Menikahi Pembantuku

Menikahi Pembantuku
Kekhawatiran Darren


__ADS_3

"Apa - apaan ini Darren? sejak kapan kamu berhubungan dengan Shelvi?" tanya Kenzo sembari melepaskan sebuah koran yang memuat berita tentang Shelvi dan Darren.


" Aku juga tidak tahu Yah. aku saja baru tahu ada berita sialan itu hari ini," balas Darren ia menyugar rambutnya yang acak - acakan. setelahnya ia menyandarkan tubuhnya pada kursi dan memejamkan mata.


"Kamu tahu dampak dari berita ini kan Darren? Helena beranjak dari tempat duduknya ia menghampiri sang putra yang tampak kelelahan.


"Hm, Jika Kiran sampai tahu berita ini dia pasti akan semakin membenciku benar kan, Ma?" Darren menatap malas ke arah mamahnya karena dia sudah lelah memikirkan hal - hal berat selama beberapa bulan ini menganggunya.


Kenzo yang mendengarkan ucapan Darren pun ikut beranjak. ia bersedekap dengan tatapan yang begitu nyalang. " Tidak hanya itu, Darren! nasib perusahaan juga akan terancam jika sampai kau melangkah begitu saja." tutur Kenzo


"Terancam bagaimana maksudmu, Mas? tanya Helena sambil menatap heran kearah Suaminya.


"Nama baik perusahaan akan buruk, jika Darren tak segera mengklarifikasinya. Tapi yang jadi masalah disini adalah, memangnya Shelvi mau memberikan penjelasan?"


"Pastinya Shelvi akan mau,Mas. Bukankah dia juga ikut di rugikan dalam berita bohong tersebut? Nama baik Keluarga Shelvi kan juga bisa menjadi buruk" Sambung Helena.


"Justru dia dan keluarganya sangat di untungkan, Helen. Kamu tahu karena apa? Karena dengan berita seperti ini, maka popularitasnya akan semakin meroket.Dan sebagai hasilnya perusahaan yang di kelola oleh Bara akan semakin berkembang dengan pesat"


"Jadi apa yang harus kita lakukan, Mas? sungguh aku tak keberatan jika usaha Bara bisa semakin berkembang. Tapi aku sangat takut jika Kiran melihat berita seperti ini. Dia sedang hamil, Mas. Dan aku tahu betul bagaimana rasanya hamil tanpa di dampingi suami." lirih Helena dengan mata berkaca - kaca.


Kenzo menatap sendu ke arah Helena. ingatan tentang masa lalunya begitu yang begitu buruk kembali hadir mengisi pikirannya. Kenzo merengkuh tubuh Helena dan mengusap punggungnya dengan lembut. " Saya tahu, Maaf karena pernah membuatmu dalam masa sulit," bisik Kenzo sambil memgecup pelan dahi Helena.


Sementara itu, Darren hanya menatap kosong kearah depan, pikirannya berkecamuk. ia benar - benar tidak tahu harus melakukan apa.


Brak!


Darren dan kedua orang tuanya langsung menoleh kearah pintu. di ambang pintu tampak Daniel yang sedang mengepalkan tangannya. Raut wajahnya pun terlihat menahan kemarah yang amat besar.


Langkah kaki Daniel begitu tegas. matanya menatap lurus kearah Darren yang sama sekali tidak mempedulikan kedatangannya. Sementara Kenzo ia begitu terkejut melihat Daniel mengangkat tangannya dan hampir meninju Darren.


"Jangan memukul Darren, Niel!" ujar Kenzo sambil meraih tubuh Daniel. ia menatap lekat kearah manik mata Daniel.

__ADS_1


"Tapi Kak Darren keterlaluan, Yah. bukankah dia sudah berjanji untuk tidak berhubungan dengan gadis manapun selain Kiran? Tapi kenapa..."


"Sst! itu hanya salah paham Daniel! Darren tidak melakukan apapun. itu hanya berita bohong yang di buat oleh orang yang tak bertanggung jawab. Darren tidak berhubungan sama sekali dengan Shelvi!" ucap Kenzo sambil memegang kedua pundak Daniel.


"Benar begitu, Kak Darren? kamu sedang tidak berbohong pada keluargamu sendiri kan?" tanya Daniel. tatapan matanya masih sinis seperti sebelumnya."


"Apa menurutmu, aku pria pembohong Niel?" Darren bertanya balik. ia menghembuskan napas panjang dan beranjak dari tempat duduknya.


