Menikahi Pembantuku

Menikahi Pembantuku
Frustasi


__ADS_3

" Tapi memangnya siapa mereka? kenapa mereka mengejar kita?".


"Entahlah, saya juga tidak tahu. mungkin mereka awak media yang ingin mencari tahu tentang kehidupan pribadi saya."


Kiranpun mengangguk, setelah itu dia kembali larut dalam lamunannya. " Tuan Suami, sekarang apa yang sedang kamu lakukan saat ini?" bisik Kiran sambil mengusap lembut perutnya. matanya berkaca - kaca karena teringat dengan Darren.


"Kita akan segera sampai tapi ingat satu hal, Nona Kiran? setelah ini, saya tidak bisa membawamu kembali. jadi saya berharap kamu tidak akan pernah menyesal." ucap Arya dengan wajah penuh keseriusan.


"Aku tahu itu, dan terima kasih karena sudah mau membantuku sejauh ini, Mas Arya. maaf jika aku sering merepotkanmu dalam dua minggu ini. Aku janji, aku akan membalas semua kebaikanmu suatu saat nanti."


Arya mengangguk pelan. ia sendiri merasa cukup aneh dengan perasaannya. Arya merasa seolah dirinya begitu dekat dengan Kiran meski baru beberapa hari bertemu.


"Apa ini yang dinamkan cinta?" gumam Arya sambil menatap wajah cantik Kiran.


*******


"Apa - apaan ini, dan siapa kalian?" tanya seorang pria muda yang baru saja keluar dari mobil. raut wajahnya tampak marah.


Darren membelalakkan matanya, dia begitu terkejut sebab mobil yang di hadangnya bukan milik Arya. Darren dan Ivan tidak menyangka ia akan tertipu hanya karena merk mobil yang sama persis.


"Maaf, sepertinya kami salah orang," ucap Darren raut wajahnya berubah menjadi datar begitu pula dengan suaranya.


"Apa maaf? kamu fikir saya akan melepaskan kalian hanya dengan kata maaf?" tanya pria muda tersebut.


" Kalau begitu saya akan mengganti rugi. berikan nomor rekeningmu, saya akan segera mentransfernya." kata Darren segera menyodorkan ponselnya.


Ivan menghembuskan napas panjang, ia mendadak merasa bersalah terhadap Darren. Namun di sisi lain juga Ivan juga merasa heran, sebab dia atau pun Darren berhasil di kelabui.


" Aku yakin dia bukan orang sembarangan, tapi siapa dia? Lalu apa tujuannya membawa Kiran?". gumam Ivan. Ivan kemudian mengacak rambutnya karena frustasi pikirannya ikut berkecambuk hanya karena ikut memikirkan permasalahan Darren dan juga kisah cintanya yang begitu rumit.


"Kita pulang, ajak Darren sambil masuk ke dalam mobil. Auranya semakin menyeramkan, bahkan pancaran matanya penuh dengan gejolak amarah.


"Lalu, bagaiman dengan istrimu, Darren? bukankah kita masih Bis..." ucapan Ivan berhenti. ia menelan salivanya susah payah karena melihat tatapan tajam dari Darren.

__ADS_1


"Dia sudah berkhianat. jadi untuk apa lagi aku mencarinya? Cih! Dia memang wanita murahan" ucap Darren ia mencengkram erat kemudi mobilnya.


Ivan mengangkat salah satu alisnya. Dalam hati ia terkekeh geli melihat kemarahan Darren hanya karena seorang wanita.


" Sepertinya kamu memang sudah jatuh cinta dengannya. Darren, seandainya kamu mengungkapkan per..." lagi - lagi ucapan Ivan terhenti dan tubuhnya mulai merinding karena tatapan kejam Darren.


" Sampai mati pun aku tidak akan pernah mencintainya, apalagi untuk mencinta wanita pengkhianat seperti dia." ucap Darren sinis.


"Pengkhianat? bukankah dia belum lama di kota ini Darren? jadi menurutku dia tidak mungkin akan berkhianat atau pun berselingkuh dengan pria lain" ucap Ivan.


" Kenapa kamu justru membelanya Van?" ucap Darren terlihat kesal.


"Aku tidak........"


"KELUAR!!" bentak Darren.


"Darren, kamu jangan bercanda dong! nanti aku pulangnya bagaimana?." tanya Ivan memelas.


Ivan menghembuskan napas panjang. Akhirnya dia pun keluar dari mobil Darren. Ivan menggelengkan kepalanya dia pun berkata " Aku harap kamu secepatnya bisa mengakui perasaanmu sendiri Darren." lirih Ivan.


Setelah Ivan keluar dari mobilnya, Darren melajukkan mobilnya dengan kecepatan tinggi. sepanjang perjalanan sumpah serapah keluar dari bibirnya. " Bodoh kamu Darren! bisa - bisanya kamu menaruh perasaan pada wanita seperti dia," gumam Darren matanya memerah seiring dengan rasa marah yang semakin membuncah di hatinya.


"Arrghhhhhh!" Darren menepikan mobilnya di jalanan yang sepi. ia menunduk dan menjambak rambutnya sendiri.


" Kenapa kamu melakukan ini padaku Ran?, sial! kenapa aku baru menyadari perasaanku ketika dia pergi?" geram Darren.


Segala rasa sesak dan juga kemarahan membuncah ruah di hati Darren. perasaaannya benar - benar campur aduk, hingga tanpa sadar air matanya turun dan membaasahi pipinya.


"Zivanna Kirannia, Aku......, aku mencintaimu." lirih Darren pilu.


Darren marah, ia kecewa pada Kiran dan juga dirinya sendiri. Darren sangat menyesal, tetapi sayangnya semuanya sudah terlambat. Kiran menghilang begitu saja tanpa mengatakan apa pun.


" Apa sesakit ini, yang dirasakan Kiran ketika aku memgabaikannya? Apa rasanya seperti ini, ketika aku bersama wanita lain di depannya?" rancau Darren. matanya tampak sembab dan wajahnya pun mulai memerah. bahkan kini, langkah kakinya pun gontai persis seperti orang tengah yang mabuk.

__ADS_1


" Kamu kenapa Darren? kamu mabuk lagi, hm?" tanya Helena. meski kecewa pada Darren, tetapi ia tidak tega melihat penampilan putranya yang terlihat berantakan.


"Mah...., sekarang Kiran telah pergi. dia meninggalkan aku bersama pria lain," lirih Darren tatapannya begitu sendu dan menyedihkan. Hingga membuat helena semakin tak tega.


Helena perlahan - lahan mendekati Darren, ia mengusap pipi Darren sambil tersenyum. " Kiran tidak mungkin melakukan hal seperti itu Darren! percayalah sama mamah Ya!" kata Helena. tentu saja Helena tidak percaya yang di ucapkan oleh Darren.


" Apa mamah pikir sekarang aku sedang berbohong? Demi Tuhan ma! Kiran telah meninggalkan aku sendirian." ucap Darren. rasanya ia begitu frustasi ketika mamahnya sendiri tidak mempercayai ucapannya.


Helena terdiam, ia melihat tatapan penuh frustasi dan dari pancaran mata Darren. hati Helena tersentuh, perasaannya mendadak tak karuan. sebab baru kali ini ia melihat Darren yang tampak kacau dan tidak berdaya.


"kamu tenang dulu! Darren, jangan marah - marah seperti ini, Darren. kamu...."


"Aku marah Ma! Aku kecewa dengan Kiran. kenapa dia pergi ketika aku mulai mencintainya? kenapa Ma? Apa ada yang kurang dariku hingga Kiran memilih yang lain?" tanya Darren sambil menundukkan kepalanya.


Suara Darren terdengar begitu parau. bahkan sesekali isak tangisnya terdengar. melihat putranya menangis, Helena pun tak kuasa menahan diri. Helena beranjak langsung memeluk Darren dengan erat. ia mengusap punggung sang putra yang jauh lebih tinggi darinya. " Kiran tidak mungkin selingkuh Darren, mama yakin dia sedang menenangkan dirinya. jangan khawatir. Kiran pasti akan kembali." lirih Helena dengan lembut.


"Wah - wah sejak kapan Darren Wijaya pandai merajuk seperti ini?" tanya Daniel yang baru saja keluar dari kamarnya. dia begitu terkejut melihat kakaknya sedang menangis di pelukkan Helena.


"Daniel Diam! kamu jangan membuat masalah yang lain!" ujar Helena sambil menatap penuh peringatan kepada kedua putranya tersebut.


Namun, bukan Daniel namanya kalau tidak bisa membuat Darren marah padanya. setelah mendapatkan peringatan dari Helena, alih - alih diam Daniel justru semakin gencar menggoda kakaknya.


"Bagaimana rasanya di tinggal Kiran, Kak Darren? Hahaha pasti rasanya sangat menyenangkan kak Darren? tanya Daniel sekali lagi. ia terkekeh sambil duduk di sofa.



Nih visual Daniel ya cheu, yang suka usil sama kakaknya sendiri😁



*****Kalau ini Visualnya Ivan sekaligus sahabat Darren yang paling dia percaya.


Jangan lupa like, komen dan votešŸ¤—***

__ADS_1


__ADS_2