Menikahi Pembantuku

Menikahi Pembantuku
Bayi laki - laki


__ADS_3

Darren melepasakan pelukkan Daniel. Kemudian bertanya " Bagaimana dengan pelakunya? Apa Vanesha terlibat, Niel?"


Daniel menghela napas pelan. Ia menggeleng lalu membalas tatapan Darren. dan berkata, " ada yang aneh dengan rekaman Cctv, Kak. Di bagian kamar mandi rekamanannya rusak. Sepertinya ada seseorang yang sengaja merusak atau bahkan menghapusnya," jawab Daniel.


"Apa? Tapi aku yakin betul Vanesha terlibat, Niel. Lalu kamu tahu siapa yang sudah merusak rekaman itu?" Tanyan Darren lagi. Hatinya mendadak geram saat mendengar jawaban Daniel.


" Aku juga tidak tahu, tapi yang jelas tadi Kevin datang ke tempat Danu. Entah darimana dia tahu, tapi yang jelas sekarang aku mencurigainya."


" Sialan! kalau memang benar Kevin yang sudah merusak rekaman itu. Maka tunggu saja nanti! Aku tidak akan memaafkannya," ucap Darren dengan bersungguh - sungguh.


"Kamu tenang saja, Kak. Aku akan mem....."


Ceklek!


Daniel menghentikkan ucapannya ketika mendengar suara pintu terbuka. Ia dan juga Darren reflek berdiri lalu mendekati Dokter Hendra.


"Bagaimana, Dok? Anak dan istri saya baik - baik saja, kan? tanya Darren. Hatinya harap - harap cemas menanti jawaban Dokter Hendra.


Dokter Hendra menghela napas lemah. Namun, setelahnya ia tersenyum tipis menghadap Darren. Dan berkata " Anak anda laki - laki, Pak Darren. Tapi sayang kondisinya masih lemah. Dan masih membutuhkan perhatian dan pemeriksaan lebih," jawab Dokter Hendra.


" Lakukan apapun yang terbaik untuknya, Dok. Jangan biarkan anak saya kenapa - kenapa!" kata Darren.


"Tentu saja, Pak. Saat ini anak anda sudah berada di ruang NICU dan mendapatkan perawatan ekstra."


Darren mengangguk lemah " Lalu bagaimana dengan keadaan istri saya, Dok? Dia baik - baik saja, Kan?"


"Maaf, pak. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun, untuk saat ini kondisi istri anda dinyatakan kritis,"

__ADS_1


Darren limbung, Kakinya seolah tidak bisa berpijak saat mendengar ucapan dari Dokter Hendra. Kritis? Itu artinya keselamatan Kiran terancam. Darren mengepalkan tangannya erat Ia tidak mampu membayangkan bagaimana jadinya jika Kiran benar - benar pergi meninggalkannya.


"Tapi masih ada kemungkinan untuk sembuh, kan, Dok? istri saya pasti akan sembuh, kan?" tanya Darren. Ia menatap tajam ke arah Dokter Hendra.


"Tentu saja ada Pak. Hanya saja presentasinya sangat kecil," kata Dokter Hendra. Ia cukup prihatin saat melihat kondisi Darren yang cukup berantakan.


Darren terduduk lemas di kursi tunggu. Matanya terlihat semakin sembab. Wajahnya pun tampak begitu frustasi setelah mendengar semua penjelasan dari Dokter Hendra.


Daniel yang melihatnya pun hanya bisa menghela napas pelan. Ia memejamkan mata sejenak lalu mendekati Dokter Hendra. Daniel tersenyum tipis lalu berkata "Lakukan yang terbaik untuk kesembuhan Kakak ipar saya, Dok!"


" Baik, Pak. Kalau begitu saya permisi dulu," ujar Dokter Hendra. Ia tersenyum tipis kemudian berjalan meninggalkan ruangan operasi.


