
"Bara, kamu sudah mendengar berita terbaru hari ini?" tanya Kenzo yang beberap waktu lalu menyusul Bara di markas Red Wolf. Ia menatap Bara dengan tatapan penuh rasa khawatir.
"Berita apa? Ck! Aku malas melihat berita - berita yang tidak bermutu, Ken" jawab Bara.
"Berita pembunuhan, Bara. Dan se....." ucapan Kenzo terhenti. Ia memilih diam saat Bara mulai mengangkat tangannya.
"Aku sudah bosan mendengar berita pembunuhan seperti itu. Lagi pula apa hubungannya denganku?" tanya Bara.
"Bara....., sebenarnya korban pembunuhan itu dia...."
"Siapa? Tumben kamu terlihat gugup begini, Ken. Apa kamu mengenal siapa orangnya?" tanya Bara lagi.
Kenzo mengangguk pelan. Setelah itu ia pun menatap serius ke arah Bara.
"Tadi, salah satu orang kepercayaanku datang ke TKP. Dia mengkonfirmasi jika korbannya adalah.... Shelvi."
Brak!
Bara menggebrak meja dengan kuat. Matanya melotot sembari menatap Kenzo.
"Jangan bercanda, Ken! Kamu yang bilang sendiri kalau Shelvi pasti akan baik - baik saja, kan?"
"Apa menurutmu, saya sedang bercanda, Bara? Kalau kamu masih tidak percaya kita ke rumah sakit sekarang,"
__ADS_1
Deg!
"T.. tidak mungkin, Ken. Putriku pasti masih hidup," lirih Bara dengan air mata yang mulai luruh dan membasahi pipinya.
"Bara, saya tahu kamu pasti terpukul. Tapi....." Kenzo menghentikkan ucapannya. Ia buru - buru mendekati Bara yang kini sudah tidak sadarkan diri.
"Sebelumnya saya tidak pernah melihat, Bara pingsan. Sepertinya Bara sangat menyayangi Shelvi," gumam Kenzo.
******
"Anak kita, Mas. Shelvi sudah meninggalkan kita untuk selamanya," ucap Diah. Ia menangis histeris di pelukkan Bara yang sedari tadi hanya diam.
Bara tidak membalas apapun ucapan Diah. Yang ia lakukan ia lah mengusap punggung Diah untuk menenangkannya. Namun, alih - alih tenang, Diah justru semakin tidak terkendali.
Wanita paruh baya itu, tampak begitu putus asa saat dokter dan pihak kepolisian, menginformasikan jika korban pembunuhannya adalah Shelvi. Diah menangis sesegukan. Ia merasa seolah dunia runtuh menimpa dirinya.
"Diah, bisakah kamu diam? Aku bisa gila kalau kamu terus menangis seperti ini," lirih Bara sambil menangkup kedua pipi Diah.
"Bagaimana aku bisa diam, Mas? Putri kita satu - satunya kini telah pergi. Dia menjadi korban pembunuhan yang begitu keji," balas Diah. Ia menatap sendu ke arah Bara yang kini meteskan air mata.
"Aku tahu, tapi dengan menangis semuanya tidak akan kembali, Diah. Shelvi sudah pergi, dia tidak akan kembali ke pada kita,"
Diah menggelengkan kepala pelan. Sebagai seorang Ibu, hatinya sangat hancur saat mengetahui anak satu - satunya tiada.
__ADS_1
"Tidak! Dia pasti akan kembali kepada kita, Mas. Putri kita tidak mungkin pergi secepatnya ini. Aku mohon suruh dokter untuk menyembuhkannya! Mas....., aku tidak rela Shelvi pergi" lirih Diah.
"Diah...., kamu membuatku semakin hancur. Aku hampir gila mendengar Shelvi mati. Aku mohon, kamu jangan seperti ini," balas Bara sambil memeluk Diah.
Kini, Diah justru semakin menangis sesegukan. Sementara itu, Kenzo dan Helena yang menemani mereka ke rumah sakit pun, turut berduka. Bahkan, kini Helena sudah menangis di pelukan Kenzo.
Meski Shelvi, bukanlah gadis yang baik. Tetapi kepergiannya begitu meninggalkan duka yang mendalam.
"Kasian Diah, Mas. Dia pasti sangat terpukul. Apalagi selama ini,Shelvi tidak pernah berada di dekatnya," ujar Helena.
"Kamu benar, tapi kita juga tidak bisa melakukan apa - apa. Kamu jangan menangis, lebih baik kamu bantu Bara untuk menenangkan Diah," balas Kenzo sembari mengusap lembut air mata di pipi Helena.
"Tapi rasanya aku tidak sanggup melihat Bara dan Diah, Mas. Mereka benar - benar terpukul."
Kenzo menghembuskan napas panjang.Ia menatap ke arah Bara. Untuk pertama kalinya, Kenzo melihat Bara begitu terpuruk. Dan untuk pertama kalinya pula, ia merasa jika Bara telah kehilangan segalanya.
"Kita tenangkan mereka dulu. Kamu ajak Diah pergi,biar saya yang mengurus Kenzo,"
"Tapi...."
"Sayang, hanya ini yang bisa kita lakukan. Meski sulit, tapi setidaknya kita sudah bisa membantu mereka.
Bersambung....
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan juga hadiahnya.