Menikahi Pembantuku

Menikahi Pembantuku
Kebahagiaan Besar


__ADS_3

Sekilas info : STOP....✋ Para readerku yang masih setia dengan cerita ini, author mohon kasih tombol likenya dong😢 jangan pelit - pelit atuh😔 Udah menjelang beberapa episode terakhir ini😭😭


Yuk berikan dukungannya juga dengan cara kasih sajen vote dan hadiahnya. Kira - kira ada nggak ya yang mau ngasih, author maksa nih. Satu hal lagi yang paling penting jangan lupa berikan komentar yang banyak yah...🤗


Happy Reading Semuanya....🤗


"Kamu bahagia, hm?" tanya Daniel sambil menatap lekat wajah Citra.


Citra menunduk, ia tersipu malu karena sedari tadi Daniel terus menatapnya. Meski sudah cukup lama mengenal Daniel, tetapi Citra masih merasa gugup. Apalagi saat ini, ia dan suaminya itu hanya berdua di dalam kamar.


Memang saat ini Daniel dan Citra sedang berada di dalam kamar. Selepas resepsi yang cukup menguras tenaga dan Daniel langsung mengajak Citra untuk beristirahat.


"Kenapa nunduk begitu? Kamu malu, Cit?" tanya Daniel lagi. Kini tangannya terulur dan menyentuh pipi Citra yang sudah bersih dari make up.


"A...aku nggak malu, Mas. Aku hanya sedang gugup saja," jawab Citra tanpa menatap Daniel. Ia terlalu gugup hanya untuk membalas tatapan kedua mata Daniel.


"Itu sama saja, sayang," Daniel terkekeh pelan. Setelah itu, ia menangkup ke dua pipi Citra.


Tatapan Daniel yang begitu intens membuat Citra larut dan terbuai.


"Kamu cantik sekali, Cit. Rasanya aku semakin jatuh cinta kepadamu," bisik Daniel yang sukses membuat Citra berbunga - bunga.


"A...aku juga, Mas. Rasanya aku semakin jatuh cinta setiap kali melihatmu," balas Citra.Kali ini ia memberanikan diri menyentuh dada Daniel.

__ADS_1


Daniel tersenyum manis mendapatkan pengakuan dari Citra benar - benar membuatnya bahagia.


"Rasanya aku sudah tidak sabar ingin memilikimu seutuhnya, Cit. Kamu benar - benar membuatku tidak bisa berpaling," kata Daniel. Ia merengkuh tubuh Citra dengan mesra.


Citra tidak membalas ucapan dari Daniel. Saat ini ia justru tengah tenggelam dalam pikirannya. Tatapan mata Citra tampak kosong, bahkan nyaris berkaca - kaca. Perasaan salah yang begitu besar mulai merasuk ke dalam hatinya.


"M...Mas. Maaf"


Daniel mengernyitkan dahi. Ia heran karena Citra tiba - tiba saja meminta maaf padanya.


"Minta maaf untuk apa, Cit? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun"


Citra menggeleng pelan. Ia menunduk kemudian berkata, "Maaf karena aku tidak bisa menjaga diriku dengan baik.Maaf karena aku sudah tidak pe...." ucapan Citra terhenti. Ia terdiam karena Daniel tiba - tiba saja mengecup bibirnya.


"T...tapi, Mas?"


"Sayang, jangan membuat malam pertama kita menjadi buruk!"


Mendengar kata 'Malam Pertama' pipi Citra sontak bersemu merah. Ia merasa malu, apalagi saat Daniel perlahan - lahan membaringkan tubuhnya ke atas ranjang.


"M...Mas. Sepertinya aku mau pergi ke kamar mandi," ucap Mira terbata. Ia benar - benar gugup karena jaraknya dengan Daniel nyaris tidak ada.


"Jangan coba - coba menghindar dariku, Cit! Kamu tahu sudah berapa lama aku menahan diri untuk ini, hm?"

__ADS_1


"Mas....." ucapan Citra terhenti. Ia membelalakan matanya saat Daniel mulai mengecup bibirnya. Namun, berbeda dari sebelumnya kini Daniel juga ******* bibirnya.


Citra tidak mampu untuk berkata apa - apa. Ua lebih mebgalungkan kedua tangannya pada leher Daniel. Dengan perlahan - lahan, ia pun mulai membalas ******* bibir Daniel yang membuatnya begitu terbuai.


"Aku juga mencintaimu, Mas." balas Citra dengan tersenyum manis lalu memejamkan mata saat Daniel mulai bergerak aktif di lehernya.


Lenguhan demi lenguhan keluar dari bibir Citra. Oleh karena itu Daniel pun semakin bersemangat memainkan bagian sensitif Citra.


Setelah merasa puas bermain di sekitar leher. Daniel menatap Citra, tatapan matanya begitu sayu saat beradu pandang dengan Citra.


"Lakukanlah, Mas. Malam ini dan seterusnya aku milikmu,"


Setelah mendapatkan izin dari Citra, Daniel tersenyum tipis. Dengan penuh hati - hati ia mulai membuka satu persatu pakaian yang di kenakan oleh sang Istri.


Setelah semuanya terlepas mata Daniel semakin sayu. Gelombang gairah yang begitu membara, membuatnya tidak bisa berlama - lama memandangi tubuh indah Citra.


"Kamu sangat indah, Cit. Aku sangat mencintaimu," bisik Daniel kemudian melampiaskan semua yang selama ini terpendam.


Bersambung..


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk selalu like, komen, vote dan juga hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2