
"Yeah... akhirnya Novel author yang kedua tamat juga🤗 Sekali lagi saya sebagai penulis MP (Menikahi Pembantuku) sangat berterima kasih kepada para reader yang sudah sangat setia meluangkan waktunya membaca karya abal - abalku ini. Much Love😗Tapi tenang aja, habis ini author akan buat extra partnya Kok.
Jangan lupa juga ya author cuma minta sama kalian tekan tombol likenya dong. Yuk lah segera kasih komentarnya juga ya....
Happy Reading semuanya.....🤗🤗🤗
...****************...
Setelah percakapan yang cukup menguras emosi. Kini Arya mengajak Luna untuk menjauh dari para orang tua.Ia membawa Luna berbincang - bincang di halaman belakang.
"Bagaimana perasaanmu sekarang, hm?" tanya Arya. Ia berhadapan dengan Luna sembari mengenggam kedua tangannya.
"Deg - degan, Mas. Tapi aku sangat bahagia sekali. Terima kasih ya Mas. Kamu sudah bertahan sejauh ini.Padahal dulu aku sering banget bikin kamu tuh marah," ujar Luna matanyapun berkaca - kaca. Ia tidak kuasa menahan haru.
"Seharusnya Mas yang berterima kasih Lun. Rasanya sangat bahagia sekali karena kamu sudah mau memilih Mas, sebagai suamimu. Sekali lagi terima kasih banyak sayang. I Love You!" Balas Arya sambil menarik Luna ke dalam pelukannya.
"I Love you too, Mas. Tetap jadi Mas Arya yang seperti ini ya. Jangan berubah - ubah! Dan jangan melirik ke arah wanita lain karena mungkin aku tidak akan bisa hidup tanpamu." ucap Luna.
"Demi Tuhan, Lun. Hanya akan ada kamu dan anak - anak kita kelak di hati Mas. Tidak ada yang bisa menggantikannya."
"Janji ya?"
"Iya sayang, Mas janji. Apapun yang terjadi hanya kamu satu - satunya. Kamu yang akan menjadi Istiri Mas selamanya."
Air mata Luna pun luruh, setelah sekian lama. Akhirnya ia bisa memiliki Arya seutuhnya. Hatinya menghangat, ia benar - benar bahagia.
"Aku mencintaimu, calon suamiku." bisik Luna sambil menyandarkan kepalanya pada dada bidang Arya.
Sementara itu Darren dan juga Kiran pun sedang berbincang - bincang.
"Mas, sekarang kan Daniel dan Citra sudah menikah dan sebentar lagi Luna juga akan menikah? Menurut Mas, baiknya gimana? Apa kita akan tetap tinggal di sini atau kita kembali ke rumah kita?" tanya Kiran saat ia dan Darren sedang berada di taman halaman depan. Keduanya sedang duduk santai menikmati waktu berdua yang jarang sekali mereka rasakan.
"Kamu maunya gimana? Tapi sebenarnya aku sudah pernah membicarakan hal ini sama Ayah,"
"Lalu tanggapan Ayah bagaimana, Mas? Ayah tidak keberatan kalau kita tinggal di sini, kan?" tanya Kiran penasaran.
Darren menggeleng lalu berkata, "Ayah Bahkan menyuruh kita untuk menjual rumah kita saja, Ran. Dia bilang lebih baik kumpul di satu rumah saja." jawab Darren.
__ADS_1
"Benarkah? Tapi rasanya aku nggak enak, Mas. Aku takut, jika nantinya kita akan merepotkan yang lain," ucap Kiran.
"Nggak usah berpikiran begitu, Ran. Dulu aku juga sempat mikir kaya gitu. Tapi setelah aku mengutarakan niat untuk pindah,Mama justru malah menangis. Dia bilang kita tidak boleh pindah,"
"Kalau begitu kita akan tetap tinggal di sini terus, Mas?" tanya Kiran lagi.
"Apa boleh buat. Lagi pula aku akan tenang kalau kita tinggal di sini, Ran. Jadi kamu ada yang menjaga," ujar Darren, sambil mengacak rambut Kiran lalu tersenyum manis.
Melihat senyuman Darren yang begitu memabukkan, Kiran mengangguk. Ia sendiri pun sangat senang bisa tinggal di rumah Kenzo yang sangat besar dan ramai itu.
Kiran meraih tangan Darren dan mengenggam nya lembut.
"Mas janji ya... apapun yang terjadi nantinya kamu tidak boleh meninggalkan aku! Kamu harus selalu ada di sisiku dan juga anak - anak kita,"
"Aku janji, Sayang. Apapun yang terjadi nanti, aku akan selalu bersama denganmu dan di samping anak - anak kita," ucap Darren penuh keyakinan.
...*****...
Akhirnya hari yang di tunggu - tunggu Arya dan Luna pun tiba. Kini di depan sanak saudara dan juga petugas KUA. Arya melakukan akad nikah.
