandainya dia mendatangimu saat ini."


"Aku akan tetap pergi Mas! rasanya aku sudah cukup lelah untuk bertahan selama ini dengan pria jahat seperti dia. Mungkin akan sulit, tapi aku akan mencobanya." kata Kiran sambil tersenyum tipis.


" Jika dia memintamu kembali, apa yang akan kamu lakukan?"


" Aku tidak tahu, yang jelas aku ingin pergi jauh darinya dan mulai melupakan semuanya."


Arya mengangguk mengerti, setelah itu ia pun mempercepat laju mobilnya. Namun, baru setengah perjalanan Arya sudah di kejutkan dengan dua buah mobil yang sedari terus mengikutinya.


"Ah, masalah apalagi kali ini." gumam Arya sembari langsung mengencangkan sabuk pengaman kemudian menekan pedal gas sekuat mungkin. Arya tersenyum tipis lalu bergumam, ' Hahh.. kalian mau coba - coba mengejar seorang Arya Kusuma? kita lihat saja kalian tidak akan bisa melakukannya.'


Sementara di mobil belakang yang sedang mengikuti mobil Arya. Darren tampak gusar. berkali - kali ia mengumpat ketika mobil yang di kendarai Arya Melaju semakin menjauh dan beberapa kali tidak terlihat.


" Kamu yakin Kiran ada di mobil itu Van?" tanya Darren kepada Ivan yang sedang berada di sampingnya.


" Aku tidak mungkin salah Darren, aku sangat yakin kalau Istrimu ada di mobil itu," jawab Ivan sambil mencengkram sabuk pengamannya.


Darren menganggukan kepalanya. dan mulai mempercepat laju mobilnya. Darren tersenyum sinis ketika ia mulai berhasil memepet mobil yang sedari tadi dia kejar.


"Lihatlah Kiran, kamu tidak akan mungkin bisa lari dariku," ujar Darren sambil menyeringai.


Sementara di sisi lain Kiran merasa terkejut ketika menyadari jika Arya menghentikkan mobilnya. "Kenapa kita berhenti di sini? Bukankah letak bandara masih jauh?" tanya Kiran ia menatap sekeliling tampak sepi.


Arya menghembuskan napas panjang. jantungnya masih berdetak dengan kencang, Setelah beberapa saat yang lalu dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang begitu tinggi.


"Ada dua mobil yang sedang mengikuti Kita. jadi saya sedang mencoba mengelabui mereka." jawab Arya ia menyandarkan punggungnya di tempat duduk mobil.


"Mengelabui?" tanya Kiran ia tidak mengerti. dahinya mengernyit ketika melihat raut wajah lelah Arya.


"Ya, tepat ketika mereka tidak lagi terlihat, saya menyalip sebuah mobil yang persis seperti milik saya. dan Finally, kita akhirnya sudah terbebas dari kejaran mereka. saya yakin sekarang mereka sedang mengejar mobil yang sama seperti milik saya ini," jawab Arya ia mulai terkekeh lalu mulai menyalakan mobilnya kembali.


Kiran menganggukan kepalanya. meski tidak terlalu paham dengan apa yang dimaksud oleh Arya, tapi Kiran ikut merasa lega.

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca.🤗 Terus nantikan kisah mereka ya! Oh, iya maaf kalau komentarnya belum sempat aku balas hehe. tapi aku usahakan akan segera membalas. Sekali lagi maaf ya..


__ADS_2