Menikahi Pembantuku

Menikahi Pembantuku
Balas dendam


__ADS_3

Darren semakin menekan pedal gasnya kuat - kuat. Namun, Saat ini tujuannya bukanlah rumah. Melainkan ke kediaman Bima dimana Kevin dan juga Vanesha berada.


Darren terlanjur kalap. Ia tidak lagi mempedulikan keselamatan maupun bahaya yang akan menimpa dirinya. Bagi Darren saat ini, dia harus membalaskan dendam Kiran kepada Vanesha dan juga Kevin yang sudah ikut campur.


"Aku yakin Vanesha lah dalang dari semua ini. Dan aku juga sangat yakin jika Kevin yang sudah merusak rekaman Cctv itu." geram Darren.


Sesampainya di rumah Bima, Darren memarkirkan mobilnya dengan asal. Ia membuka lalu menutup pintu mobil dengan kasar hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras.


"Dimana Kevin?!" Tanya Darren kepada salah seorang satpam. Suaranya terdengar keras bahkan membuat beberapa para pekerja yang lain menoleh ke arahnya.


" A..Ada apa ya, Den? kok tumben datang marah - marah begini?" ucapa Pak satpam. bingung dan sedikit takut.


"Katakan dimana Kevin sekarang?!" sentak Darren. Matanya memincing tajam. Membuat satpam tersebut tampak menelan salivanya karena takut.


" A...Anu, Den...."


Brak!


Darren menendang pot bunga di sampingnya hingga hancur berkeping - keping. "Brengsek! Cepat katakan dimana Kevin berada?!" bentak Darren. emosinya semakin meluap.


" Den Kevin ada di dalam. Dia......"


Tanpa menunggu ucapan Pak Satpam, Darren bergegas menuju ke dalam rumah Bima. Langkahnya begitu tegap dan mantap. Seolah - olah tidak ada keraguan sama sekali di hatinya.


" Darren? Ada apa kamu datang kesini?"


Darren menoleh, Ia mendengus kesal saat melihat Bima yang baru saja keluar dari kamar.


"Dimana Kevin?" tanya Darren to the point. Tangnnya mengepal kuat karena sedari tadi ia menahan emosinya.


" Kevin ada di rumah. Kamu ada perlu apa dengannya?" tanya Bima sembari tersenyum tipis. Ia senang melihat Darren datang lagi ke rumahnya."


"Suruh dia kesini! tukas Darren tanpa menatap ke arah Bima yang sedang menatap kearahnya.


" Kevin sedang di kamar. Nanti Om panggilkan. Sekarang kamu duduk dulu. Om sudah lam...."

__ADS_1


"Brengsek! Jangan basa - basi lagi denganku! Cepat suruh anak sialanmu itu kemari!" teriak Darren. Tangannya semakin mengepal kuat karena emosi yang semakin meluap - luap


Bima membelalakkan matanya. Ia bisa melihat dengan jelas dendam dan juga kebencian dari pancaran mata Darren.


" Darren...."


Prang!


Brak!


Bim membelalakkan matanya ketika melihat Darren menghancurkan lemari yang berisi hiasan dan juga sebuah meja kaca. Seketika itu, ruangan tamu menjadi kacau balau.


Tidak hanya Darren, kini Bima pun ikut tersulut emosinya ketika melihat Darren menghancurkan barang - barang miliknya.


"Apa - apaan kamu, Darren! Berani sekali kamu membuat keributan di rumah ini!" Kata Bima. Matanya menatap penuh peringatan kepada Darren.


Namun, Siapa yang peduli? Darren bahkan tidak merasa takut sama sekali.


"Aku tidak mungkin melakukan ini jika anak dan menantumu tidak mencelakai istriku," balas Darren. Ia ikut menatap tajam ke arah Bima.


"Aku tidak bicara sembarangan! Mereka sudah membuat istriku kritis. Aku akan membalas dendam!.


Bima mengusap wajahnya dengan kasar. Ia merasa frustasi setelah mendengar ucapan dari Darren. Rasanya ia tidak percaya, tetapi saat melihat kemarahan Darren dirinya menjadi bimbang.


"Ada apa ini? Kenapa semuanya berantakan?" Kevin dan Vanesha tampak terkejut. keduanya membelalakkan mata ketika melihat Darren berdiri tidak jauh dari mereka.


" Bagus, sekarang kalian akan merasakan akibatnya," geram Darren ia menyeringai sembari menatap Kevin.


" CK! Ternyata kamu Darren. Kenapa kamu disini?" tanya Kevin ia bersedekap sembari membalas tatapan tajam Darren.


Darren tidak berkata apapun justru ia berjalan cepat menghampiri Kevin. Tangan Darren melayang lalu menghampiri kuat kerah baju Kevin.


Bugh!


Satu buah pukulan cukup keras mengenai pipi Kevin. dan berkata, " Kamu akan merasakan akibatnya, Vin! Kamu akan mati di tanganku!"

__ADS_1


" Apa - apaan kamu, Darren? Aku tidak melakukan apapun. Kenapa kamu berbuat seperti ini?" tanya Kevin. Ia balas mencengkram erat baju Darren.


"Tidak melakukan apa - apa katamu? Brengsek! Kau benar - benar biadab , Vin?" ucap Darren penuh emosi.


"Apa maksudmu?" Tanya Kevin. Ia menatap Darren, berpura - pura tak mengerti meski sebenarnya ia paham betul maksud dari ucapan dari Darren tersebut.


" Gara - gara kamu dan istrimu. Sekarang istriku kritis. Bahkan anakku harus lahir prematur. Kalian......"


" Wow benarkah? Haha seharusnya kamu harus berterima kasih padaku, Darren. Bukankah itu hal yang bagus? Kalau istrimu mati, Kamu bisa mencari pengganti yang jauh lebih baik darinya"


" Kevin Permana! Demi Tuhan....., aku tidak akan melepaskanmu hari ini!" sentak Darren. Ia mendorong Kevin kasar sembari mencengkram kuat leher Kevin.


"Uhuk - uhuk, A..aku bisa mati kalau begini, Darren," kata Kevin. Napasnya terengah - engah karena Darren terlalu kuat mencekik lehernya.


"Matilah dengan tenang, Vin!" Balas Darren sambil menyeringai. Darren semakin menguatkan cengkraman tangannya.


Bugh!


Namun, seseorang tiba - tiba datang dan menendang tubuh Darren hingga tersungkur di lantai.


" Darren Wijaya! Hentikan perbuatan gilamu itu!" bentak Bima.


" Bukan aku Om, tapi anak kesayanganmu ini yang gila!" kata Darren sambil menatap nanar ke arah Bima. Ia berdecih dan merasakan nyeri di bagian perutnya.


"Kau..." Bima mengangkat tangannya. Dan ia bersiap memberikan sebuah pukulan pada Darren. Namun, belum sempat hal itu di lakukan, seseorang datang mencekal pergelangan tangannya.


"Lawanmu bukan dia! tapi saya yang akan meladenimu," bisik seorang pria dengan emosi yang membara.


" Kau......"


Terima kasih sudah membaca. Maaf kalu masih banyak typho.


Kira - Kira siapa yang datang? Dan siapa yang sudah menantang Bima?


Nantikan terus kisah mereka ya....!

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote. Di tunggu komentarnya~~


__ADS_2