
Halo..halo selamat pagi para readerku🤗 Ingat yah tekan tombol likenya jangan pelit - pelit yah hehehe. Ingat perbanyak juga kolom komentarnya. Eitzzz yang paling penting tentu saja untuk memberikan sajen vote dan hadiahnya jug ya. Author tungguin loh😁
Happy reading semuanya.....🤗
"Daniel kemana, Ma?" tanya Darren sambil menggendong Arka.
"Kamu kayak nggak tahu pengantin baru aja deh, Darren. Tentu saja Daniel ada di kamar bersama dengan Citra." jawab Helena.
"Kamar? Astaga, padahal ini baru jam delapan malam. Daniel benar - benar nggak sabaran" ucap Darren sambil terkekeh geli.
"Halah kayak kamu sabar aja, Darren" balas Helena. Ia hendak mengambil alih Arka tetapi di cegah oleh Kenzo yang baru saja datang dari ruang keluarga.
"Biarkan Arka sama Darren, Hel. Kamu temani saya istirahat ya," ujar Kenzo yang memang wajahnya terlihat begitu letih setelah menyambut tamu yang cukup banyak.
"Baiklah, ayo!" Ajak Helena sambil merangkul lengan Kenzo
Melihat Kenzo dan Helena berjalan menuju kamar. Darren pun berteriak, "Ingat, Yah! Jangan membuat bayi lagi. Biarkan yang muda - muda saja yang memberimu bayi!"
"Berisik, Darren!" Jawab Kenzo tanpa menatap Darren.
Darren terkekeh geli setelah itu pun dia berjalan menuju ke kamarnya. Rencananya ia juga ingin beristirahat bersama dengan Kiran.
Namun, sesampainya di kamar ia justru di suguhkan dengan pemandangan yang begitu 'Menggugah Selera' Darren begitu 'semangat' saat melihat Kiran yang hanya memakai daster pendek dan sedikit menerawang.
"Sepertinya kita tidak bisa beristirahat deh, Ran" kata Darren sembari membaringkan Arka yang tertidur di box bayi.
"Loh, memangnya ada acara apalagi, Mas? Bukankah semuanya sudah selesai?" tanya Kiran. Ia menatap aneh ke arah Darren.
__ADS_1
"Acaranya memang sudah selesai, Tapi....." Darren tersenyum nakal sembari mendekati Kiran.
"T...tapi, Mas?"
"Tapi kita harus berolahraga sebentar untuk menenangkan 'dia' yang sudah tegang sejak tadi," bisik Darren sembari menggendong Kiran dan membaringkannya di atas ranjang.
"T..tapi, Mas?"
"Sssst, jangan berisik, Sayang. Nanti Arka bangun dan menganggu olahraga kita," ujar Darren.
Kemudian di mulai lah petualangan Darren yang tidak pernah padam saat bersama dengan Kiran. Keduanya begitu menikmati dan terbuai satu sama lain.
"Rasanya aku tidak pernah puas, Ran. I Love You,"
"I Love You too, Mas."
Selang satu minggu setelah pernikahan Daniel dan juga Citra yang diadakan secara besar - besaran oleh Kenzo. Kini keluarga Arya telah datang di kediaman Alex begitu juga keluarga Kenzo untuk membahas tanggal pernikahan Arya dan Luna.
Arya begitu bersemangat, bahkan ia meminta pada Alex untuk menikahkannya dengan Luna dua minggu lagi. Namun, tentu saja Alex menolak. Memangnya menyiapkan pernikahan itu mudah?
"Tidak bisa begitu, Ar. Saya tidak bisa kalau di adakan terlalu cepat. Bagaimana kalau satu bulan lagi?" tanya Alex. Ia memberikan solusi untuk Arya.
"Satu bulan itu terlalu lama, Yah. Bagaimana kalau tiga minggu lagi? Saya rasa itu waktu yang cocok saya dan Luna menikah,"
Alex menghembuskan nafas panjang. Ia menatap Pandu dan Lesti bergantian untuk meminta bantuan. Namun justru Pandu juga mengangkat bahunya tak acuh. Sejujurnya, Pandu pun tak bisa mengagalkan niat Arya yang sudah kelewat menggebu gebu itu.
"Begini, Ar. Menyiapkan pernikahan itu tidak mudah. Butuh banyak persiapan kata Kenzo. Ia masih mencoba membujuk Arya.
__ADS_1
"Apanya yang banyak sih, Om? Saya maunya kan menikah dengan Luna itu yang biasa aja. Tidak perlu mewah yang penting sah. Iya kan, Sayang?" tanya Arya menatap Luna yang kini tampak tersipu malu.
"B..Benar Om, tidak usah mewah - mewah seperti Bang Daniel. Aku mintanya yang sederhana saja," ujar Luna yang sukses membuat Alex dan Kenzo terdiam.
Kini, Alex tidak mengelak.Mau tak mau ia harus menuruti permintaan sang putri tercintanya itu. Apalagi sedari tadi pun Putri dan Helena sudah memberikan kode padanya untuk segera menyetujui keinginan Arya.
"Jadi bagaimana, Yah? Tidak masalah kalau pernikahan ini di percepat, kan?" tanya Arya lagi. Kali ini ia menatap Alex penuh dengan harap.
Sejujurnya bukan Arya yang tidak sabaran. Ia sendiri sebenarnya menginginkan pernikahan yang mewah dan mengundang banyak orang.Hanya saja, ia takut akan merepotkan keluarganya atau pun merepotkan keluarga Alex. Apalagi dengan pekerjaannya yang begitu super sibuk dan terkadang mengharuskan dirinya untuk sering berpergian. Ia pun sepertinya tidak mempunyai waktu untuk mengurusi pernikahannya.
Alex diam sejenak. Ia menatap Arya lalu Luna. Bagi Alex rasanya cukup berat melepaskan Luna untuk Arya.Namun, sebagai orang tua ia tidak melarang Luna untuk menikah.
Setelah berpikir panjang, Alex pun akhirnya mengangguk. " Baik. Kalau kalian memang ingin seperti itu. Jika tanpa resepsi dan lain - lain, saya rasa pernikahan ini bisa di lakukan dalam waktu satu minggu lagi," ujar Alex.
Arya dan yang lainnya pun sontak membelalakan mata. Tidak ada yang menyangka jika Alex akan mempercepat pernikahan Arya dan juga Luna.
"Mas, kamu serius?" tanya Putri. Ia tersenyum begitu manis sembari menatap Alex.
"Ya, saya pikir lebih cepat lebih baik. Biar saya juga nggak banyak pikiran terus," jawab Alex sambil meyunggingkan senyuman tipis.
Mendengar jawaban dari Alex, semua orang yang hadir tersenyum lega. Semuanya senang karena pada akhirnya Arya dan juga Luna akan segera menyusul pasangan Daniel dan juga Citra.Tidak lama lagi tepatnya tujuh hari yang akan datang, Arya akan menikahi Luna secara sah di mata hukum dan agama.
Bersambung...
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.
__ADS_1