Menikahi Pembantuku

Menikahi Pembantuku
Suasana Duka


__ADS_3

Suasana duka begitu terasa di kediaman Kenzo. Meski, Bima sering sekali berbuat jahat, tetapi kepergiannya tetap meninggalkan setumpuk duka bagi para sahabatnya.


Rencananya, pemakaman akan di lakukan siang hari ini. Akan tetapi karena Darren juga belum datang, maka di tunda terlebih dulu.


Sembari menunggu Darren, kini Kenzo dan yang lainnya pun menyambut para tamu yang datang. Selain itu, Bastian juga sibuk mengurusi anak buah Niko yang sudah berada di kantor polisi. Bastian menjadi saksi atas kejahatan yang mereka lakukan.


Saat sedang berbincang dengan tamu. Kenzo dan Helena melihat kedatangan keluarga Kiran. Keduanya pun bergegas mendekat untuk menyambut sang besan.


"Mama, dimana Mas Darren? Apa dia baik - baik saja?" tanya Kiran. Raut wajahnya begitu panik. Ia memang sangat mengkhawatirkan Darren.


"Suamimu baik - baik saja. Kamu jangan khawatir begitu, Ran!" Ujar Helena sambil mengambil alih Arka dari gendongan Kiran.


"Aku takut dia kenapa - napa. Aku juga takut jika dia bersedih karena kehilangan Om Bima," kata Kiran. Matanya berkaca - kaca. Ia benar - benar ingin menangis saat ini.


"Darren memang bersedih, Nak. Tapi sekarang semua sudah baik - baik saja. Kamu jangan menangis begitu," ucap Kenzo ia merasa kasihan saat melihat Kiran meneteskan air matanya.


Kiran mengangguk lemah. Meski sudah mendengar Darren baik - baik saja, tetapi rasanya ia tetap ingin menangis. Atau mungkin ini karena hormon kehamilan sehingga membuatnya begitu cengeng?

__ADS_1


"Lalu dimana suamiku, Ma? Kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Kiran lagi. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Namun, ia tidak menemukan keberadaan Darren sama sekali.


"Darren masih si rumah sakit, entah apa yang dia lakukan. Padahal dia seharusnya sudah sampai dari tadi," gerutu Helena. Ia kesal karena Darren tidak kunjung datang.


"Mama sudah menghubunginya?" tanya Kiran.


"Sudah, dan Darren hanya bilang kalau sebentar lagi dia akan sampai. Tapi sudah lebih dari satu jam dia belum sampai juga," jawab Helena.


"Sudahlah, Hel! Mungkin Darren sedang ada urusan. Jangan marah - marah begitu! Lebih baik sekarang kamu ajak Kiran untuk istirahat," titah Kenzo yang di balas anggukan oleh Helena.


Sebelum mengajak Kiran ke kamar untuk istirahat. Helena berpamitan terlebih dahulu pada Pandu dan juga Lesti,"


"Sepertinya tidak perlu, Hel. Aku mau menemani Mas Pandu saja. Kamu tolong jaga Kiran ya, jangan biarkan dia kelelahan." kata Lesti ia menyunggingkan senyum tipis kemudian mengusap lembut rambut Kiran.


"Baiklah, kalau begitu kami pamit dulu,"


Lesti mengangguk. Setelah itu Kiran dan juga Helena pun berjalan meninggalkan kerumunan.

__ADS_1


"Bagaimana kelanjutan kasus semalam, Pak? Apa sudah di tangani oleh pihak berwajib?" tanya Pandu setelah ia hanya berdua dengan Kenzo di sudut ruangan.


Raut wajahnya begitu serius. Sesekali mereka juga menatap sekeliling karena takut jika ada orang asing yang mendengar percakapan mereka.


"Semuanya sudah beres, Pak. Saat ini Cindy, Kevin dan juga Niko, mereka masih berada di rumah sakit. Tapi setelah pulih, mereka akan langsung di bawa ke penjara." jawab Kenzo.


Pandu menghembuskan nafas pelan. Ia merasa lega setelah mendengar jawaban dari Kenzo.


"Baguslah, saya sangat senang karena setelah ini, tidak ada yang akan menganggu anak - anak kita," ucap Pandu ia tersenyum tipis yang kemudian di balas oleh Kenzo.


"Ya, dan terima kasih banyak atas bantuannya semalam, Pak.Saya dan yang lainnya merasa terbantu dengan anak buah yang Pak Pandu kirimkan," balas Kenzo sembari mengulurkan tangannya ke arah Pandu.


"Sama - sama, Pak. Kan, sudah seharusnya kita itu saling membantu," balas Pandu sambil menerima uluran tangan Kenzo.


Setelah perbincangan yang cukup serius itu, keduanya memilih untuk berpisah. Pandu menemui beberapa tamu yang cukup ia kenali. Sedangkan Kenzo? Pria itu mengahmpiri Daniel yang sedang duduk di ruang tamu.


Bersambung..

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika maih banyak typho.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya.


__ADS_2