Sementara Luna, ia duduk di samping Arya sembari menundukkan kepala nya. Sejak tadi, matanya tak henti - hentinya berkaca - kaca karena perasaan haru dan juga bahagia. Luna sangat senang karena dirinya akan menjadi Istri dari Arya Kusuma, pria yang sangat ia cintai.
"Istriku, selamat datang di kehidupan Mas, sayang," lirih Arya sambil mengecup pelan dahi Luna.
"Y...Ya. Selamat datang juga, Suamiku," ujar Luna dengan suara yang terbata - bata karena menahan tangis.
Suasana menjadi begitu haru. Bahkan Laras, Putri dan juga Helena tak kuasa menahan tangisnya. Mereka sangat senang melihat kebahagiaan yang terjadi antara Arya dan juga Luna.
Selain itu raut lega terpancar dari wajah Alex, Kenzo, Darren dan juga Daniel. Selain senang karena melihat Luna menikah, tetapi juga karena rasa aman dan tenang.
"Aku sangat senang, Mas. Karena semuanya akhirnya berakhir dengan baik, Mas. Sekarang keluarga kita terasa begitu lengkap," ucap Kiran yang sedari tadi sudah meneteskan air mata.
"Aku juga Ran. Aku juga tidak menyangka, karena kesalahan satu malam, aku bisa mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa seperti ini," balas Darren. Ia merengkuh pundak Kiran lalu mengecup pelipisnya.
"Semua sudah di takdirkan, Mas. Aku juga tidak menyangka bisa menjadi bagian yang terpenting dalam hidupmu," ucap Kiran.
"Semoga kita selalu tetap seperti ini, Ran. Selalu bahagia dan di kelilingi oleh orang - orang yang baik,"
__ADS_1
"Amin, Mas." balas Kiran. Ia memeluk Darren lalu mengusap air matanya.
Kini semua orang berbahagia. Tidak ada lagi masalah yang besar yang dulu hampir menghacurkan keluarga. Sekarang semuanya sudah baik - baik saja dan penuh dengan kedamaian.
"Seribu kali berterima kasih pun rasanya masih tidak cukup, Hel. Terima kasih ya, kamu sudah bertahan sejauh ini untuk saya dan keluarga kita."
"Sama - sama, Mas. Dan terima kasih juga karena dulu kamu sudah mau menantiku," balas Helena. Ia tersenyum manis sambil menyalami tangan Kenzo.
"Mungkin ini terlalu cepat, Cit? Tapi berjanjilah kepadaku kamu tidak akan pernah pergi dariku! Sekali lagi kamu jangan pernah pergi meskipun nantinya kita akan menemui masalah yang besar," ujar Daniel setelah ia melihat Ayahnya yang mengutarakan perasaannya pada Mamanya itu.
"Aku berjanji padamu, Mas. Aku pasti akan selalu tetap ada di sampingmu, selamanya." sahut Citra yang langsung memeluk Daniel.
Semuanya pun berpelukkan sambil menangis penuh kebahagiaan. Meski masalah sepenuhnya belum benar - benar berakhir, tetapi mereka senang. Setidaknya hati mereka lebih kuat dan tabah jika seandainya nanti ada masalah yang jauh lebih besar.
"Lihatlah, Ran! Semua orang menangis karena bahagia. Dan rasanya aku pun tak sanggup untuk menahan diri," kata Darren matanya mulai memanas dan berkaca - kaca.
"Kamu benar, Mas.R...Rasanya aku sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari hidupmu dan keluarga ini. Sungguh, Mas! Aku bahagia menjadi Istrimu."
"Begitu juga denganku, Ran. Aku juga sangat beruntung sekali bisa memiliki istri yang sangat luar biasa sepertimu."
Kiran tersenyum manis. "Aku sangat mencintaimu,Mas. Kamulah hidupku,"
"Aku jauh lebih mencintaimu, Ran. Sekali lagi terima kasih banyak karena sudah bertahan untukku,"
"Sama - sama, Mas."
...- TAMAT - ...
...**********************...
Begitulah kehidupan. Barang siapa yang bersabar dan berbuat baik. Maka akan mendapatkan hadiah yang indah dari yang maha kuasa. Begitu pula sebaliknya, barang siapa yang jahat, maka akan mendapatkan balasan yang setimpal dan tidak terduga.
Tetaplah berbuat baik meski sekecil apapun itu.
Terima kasih banyak karena sudah setia menemani perjalanan 'Menikahi Pembantuku' sampai sejauh ini. Dan Maaf banget jika terlalu banyak hal yang mengecewakan. Dan maaf juga jika endingnya tidak sesuai dengan harapan kalian semua.
Sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih untuk kalian semua. Jangan bosan - bosan untuk terus mengikuti karya Dwiezy ya...
__ADS_1
Cukup sekian ya dan terima kasih semuanya. Menikahi Pembantuku resmi tamat Dan jangan lupa tungguin Extra Partnya ya segera meluncur hehe...
Terima kasih sudah membaca dan maaf jika masih banyak typho.