Menikahi Pembantuku

Menikahi Pembantuku
Balas Dendam Part 1


__ADS_3

Bima atau pun Kevin memilih diam. Keduanya pun sama pusingnya dengan Cindy. Sementara di ruangan lain, Niko tampak tertawa girang sembari melihat foto Kenzo yang sudah ia corat - coret wajahnya.


Wajahnya terlihat menyeramkan meski tertawa. Namun, jika di lihat lebih teliti, ada rasa takut dan ambisi yang begitu besar dari pancaran mata Niko.


Niko menatap foto - foto Kenzo dengan seksama sesekali wajahnya tertawa, lalu marah dan kemudian bersedih. Kondisi jiwanya benar - benar tidak stabil.


Sementara di samping foto - foto Kenzo terdapat sebuah kantung kresek berlogo rumah sakit yang berisi obat - obatan.


Ya, obat - obatan yang di gunakan Niko sebenarnya untuk mengendalikan gangguan jiwanya saat kambuh seperti saat ini. Niko memang mengalami gangguan jiwa sejak berada di dalam penjara dan semuanya semakin tidak stabil ketika ia di minta bebas dan di minta bekerja sama dengan Bima.


Meski selama ini Niko bersikap layaknya orang normal, tetapi kenyataannya tidaklah begitu.Niko mengalami gangguan jiwa yang cukup parah. Bahkan, semua uang yang ia dapatkan dari Bima ia gunakan untuk membeli obatnya.


"Kamu akan mati Kenzo Wijaya! Dan semua harta milikmu itu, akan jatuh ke tanganku!" Teriak Niko dalam ruangan tersebut, wajahnya terlihat merah, tapi tak lama kemudian ia tertawa terbahak - bahak.


*********


"Kamu sudah tahu siapa yang membunuh Shelvi, Ken?" Bara bertanya ketika ia dan Kenzo sedang duduk berdua.


"Ya, sesuai dugaanmu itu. Kevinlah yang sudah melakukan itu. Sepertinya dia mengalami tekanan batin yang cukup parah, Bara!" Jawab Kenzo.

__ADS_1


"Sialan! Aku tidak peduli meski dia gila. Yang jelas aku akan membuat perhitungan kepadanya." balas Bara dengan penuh kekesalan.


"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Kenzo. Saat melihat Bara beranjak dari duduknya.


"Memberikan mimpi buruk untuk Kevin," jawab Bara sambil menyeringai.


"Mungkin kamu tidak akan Ken, tapi malam ini juga, aku akan mendatangi rumah Bima.Aku ingin meminta pertanggung jawaban atas apa yang sudah di perbuat oleh Kevin," kata Bara tatapan matanya begitu serius saat beradu pandang dengan Kenzo.


Mendengar ucapan Bara, Kenzo seketika terkejut ia tidak menyangka jika Bara akan membuat keputusan denga cepat.


Kenzo pikir Bara tidak memikirkan untuk balas dendam secepat ini. Aplagi saat ini suasana duka masih begitu terasa di rumahnya.


"Bukankah kamu juga ingin balas dendam pada Bima, Ken? Ini waktu yang tepat bagi kita. Aku tidak peduli jika Shelvi baru saja di makam kan. Bagiku balas dendam adalah yang paling utama," balas Bara dari pnacaran matanya tidak ada keraguan sama sekali.


Kenzo menghembuskan napas pelan. Ia yengah menimbang - nimbang perkataan Bara. Mungkin, saat ini memang saat - saat yang pas bagi mereka membalas dendam. Akan tetapi Kenzo benar - benar bimbang.


Kenzo takut jika Darren akan marah besar jika mendengar dirinya berniat menghabisi Bima. Namun, Kenzo juga tahu, Bima akan jadi masalah besar jika ia tidak segera menyelesaikannya.


Kenzo menyugar rambutnya kebelakang. Ia mengangguk pelan kemudian menatap Bara.

__ADS_1


"Oke, kalau begitu saya ikut denganmu. Malam ini kita tuntaskan semuanya. Jangan sampai mereka kembali berulah dan memakan banyak korban," ucap Kenzo.


Mendengar ucapan Kenzo, Bara tersenyum penuh kepuasaan. Ia senang karena ia bisa membalaskan dendam kematian Shelvi.


"Baiklah nanti malam, aku tunggu kamu di markas Red Wolf. Aku harap kita bisa menyelesaikan semuanya," ujar Bara.


"Tentu saja, Bara. Aku juga tidak ingin berlama - lama berhadapan dengan Bima atau Niko.Mereka sangat menjengkelkan,"jawab Kenzo.


"Kamu benar Ken. Sudah sejak dulu, mereka selalu memusuhi kita, dan sekarang saatnya kita untuk membalaskan dendam kepadanya," balas Bara dengan suara yang menggebu - gebu.


Bersambung...


Jangan lupa mampir di karya novel author yang lain. Yuk, tengokin profil author dan jangan lupa masukin favorit ya~~~




Jangan lupa untuk selalu tekan tombol like, komen, dan vote.

__ADS_1


__ADS_2