Daniel berbalik, Ia menatap Kakaknya yang tengah menunduk sembari bertumpu pada kedua tangan.


"Kak Darren, lebih baik sekarang kamu ganti baju dulu. Tenangkan pikiranmu," kata Daniel. Ia begitu iba melihat kondisi kakaknya yang sangat berantakan.


" Aku tidak bisa meninggalkan Kiran, Daniel. Bagaimana kalau tiba - tiba dia pergi? Tidak! aku tidak akan meninggalkannya," kata Darren. Tatapan matanya mendadak tajam dan menghunus ke arah Daniel.


"Tapi kamu juga butuh istirahat, Kak Darren. Setidaknya gantilah pakaianmu agar lebih layak lagi. Kalau kamu begini nanti Kiran juga akan ikut sedih, Kak." balas Daniel


Darren mendongak,sorot matanya begitu datar dan terlihat kosong. Seolah - olah tidak ada lagi semangat hidup yang ada pada dirinya.


" Lalu siapa yang akan menjaga Kiran nanti? Dan siapa yang akan menjaga anakku, Kalau aku pergi dari rumah sakit?" tanya Darren. Suaranya mengalun rendah dan sedikit menyeramkan bagi Daniel.


"Ada aku yang menjaga mereka. Aku janji tidak akan pergi sebelum kamu kesini," jawab Daniel dengan bersungguh - sungguh. Tatapan matanya pun begitu serius ketika beradu pandang dengan Darren.


" Tapi aku tetap tidak bisa, Niel. Aku takut Kiran sedih kalau aku tidak ada di sini. Ya Tuhan padahal aku dan Kiran baru saja berbaikan.Tapi kenapa semuanya justru begini?" Darren meratap. ia mendongak dan menatap langit - langit lorong rumah sakit.

__ADS_1


"Kendalikan dirimu, Kak Darren. Semuanya akan baik - baik saja. Sekarang kamu pulang dan ganti baju. Aku yang akan menunggu Kiran," balas Daniel sambil menepuk pundak Kakaknya beberapa kali.


" Tapi, Daniel....."


" Tidak ada tapi - tapian. kamu tahu? Sebentar lagi Mama dan Ayah akan datang. Aku sudah menghubungi mereka, tadi." kata Daniel ia tersenyum manis untuk menenangkan Kakaknya yang tengah kacau.


"Mama pulang?" tanya Darren


" Ya, Ayah dan Mama sekarang sedang dalam perjalanan. Aku yakin nanti malam mereka pasti sampai," jawab Daniel.


Darren menghembuskan napas panjang ia merasa lebih lega. Setidaknya ia tidak perlu menanggung beban sendirian karena akan ada Kenzo dan Helena.


" Baiklah aku pulang dulu. Tolong jaga istriku dan juga anakku."


"Hm, tapi ingat jangan macam - macam, Kak Darren! Jangan membuatku semakin kewalahan," kata Daniel yang melihat seringai licik di sudut bibir kakaknya.


"Oke." Darren mengacungkan ibu jarinya. Setelah itu ia bergegas meninggalkan Daniel yang menatapnya khawatir.


" Aku yakin, Kak Darren tidak mungkin pulang begitu saja. Dia pasti........," Daniel menggelengkan kepala pelan. Entah apa yang kan di lakukan oleh Kakaknya, yang jelas Daniel berharap semuanya akan baik - baik saja.


" Aku harap Kak Darren tidak melakukan hal bodoh," gumam Daniel.


Darren mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Seringai kejam nan menakutkan yang sedari tersunging di bibirnya pun tak kunjung pudar. Napas Darren memburu seiring dengan rasa marahnya yang semakin memuncak.


"Aku akan membuat perhitungan dengan orang - orang yang sudah membuat istriku terluka." gumam Darren ia mencengkram erat kemudi mobil.


Terima kasih sudah membaca. Maaf kalau masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa, like komen dan vote. Di tunggu komentarnya yah...


__ADS_2