
**Hay.. hay... kalian yang mau baca Bab ini jangan lupa tinggalkan likenya dong buat author😄 Kalau ada yang mau kasih hadiah 🌷 atau ☕ juga boleh, author bakalan seneng deh. Sajen votenya juga jangan sampai ketinggalan hehe.
Happy Reading semuanya**...
Malam semakin larut. Suasana pun mulai begitu mencekam. Langit tampak gelap gulita dengan sesekali tampak kilat menyambar. Embusan angin dingin seoalah - olah tengah membawakan kabar buruk untuk keluarga Bima.
Kabar buruk yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Malam ini, di temani oleh hujan dan dinginnya suasana. Kenzo dan Bara akan menyelesaikan tugas terakhir mereka.
Keduanya sudah sepakat untuk membalaskan semua perbuatan yang telah Bima lakukan sebelumnya. Meski rasa ragu dan bimbang muncul di hati Kenzo dan Bara, tetapi keduanya sudah bertekad akan menyelesaikannya malam ini.
Saat ini, Kenzo tengah menunggu kedatangan Bara di markas Red Wolf. Sedari tadi ia tampak merenung sembari mengisap rokok yang tersemat di antara dua jemarinya. Selama ini Kenzo jarang sekali menggunakan rokok. Namun, kali ini pikirannya benar kalut. Oleh sebab itu rokok pun menjadi pelariannya.
Kenzo menghembuskan napas panjang. Ia melemparkan putung rokok kemudian menginjaknya.Kenzo berdecak lirih, ia kesal sebab Bara tak kunjung datang. Padahal ia sudah berjanji akan datang lebih dulu dari pada dirinya.
"Persiapannya sudah selesai, Ken. Saat ini kita hanya perlu menunggu kedatangan Bara," ujar Alex yang baru saja mendekati Kenzo. Wajahnya tampak lebam di beberapa bagian. Namun, meski begitu Alex terlihat lebih bersemangat untuk bermain dengan Bima.
"Hm, kamu sudah pastikan kalau malam ini Bima dan keluarganya ada di rumah, kan?" tanya Kenzo tanpa menatap ke arah Alex.
"Kamu tenang saja. Beberapa anak buah kita sudah berjaga di sana. Jadi saya bisa pastikan kalau mereka tidak akan bisa kabur,"
"Baguslah kalau begitu. Kamu tahu, Alex? Sebenarnya saya sudah terlalu lelah untuk menghadapi mereka," keluh Kenzo ia memejamkan mata sembari bersedekap.
"Ya, tidak hanya kamu, Ken. Saya juga merasakan hal yang sama. Dan saya harap setelah ini semuanya selesai," ujar Alex.
"Kalaupun tidak selesai kita harus segera menyelesaikannya, Alex. Jangan sampai Bima membuat kita kewalahan."
"Ya saya tahu, tapi dimana Bara? Kenapa dia belum datang juga?" tanya Alex ia sudah mulai bosan karena Bara tak kunjung menujukkan batang hidungnya.
Kenzo menyugar rambutnya, " Mana saya tahu, mungkin dia sedang menenangkan Diah terlebih dahulu," jawab Kenzo acuh tak acuh.
__ADS_1
Alex menghembuskan napas panjang. Ia bersandar di pilar teras sembari menatap ke arah jalaan. Tidak lama kemudian, orang yang di tunggu pun akhirnya datang.
Alex menghela napas lega, ketika melihat mobil Bara memasuki pekarangan markas Red Wolf. Kenzo yang semulanya duduk pun berdiri. Ia merapatkan jaketnya kemudian bersiap untuk pergi.
"Maaf terlambat tadi Diah sempat down lagi, aku harus membujuknya," ujar Bara. Raut wajahnya terlihat gelisah.
"Hm, lebih baik kita berangkat sekarang. Saya takut mereka tahu rencana kita dan mendadak kabur," balas Kenzo. Ia berjalan mendahului Bara dan juga Alex.
Kenzo memasuki mobilnya kemudian di ikuti oleh Bara dan juga Alex ketiganya memang memilih untuk menaiki satu mobil. Alasannya? Tentu saja agar lebih mudah dan tidak ribet.
Kenzo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang lebih tinggi. Ia tidak mempedulikan Alex dan juga Bara yang mulai ketakutan.
"Dimana Bastian, Alex? Kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Bara untuk mencairkan suasana yang begitu tegang di dalam mobil.
"Bastian, sudah berada di sana sejak tadi. Saya menyuruhnya untuk mengawasi Niko,"
Butuh waktu 15 menit bagi Kenzo untuk sampai di rumah Bima. Ia memarkirkan mobilnya sembarang di luar gerbang.
Kenzo mengepalkan tangannya erat. Seringai kejam tampak terukir di sudut bibirnya. Kini, Kenzo sudah benar - benar bersiap untuk bertarung.
"Kita tunggu aba - aba dari Bastian dulu, Ken. Jangan bertindak ge...." ucapan Alex terhenti seketika, ia menggelengkan kepala pelan saat melihat Kenzo melenggang masuk ke pintu gerbang rumah Bima.
Kenzo tersenyum sinis sembari memberikan kode kepada beberapa anak buahnya untuk ikut . Selain anak buahnya, di antara yang ikut pun ada orang - orang suruhan Pandu.
Malam ini Pandu tidak bisa ikut dengan Kenzo, oleh karena itu, ia hanya bisa mengirimkan anak buah yang di beri senjata lengkap.
"Siapa kalian? Berani sekali masuk ke rumah ini tanpa izin!" Teriak seorang penjaga yang sedang duduk santai sembari menenggak minuman keras.
Kenzo meliriknya sekilas, namun ia sama sekali tidak peduli. Alan justru mendekati langkah kakinya mendekati rumah Bima.
__ADS_1
"Jangan sembarangan masuk kalian! Atau kalau tidak, kami akan membuat kalian menjadi manusia geprek!" Kata orang yang ia yakini sebagai anak buah Niko. Orang tersebut tertawa terbahak - bahak yang kemudian di ikuti oleh rekan - rekan yang lainnya.
Kenzo tersenyum sumbang. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Setelah itu, ia pun mendekati orang tersebut.
"Saya tidak yakin, kalian akan bisa tertawa seperti ini setelah tahu apa yang saya bawa," kata Kenzo.
"Apa maksudmu?"
Kenzo tersenyum miring setelah itu, ia pun menatap ke arah gerbang. Anak buah Bima dan Niko terbelalak. Mereka semua terkejut saat melihat puluhan orang yang sedang berdiri di gerbang.
"Brengsek! Sebenarnya apa mau kalian?" Tanya salah satu anak buah Niko dan juga Bima.
"Katakan kepada majikan kalian, saya datang kesini untuk membuat perhitungan. Saya ingin membalas dendam atas apa yang sudah mereka lakukan," jawab Kenzo sarkastis. Matanya menatap tajam ke arah depan sehingga membuat anak buah Bima mulai ketakutan.
"Kamu masuk dan cepat selesaikan semuanya, Ken. Biar mereka semua aku yang mengurusnya," ujar Alex sembari menepuk pundak Kenzo. Ia tersenyum tipis ketika beradu pandang dengan Kenzo.
"Oke, saya akan menyelesaikannya segera," jawab Kenzo.
"Ya, jangan lama - lama. Karena sebentar lagi polisi akan datang," ucap Alex memperingati Kenzo.
"Hm, saya tahu," jawab Kenzo.
Bersambung...
Nantikan terus kisah mereka ya..!
Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.
__ADS_1