Menikahi Pembantuku

Menikahi Pembantuku
Calon Menantu?


__ADS_3

"Pagi calon istri," sapa Daniel ia mulai menaik turunkan alisnya di depan Citra yang tengah shock akibat ucapan Daniel.


Hari ini Citra sengaja datang pagi - pagi untuk berpamitan sekaligus menjenguk Kiran. Namun, ia tidak menyangka jika dirinya justru bertemu dengan Mahkluk Comel.


"A...Anu, maaf sebelumnya. Apa pria ini waras?" tanya Citra kepada Darren dan juga Kenzo. ia bergidik ngeri, apalagi ketika melihat wajah sok imut dari Daniel.


"Anak saya waras. Kenapa memangnya?" tanya Kenzo tatapan matanya begitu intens menatap gadis yang di panggil 'Calon Istri' oleh Daniel.


"Maaf, S...Saya pikir dia tidak waras. Ya sudah kalau begitu, saya mau ketemu sama Mbak Kiran dulu ya.


Setelah itu Citra bergegas mencari keberadaan Kiran. Rasanya jantung Citra berdebar kencang melihat tiga pria tampan di rumah Kiran. "Astaga. Pantas anaknya tampan. Lah wong bapaknya aja panas membara begitu" gumam Citra.


Citra tersenyum lega setelah melihat Kiran. ia buru - buru mendekati Kiran. Tetapi sebelumnya dia menyalami tangan Helena.


"Ini siapa Ran? temen atau...."


"Dia calon menantu baru Mama," kata Daniel langsung menyela ucapan Helena.

__ADS_1


"Apa?!"


"Kurang ajar! Menantu palamu tuh kaya batu!" sentak Citra ia benar - benar kesal sekaligus merasa malu karena Daniel.


"Sejak kapan kamu punya calon istri, Niel?" tanya Helena ia menatap penuh selidik kearah Daniel yang sedang mencuri pandang kearah Citra.


"Sejak pagi ini lah, Ma. Memangnya kenapa? Mama nggak suka kalau aku mau nikah?" tanya Daniel balik. ia terkekeh sembari mengedipkan sebelah matanya ke arah Helena.


"Bukannya nggak suka Niel. Mama cuma kasihan aja sama calon istri kamu. Kok mau - maunya nikah sama orang kayak kamu" sambung Helena.


Daniel melotot mendengar ucapan Helena. ia tidak menyangka jika Mamahnya tega berbicara seperti itu di depan Citra. Daniel berdecak kesal. bibirnya mengerucut karena jengkel dengan Helena.


Helena mengernyitkan dahi. ia menatap Citra dari atas hingga bawah. Citra memang terlihat cantik, tetapi penampilannya sedikit tomboy. pagi ini Citra mengenakan celana jeans panjang yang bermotif sobek - sobek di bagian paha. untuk atasannya, Citra mengenakan kaos bergaris - garis di padukan dengan blezer.


Helena kemudian tersenyum manis. ia mengusap pundak Citra dan bertanya," kamu beneran calon istrinya Daniel? Atau Daniel hanya mengaku - ngaku saja.


"Saya bukan calon istrinya, Bu. Bahkan saya tidak mengenal dia" jawab Citra cepat. Tatapan matanya begitu tajam dan penuh peringatan kepada Daniel.

__ADS_1


"Makanya kita kenalan dulu, siapa tahu kita jodoh," ujar Daniel. ia mendekati Citra dan mengulurkan tangannya. Daniel tersenyum manis dadanya berdesir merasakan debaran yang baru pertama kali ia rasakan.


"Nggak! Aku kesini bukannya untuk kenalan sama orang sepertimu. Aku mau ketemu dengan Mbak Kiran. minggir," ucap Citra ketus ia benar - benar kesal dengan Daniel yang menurutnya sangat pandai merayu.


Melihat perdebatan antara Daniel dan juga Citra. Helena memilih menjauh dan menghampiri Suaminya yang sedang duduk di ruang tamu. Helena duduk di samping Kenzo sembari menyandarkan kepalanya pada bahu.


"Anak - Anak sudah besar ya, Mas? padahal baru kemarin rasanya aku melahirkan Darren dan Daniel," ujar Helena ia tersenyum sambil memejamkan mata.


"Kamu benar dan sekarang usia kita semakin menua. Saya jadi takut tidak bisa melihat Daniel menikah," balas Kenzo sembari mengusap lembut rambut Helena.


"Jangan ngomong kaya gitu, Mas! Kamu kan sudah janji untuk menemani aku dan juga anak - anak"


"iya, tapi umur siapa yang tahu, kan? Bis saja sepulang dari saya tiba - tiba tiada," ujar Kenzo. ia menghembuskan napas pelan lalu mengecup puncak kepala Helena.


"Aku nggak suka loh kamu bicara ngawur gini, Mas. kita akan selalu bersama - sama," tegas Helena.


Kenzo tidak menjawab ia hanya tersenyum. sembari merengkuh pinggang Helena.

__ADS_1



Jangan lupa, like komen dan vote. kalau berkenan tekan tombol like....like....like...like..like yang banyak Yah...,


__ADS_2