Menikahi Pembantuku

Menikahi Pembantuku
Cemburunya Darren.


__ADS_3

"Hei,bung! kamu di larang masuk kesana! ujar Daniel dengan tegas ketika Arya hampir mermarkirkan mobilnya di pelantaran rumah Kiran.


Arya menaikkan sebelah alisnya. ia menatap datar ke arah Daniel sembari menghadang mobilnya. Arya menghembuskan napas panjang rupanya ia tidak perlu mengejar lagi sosok manusia yang di tunggu oleh Kiran.


"Apa hakmu melarang saya? Asal kamu tahu ya! itu rumah saya," ucap Arya ia membuka pintu mobilnya lalu keluar menghampiri Daniel.


" Ya, tapi tetap saja kamu tidak boleh masuk. Kamu tidak boleh mengganggu Kiran dan Kak Darren!" sentak Daniel ia tersenyum remeh kearah Arya.


" Apa kamu pikir saya sudi untuk menganggu mereka, hm? saya bahkan muak melihat wajah pria gila itu," balas Arya sambil bersedekap.


"Siapa yang kamu bilang gila, ha?" tanya Daniel matanya melotot, tapi tentu saja Arya tidak merasa takut sama sekali.


"Tentu saja suami Kiran, siapa lagi? Ck! dia memang pria gila kan?" tanya Arya. ia menghembuskan napas panjang lalu bersandar di mobil.


Daniel diam beberapa saat. Setelahnya ia berjalan mendekati Arya dan menatap kearah rumah Kiran. "Sepertinya kamu benar. Kakak ku memang terlalu gila dan gengsian. untung saja aku membawanya kesini," sambung Daniel ia langsung bersandar di mobil


"Hm, dan lihatlah Sekarang! Dia membawa Kiran masuk tanpa mempedulikan kita." ucap Arya



Kasihan...😥 Duo ganteng yang diabaikan😅


Daniel menganggukan kepalanya. ia bersedekap lalu berkata "Bagaimana kalau kita berdua mengintip mereka? aku takut tiba - tiba Kak Darren akan menyerang Kiran. ucap Daniel dan terkekeh geli


"Bodoh memangnya kamu pikir, aku pria seperti apa ha? sergah Arya sambil melirik sinis ke arah Daniel.


"Siapa tahu kamu mau mengintipnya, kan lumayan kalau bisa melihat pe...."

__ADS_1


Bugh! satu pukulan mendarat tepat di perut Daniel.


"Benar - benar pria gila yang menjijikan," ujar Arya sembari menatap sinis kearah Daniel.


Sementara di dalam rumah. Darren duduk di sofa sedangkan Kiran tengah membuatkannya minum untuk suaminya tersebut.


"Jadi apa hubunganmu, dengan Arya? Kalian tidak tinggal bersama, kan?" tanya Darren ketika Kiran kembali sembari membawa nampan.


"Kami tidak memiliki hubungan apapun, Tuan Suami? Mas Arya hanya......" ucapan Kiran terhenti.


"Apa kamu bilang? Kamu memanggilnya dengan sebutan 'Mas' Ran? Astaga...., kamu benar - benar jahat" ucap Darren


Kiran mengerjapkan mata beberapa kali. ia menata Darren kemudian berkata " Lalu aku harus memanggilnya apa, Tuan Suami?"


"Panggil dia 'Om' atau apalah itu. jangan memanggilnya seperti itu. Aku cemburu, Ran!" ucap Darren sedikit Kesal.


"Kamu berani memuji pria lain. di depan suamimu sendiri, Ran?" tanya Darren sambil menyunggingkan sebuah seringai.


"E....Eh, memang tidak boleh? kan mas Arya memang tampan. Bahkan aku pernah hampir jatuh cinta dengannya. Karena Mas Arya benar - benar pria idaman," sambung Kiran sambil tersenyum. Matanya pun berbinar - binar saat membicarakan tentang Kiran.


"Kiraaaaannn!!! Suamimu itu aku. Seharusnya kamu memujiku, bukan pria tua itu! kata Darren ia menatap jengkel kearah Kiran.


"Tapi Mas Arya, memang pria idaman Tuan Suami. Dia sangat baik dan perha............"


"Baiklah! terserah kamu saja. Sekarang aku malas berbicara denganmu," tukas Darren sambil beranjak dari tempat duduknya. ia berbalik lalu berjalan menuju keluar rumah.


Kiran mengernyitkan dahi, ia heran melihat Darren yang merajuk dan cemburu. " Sejak kapan dia pandai merajuk seperti itu? Astaga, ini benar - benar mengerikan". gumam Kiran.

__ADS_1


Darren menyumpah serapahi Arya, Hatinya benar - benar tidak terima karena Kiran terus saja memuji Arya tepat di hadapannya."


"Apa bagusnya Arya itu? Dasar Pria tua kurang ajar! tukas Darren sambil bersedekap menatap Arya yang masih berdebat dengan Daniel.


"Tapi kamu juga sudah tua, Tuan Suami. Memangnya kamu tidak Me....." ucapan Kiran terhenti ketika melihat tatapan tajam dari Darren.


"Mau aku hukum, hm?" tanya Darren sambil menaikkan salah satu alisnya.


"H...Hukum apa? aku kan memang tidak bersalah,"


"Kamu memuji pria lain di depanku dan kamu merasa tidak bersalah? Sepertinya kamu memang harus di berikan sedikit pelajaran, Ran." ucap Darren tersenyum licik.


"P...Pelajaran apa..." Kiran menghentikkan ucapannya sembari membelalakan matanya. ia menelan salivanya susah payah ketika melihat tatapan Darren yang tertuju pada bongkahan 'Kenyal' miliknya."


"Sepertinya 'Milikmu' semakin berisi dan menggemaskan. Bagaimana kalau kita sedikit bersenang - senang, hm?"


T...Tidak!!!


***********


Bersambung....


Si manusia Es. bisa cemburu juga rupanya Wkwk. Kira - kira bagaimana tanggapan Shelvi ketika melihat Kiran kembali yah..?


Nantikan terus kisah mereka ya.......!


Terima kasih sudah membaca dan Maaf jika masih banyak typho.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote.


__ADS_2