Melihat Darren yang beranjak dan berjalan menjauh dari ruang kerjanya. Helena dan Kenzo pun saling berpandangan. Helena heran, tapi tidak lama setelahnya ia pun menghentikkan Darren.


"Mau kemana kamu, Darren? kita belum selesai membahas ini."


"Menyelesaikan masalah ini Ma. Aku akan mendatangi rumah Shelvi dan meminta penjelasan padanya. karena aku yakin, dua ikut andil dalam masalah ini." jawab Darren


"Jangan gegabah Darren! kalau sampai media massa mengetahui hal ini, maka semuanya akan menjadi rumit. kamu justru akan semakin terjebak dalam permasalahan ini." ucap Kenzo


"Aku tidak peduli! Hari ini juga aku hanya ingin secepatnya menyelesaikan masalah bodoh ini."


"Sabar? Bagaimana aku bisa sabar Niel? apa jadinya kalau Kiran sampai tahu hal ini? Demi Tuhan, sekarang aku tidak keberatan jika Kiran akan membenciku. tapi sekarang dia sedang hamil! Dia pasti sangat menderita, Niel. Aku sangat Khawatir jika sesuatu terjadi pada Kiran" lirih Darren dengan tatapan yang menderita. matanya pun berkaca - kaca seolah ada ribuan kesedihan di dalamnya.




Anggap saja keadaan Darren seperti ini ya cheu 😅


"Sepertinya Darren sangat menderita, Mas. Apa tidak ada cara lain untuk menemukan Kiran?" hati Helena begitu terluka melihat keadaan putra pertamanya.


"Kamu tenang saja saya sudah menyuruh kakakmu untuk mencari Kiran. jangan khawatir! sebentar lagi dia pasti akan di temukan" bisik Kenzo.


Helena mendongak. ia menatap tidak percaya ke arah Kenzo " kamu tidak berbohong kan, Mas? kamu benar - benar mencari Kiran kan?"

__ADS_1


Kenzo tersenyum tipis lalu mengangukkan kepala.


"Jangan ikut menangis Ma! Kak Darren butuh mamah untuk menenangkannya. Kalau mamah juga menangis maka Kak Darren akan semakin menderita." ucap Daniel sambil menatap mamahnya.


Daniel menghembuskan napas panjang. ia menatap iba ke arah Darren. "Demi Tuhan aku tidak akan melepaskan siapa pun yang sudah membuat berita bodoh itu." gumam Daniel dalam hati.


*****


"Bagaimana? semuanya sudah beres sesuai rencana,Kan?" tanya seorang gadis sembari tersenyum manis. Namun di balik senyumannya yang manis terdapat bahaya yang begitu besar.


"Kamu tenang saja. kita hanya perlu menunggu kemarahan Darren. Haha, aku pastikan dia akan menyerah dan memilih denganmu, Shel" balas seorang pria dengan tersenyum sinis.


"Baguslah kalau sampai Darren bertindak gegabah, maka kita bisa menjebaknya. Ah...aku sudah tidak sabar ingin segera memiliki Darren." ucap Wanita tersebut dengan antusias


"Aku pikir kamu perempuan baik - baik. tapi ternyata aku salah besar ya?" sambung si pria sambil terkekeh sinis.


"Sebaik apapun wanita, dia bisa menjadi tidak terkendali jika menyangkut tentang pujaan hatinya."


"Haha terserah kamu saja. Yang terpenting aku senang dengan kerjasama kita. Aku jadi tidak sabar ingin membuat Darren semakin hancur."


"Kamu benar tepat saat Darren hancur dan kehilangan Arah. Maka aku akan datang untuk mengajaknya bersenang - senang."


"Kamu benar - benar wanita licik. Bagaimana kalau orang tuamu tahu?"


"Aku tidak peduli. Ah, lebih tepatnya aku tidak peduli."


*****


"Bagaimana Keadaan Kiran? Kenapa dia bisa tidak sadarkan diri?" tanya Arya yang baru sampai dari rumah sakit. pria tersebut tampak begitu khawatir.


Hari ini, Arya langsung datang ke Rumah sakit karena mendapatkan telepon dari nomor Kiran. Arya pikir Kiran hanya ingin bercerita atau berkeluh kesah seperti biasanya. Namun, dugaannya salah besar. sebab yang menelfonnya adalah Citra.

__ADS_1


__ADS_2