Menikahi Pembantuku

Menikahi Pembantuku
Sebuah Pesan


__ADS_3

Citra membelalakan matanya. Senyum malu - malu tersungging di bibirnya ketika dia melihat Arya. "Mbak Kiran kelelahan dan dia pingsan. kata dokter tidak apa - apa kok hanya perlu beristirahat saja." jawab Citra pipinya bersemu merah detak jantungnya Pun menggila. Ya! Citra benar - benar terpesona dengan ketampanan Arya.


"Syukurlah, ngomong - ngomong siapa namamu?" Tanya Arya ia tersenyum tipis sembari menatap Citra.


"N..Namaku Citra"


"Oh, Citra. Kamu yang membawa Kiran kesini. terima kasih Ya" ujar Arya sambil mengedipkan sebelah matanya.


Melihat hal tersebut Citra melotot. bibirnya ternganga dan tenggorokannya tercekat seolah - olah tidak mampu membalas ucapan Arya.


"Eh..iya, sama - sama Mas eh...P..Pak, eh Sayang" ucap Citra sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Setelahnya pipi Citra benar - benar Merona, terlebih lagi ketika melihat Arya terkekeh karena mendengar ucapannya yang begitu ngawur.


"Hahaha kamu lucu sekali."


Setelah puas berbincang dengan Citra, Kini Arya pun menghampiri Kiran. Arya duduk di samping kursi brankar, Arya menghela napas pelan, Wajahnya murung ketika melihat Kiran yang tak kunjung sadarkan diri.


"Maafkan saya karena akhir - akhir ini saya selalu sibuk. Kamu pasti sangat tertekan karena memikirkan suamimu, Kan?" tanya Arya sambil mengenggam kedua tangan Kiran.


Arya tersenyum lembut. tangannya terangkat pelan lalu mengusap pelan pipi Kiran yang semakin berisi. "Suamimu pasti sangat menyesal kehilangan istri sepertimu, Ran. Ah, seandainya bisa, saya ingin sekali menikahimu." ujar Arya yang mampu di dengar jelas oleh Citra.


Seketika itu Citra berubah murung. hatinya yang berbunga - bunga mendadak layu. rupanya ia sudah terlanjur menabur benih harapan saat di gombali oleh Arya tadi.


"Ah, gadis jelek sepertiku tidak mungkin bisa mendapatkannya." batin Citra.


Setelah menyumpah serapah dirinya sendiri. Citra berjalan mendekati Arya. lalu berkata" Tadi mbak Kiran pingsan karena setelah mendengar berita kalau suaminya bertunangan dengan wanita lain."


"Oh, Ya? Siapa yang memberi tahunya? selama ini saya sudah mewanti - wanti Kiran untuk tidak melihat berita apapun. jadi dia tidak mungkin me......"


"Aku yang mengatakkannya. Aku yang tidak sengaja, Aku pikir...." Citra menghentikkan ucapannya. ia menunduk dalam ketika merasakan tatapan tajam dari Arya.


"Lain kali berpikirlah dahulu sebelum bertindak.Selain baik ternyata kamu juga menyusahkan," ucap Arya sinis.


"M...Maafkan aku, tapi melihat mbak Kiran seperti ini bukankah lebih baik kita menghubungi suaminya?"


"Untuk apa menghubungi orang jahat itu? belum tentu dia mau menerima Kiran lagi, Kan?"


"Tapi....."


"Sudahlah lebih baik kau keluar saja sana!"


Citra menganggukkan kepalanya. perasaannya menjadi campur aduk ketika melihat tatapan aneh dari Arya. Citra merasa jika Arya begitu tertarik dengan Kiran.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus menghubungi suaminya. Mau bagaimana pun juga, dia masih ada tanggung jawab untuk Mbak Kiran dan juga anaknya." batin Citra.


Citra mengetuk - ngetuk dahinya begitu keras "Tapi bagaimana caranya?" gumam Citra.


*****


" Bagimana Kak Darren? kamu sudah menemukan pelakunya?" tanya Daniel sambil mendekati Kakaknya. ia menatap sang Kakak dengan serius saat sedang mengotak - atik komputernya.


"Belum, sepertinya mereka bukan orang sembarangan Daniel. Aku sudah mencoba mencari tahu, bahkan aku sudah menghubungi pihak pertama yang menyebarkan berita itu.tapi hasilnya nihil." jawab Darren.


Daniel menghembuskan napas panjang.rasa marah dan juga kesal membuat dua orang pria itu tetap bertahan dan tidak tidur. meskipun, hari sudah mulai beranjak pagi lagi.


"tapi sepertinya, kita butuh tidur Kak Darren. Aku sudah benar - benar kelelahan Kak." ia kemudian berjalan menuju sofa panjang dekat Darren.


" Aku tidak bisa Niel, entah kenapa perasaan ku tidak enak dan pikiranku malam ini hanya tertuju pada Kiran.Aku takut." gumam Darren ia kemudian menyandarkan dirinya di sofa.


"Kiran pasti baik - baik saja, kita hanya perlu mencarinya saja."


" Tapi kemana, aku bahkan sudah menyuruh beberapa orang untuk ke luar negeri Daniel."


"Hmmm. kita minta tolong saja pada Ivan. dia pas...."


"Apa kamu yakin Kak? bukankah dia sangat setia padamu?"


"Entahlah tapi yang jelas aku merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Ivan."


"Wah tidak boleh di biarkan. Ah, tapi aku mau istirahat dulu. ngomong - ngomong boleh pinjam ponselmu, Kak?" tanya Daniel. sambil berbaring menyamping mengulurkan tangannya kepada Darren.


"Buat apa?"


"Mau cari wanita - wanita cantik hahaha. aku yakin followers di instagram kamu sangat banyak."


Darren memutar bola matanya malas. meski terkadang Daniel bersikap layaknya pria sejati. Namun tetap saja Daniel adalah Daniel. pria jahil yang bertingkah aneh.


"Wow ada ratusan pesan masuk di instagram Kakak, boleh aku melihatnya?"


"Terserah.."


Daniel tertawa girang. setelahnya ia mulai melihat satu persatu pesan yang masuk. Namun, mendadak ia terkejut sehingga dahinya pun mengernyit.


"Kak Darren, kamu pernah memberitahukan sesuatu tentang Kiran di instagram." tanya Daniel

__ADS_1


"Tidak pernah, kenapa memangnya?" tanya Darren sambil melirik kearah Daniel yang sedang memandangi layar ponsel miliknya.


"Ini ada salah satu akun yang menyebutkan nama Kiran. Tapi aku belum membuka pesannya. Sepertinya dia mengirimkan banyak pesan" kata Daniel.


" Kamu jangan bercanda, Niel."


"Aku tidak bercanda Kak Darren! lihatlah, bahkan dia mengatakan kalau dia tahu tempat dimana Kiran tinggal sekarang"


Darren reflek bangkit dan mendekati Daniel. ia merebut ponsel dari tangan Daniel.


"CitraSquad? Nama akun yang aneh. tapi ia mengatakan semua informasi tentang Kiran memang benar adanya." ucap Darren


"Kalau begitu apa yang harus kita lakukan, Kak?"


"Kalau begitu, Cari tahu di mana alamat rumahnya, Siang nanti aku akan mendatangi rumahnya."


"Kamu yakin Kak? bagaimana kalau si CitraSquad itu hanya bercanda?"


"Aku tidak peduli, yang terpenting aku harus segera menemukan Kiran."


"Tapi...."


"Aku berikan kamu waktu dua jam. kamu harus bisa melacak alamat dan informasi sedetail mungkin tentang CitraSquad. kalau kamu berhasil, aku akan berikan apapun yang kamu inginkan."


****


"Mas Arya sejak kapan kamu ada disini?" tanya Kiran. ia terkejut ketika melihat Arya yang sudah tertidur di pinggir brankar.


Arya mengernyitkan dahi, ia meregangkan otot - ototnya sebentar lalu menatap Kiran yang sudah membuka mata.


"Kamu sudah sadar Kiran?" tanya Arya raut wajah yang tadi terlihat sayu kini berubah jadi lebih segar.


"Ya. ngomong - ngomong dimana aku?" tanya Kiran. ia menatap sekeliling pandangannya tertuju pada jam dinding yang menunjukkan pukul 04.00 pagi.


"Kamu di Rumah sakit. Karena kamu kemarin pingsan." jawab Arya.


Kiran mengangguk pelan, tatapannya beralih pada langit - langit ruang rawatnya. perlahan - lahan mata Kiran kembali Berkaca - kaca.


"Apa kamu teringat dengan suamimu?" tanya Arya sembari menggegam tangan Kiran.


Jangan lupa like, komen dan vote.

__ADS_1


__ADS_2