
**Hai... hai masihkah kalian setia membaca cerita dari author ini jangan lupa kasih komen dan likenya dong๐ jangan pelit - pelit atuh๐ author tunggu hadiah ๐ท dan โ adakah yang mau kasih hehehe
Happy Reading...๐ค**
Melihat pistol di kedua tangan Bima, Kenzo merasa sedikit terkejut. Akan tetapi ia tidak merasa takut sama sekali. Sebab, saat menginjakkan kakinya di rumah Bima, ia sudah siap dengan semua resiko yang akan ia dapatkan. Termasuk jika harus mati di tangan Bima.
"Sebegitu pengecutnya kamu Bima, sampai menggunnakan dua pistol, hanya untuk melawanku?" tanya Kenzo. Langkahnya semakin cepat mendekati Bima.
"J... jangan mendekat, Ken!" Kata Bima tangannya sedikit gemetar karena melihat Kenzo yang begitu berani padanya.
Bima kalut pikiranya bercabang. Ia ingin menyelamtkan dirinya, tetapi ia teringat dengan Cindy yang berada di belakang tubuhnya. sebagai seorang pria tentu dia tidak ingin membiarkan Cindy celaka.
"Pergilah dari sini, Cin! Bawa Kevin dan Niko pergi dari rumah ini." ujar Bima sambil melirik ke arah Cindy.
"Tapi bagimana dengan kamu? Kamu bisa mati kalau kamu ada di sini?" balas Cindy.
"Aku tidak akan mati kalau harus menghadapi Kenzo. Sudah sana pergilah!"
Cindy bersiap pergi tapi baru beberapa langkah, ia justru melihat Niko yang bersiap untuk memukul Kenzo dari belakang. Cindy tersenyum miring ia merasa begitu yakin jika Kenzo akan kalah.
"Mati kau Kenzo!" Teriak Niko sembari mengangkat tangannya dan bersiap menghantam punggung Kenzo.
__ADS_1
Namun, belum sempat memukul, Kenzo dengan sigap berbalik. Kenzo menyeringai, ia menangkap tangan Niko. Setelah itu, Kenzo memberikannya sebuah tendangan yang cukup keras di perut Niko.
"Kamu pikir bisa mengalahkan saya dengan mudah, Nik?" tanya Kenzo mencekal pergelangan tangan Niko. Selain itu ia juga memelintirnya hingga Niko pun mengerang kesakitan.
"Argh!" Niko berteriak kesakitan, namun Kenzo sama sekali tidak peduli. Ia justru mendorong Niko hingga membentur pintu.
Tidak lama setelah itu, Alex muncul dan terkejut sebab mendengar Niko berteriak. Melihat Alex. Kenzo tersenyum tipis.
"Bawa manusia ini pergi dari sini, Lex! Jangan sampai dia bisa kabur!" Perintah Kenzo pada Alex.
"Hei! Apa kau tidak butuh batuanku, Ken?" tanya Alex. Tatapan matanya begitu datar saat menatap Bima.
"Tidak perlu, saya ingin menyelesaikannya sendiri," jawab Kenzo.
"Ya, Ah ngomong - ngomong dimana Bara? Apa dia sudah menghabisi curut kecil itu?" tanya Kenzo yang matanya terus tertuju pada Bima.
"Bara sudah berhasil menemukannya, tapi entahlah apa yang sedang mereka lakukan. Tapi, yang jelas. Bara tidak akan segan untuk menghabisinya,"
"Bagus. Dia memang harus di berikan pelajaran yang setimpal," balas Kenzo ia menyeringai penuh kepuasaan. Apalagi melihat tatapan penuh kemarahan dari Bima.
Setelah berbicara cukup panjang. Alex pun memutuskan untuk langsung membawa Niko pergi. Setelah memastikan Alex sudah pergi. Kini Kenzo kembali mendekati Bima.
__ADS_1
"Apa ada yang ingin kamu katakan sebelum pergi kedunia lain, Bima?" tanya Kenzo ia terkekeh sumbang
"Sial! Jaga bicaramu, Ken!" Bima termakan emosi, nafasnya memburu, begitu pula dengan detak jantungnya yang semakin menggila.
"Apa yang saya katakan itu benar, Bima. Kejahatanmu sudah terlalu banyak di dunia ini, dan kamu juga sudah terlalu banyak menyakiti keluarga saya," ujar Kenzo ia menatap wajah Bima.
"Tapi aku tidak akan membiarkanmu melakukan itu. Aku tidak mungkin kalah dari manusia sombong sepertimu!" Sentak Bima. Ia murka setelah mendengar perkataan dari Kenzo.
"Benar, kami tidak akan membiarkanmu menang dasar laki - laki sombong," sambung Cindy yang tersenyum begitu sinis sehingga membuat Kezo pun semakin murka.
"Sebenarnya saya sangat malas menghadapi ular betina sepertimu. Tapi, sepertinya kamu juga ingin merasakan bagaimana sakitnya penderitaan," kata Kenzo kini tatapan matanya beralih pada Cindy.
Melihat tatapan tajam dari Kenzo. Cindy seketika merasa takut. Tubuhnya langsung merinding dan tangannya gemetar. Cindy tidak pernah menyangka jika Kenzo akan sangat menakutkan jika sedang marah.
"Jaga ucapanmu pada istriku, Ken!" Bima marah tangannya terangkat kemudian memberikan sebuah pukulan pada Kenzo.
Bugh!
Bersambung...
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya.