Menikahi Pembantuku

Menikahi Pembantuku
MENIKAHI PEMBANTUKU


__ADS_3

Bab 18# pernikahan#


Pagi harinya di kediaman Aditia terlihat ramai, karna mereka baru saja menyelesaikan pernikahan singkat dan hanya di hadiri oleh beberapa orang ,pernikahan tampa kedua orang tua belah pihak, Aditia dan Irma menikah setelah kejadian semalam iya sudah tekat akan menikahi Irma. Ia yakin dengan pilihan nya sendiri, pernikahan yang cukup singkat yang hanya di hadiri oleh beberapa saksi dan di nikahkan oleh seorang Pendeta sebuah gereja , Aditia tidak ingin memberitahukan kedua orang tuanya karena ingin memberi kejutan terhadap mamanya,

__ADS_1


Irma merasa dirinya sangat berdosa dan bersalah terhadap kedua orang tuanya " mama papa maafin Irma yang durhaka ini Irma harap mama sama papa akan maafin kesalahan Irma " ia menangisi nasipnya yang menikah tampa kehadiran kedua orang tuanya.


Aditia mendekatinya dan memeluknya " kamu tenang saja percaya sama kaka ya tidak usah banya berpikir karna kita sama sama menghadapi kedua orang tua mu" tapi ka bagaimana mereka membenci Irma " Aditia langsung memeluk Irma dan menenangkanya " mulai sekarang ganti nama panggilan kaka " trus Irma panggil apa " panggil mas saja ya" baik mas" jawab Irma malu terlihat mukanya merah ," iya langsung memeluk Adit dengan sangat erat., " Mas tidak ke kantor" tidak sayang kan kita baru menikah jadi mas masih pengen berduaan sama kamu sayang" Aditia langsung mencium bibirnya Irma karna terlalu gemas dengan tingkah polos Irma.

__ADS_1


" mas " bagaimana dengan kedua orang tua mas apa mereka tidak akan marah" marah karna apa sayang""kan kita Nikahnya tidak meminta restu mereka "" walau bagaimanapun mereka kan orang tuanya mas""iya sayang jangan kwatir karna mereka tidak akan marah justru mereka lebih senang kalau mas sudah memiliki pasangan " benaran mas mereka tidak marah"" tidak sayang ya sudah kita istirahat dulu " baik mas" mereka pun mengakhiri obrolan dan mulai tidur. Aditia memeluk erat Irma saat tidur, Irma hanya pasrah karna kini Aditia adalah suaminya jadi iya harus belajar menjadi istri yang baik untuk suaminya,


pagi harinya Aditia terbangun terlebih dahulu, orang pertama yang ia lihat istrinya yang masih tidur dengan ber bantal lengan Aditia" ya Tuhan Terima kasih karna engkau memberi hamba seorang istri yang baik walaupun hubungan ini berawal dari kesalahan tapi hamba mohon semoga rumah tangga hambamu ini bisa bertahan hingga sampai tua" Aditia memeluk Irma dengan erat karena kini dirinya sepenuh miliknya,

__ADS_1


Irma mulai terbangun melihat suaminya memeluk nya dengan posesif" mas " ehh pagi sayang" sapa Aditia " pagi juga mas" kiss dulu sayang biar tambah semangat" memangnya mas tidak semangat" tidak sayang " tampa menunggu lama iya langsung melumut bibir Irma yang sangat manis " emmm hos" mas" Irma tidak bisa nafas " huhh" maaf sayang habis bibir kamu manis bangat " manis gimana sih bukanya mas main nyosor aja" Irma memayumkan bibirnya " mau di cium lagi ni" Irma menutup mulutnya " kamu gamas bangat sayang mas rasanya tidak ingin ke kantor pengen berduaan terus sama kamu" apaan sih mas " ingat mas harus bekerja" iya sayang mas cuman bercanda.


.............. bersambung............. .....

__ADS_1


__ADS_2