Menikahi Pembantuku

Menikahi Pembantuku
Permintaan Maaf Kevin


__ADS_3

Setelah pemakaman Bima yang begitu lancar. Kini semua orang kembali ke rumah Kenzo. Akan tetapi, karena ada kepentingan lain, maka Bara dan Bastian memilih berpamitan.


Kini tinggallah Alex, keluarga Pandu dan juga keluarga Kenzo. Suasana terasa begitu tegang dan mencekam, apalagi ketika tatapan semua orang tertuju pada Kevin.


Tatapan benci dan tidak suka terlihat jelas dari mata Daniel. Ia merasa begitu marah saat melihat Kevin berada di rumahnya. Namun, Daniel pun tidak punya pilihan lain selain diam. Sementara itu, Darren yang melihat Kevin gelisah pun merasa sedikit khawatir. Ia yang semula bersama Kiran pun berdiri dan menghampiri sang sahabat yang sudah di anggapnya seperti adik sendiri.


"Mau kembali ke rumah sakit sekarang, Vin? Sepertinya sopir sudah siap" kata Darren sembari menyentuh pundak Kevin.


"N...nanti Darren. Aku ingin berbicara sesuatu dulu. Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan dengan mereka semua," ucap Kevin. Meski ragu dan sedikit takut, tetapi Kevin tetap memberanikan diri beradu pandang dengan Kenzo.


"Apalagi yang mau kamu bicarakan ha? Sudahlah sana pergi saja! Kamu membuat kami semua muak!" Sentak Daniel. Ia bersedekap dengan tatapan tajam yang terus mengarah pada Kevin.


"Daniel, kamu tidak boleh seperti itu, Nak. Biarkan Kevin berbicara, setelah itu dia pasti akan langsung pergi." sambung Helena sembari menatap penuh peringatan ke arah Daniel.


"Tapi...Ma," ucapan Daniel terhenti. Ia mendadak diam setelah mendapatkan tatapan tajam dari Kenzo dan juga Alex.

__ADS_1


Daniel menghembuskan nafas panjang setelah itu, ia pun memilih pergi. Tidak lama setelah Daniel keluar. Keluarga Pandu pun pamit pulang. Mereka merasa tidak enak kalau terus berada di rumah Kenzo.


Kini tinggalah Alex, Kenzo, Helena, Darren, dan juga Kiran di ruang tamu. Mereka menatap ke arah Kevin yang katanya ingin mengatakan sesuatu.


Namun, setelah beberapa saat. Kevin tak kunjung berbicara. Kevin terlalu gugup dan juga malu. Melihat hal itu,Darren berusaha untuk menenangkan Kevin.


Darren kembali berdiri dan mendekati Kevin. Ia menepuk pundak Kevin lalu berkata, " Kalau kamu belum siap untuk bicara, lain kali saja. Lebih baik kamu harus kembali ke rumah sakit,"


"Tidak. Aku harus bicara sekarang. Jika di tunda - tunda. Mungkin aku tidak akan memiliki kesempatan seperti ini lagi," balas Kevin. Ia menatap sendu ke arah Darren yang sedang berdiri di sampingnya.


"Kalau begitu bicaralah, jangan takut. Kami tidak akan memarahimu," kata Darren.


Kevin mengepalkan tangannya untuk mengurangi rasa gugup yang begitu besar di hatinya.


"Om, tante aku mewakili Mama dan juga Papa ingin meminta maaf pada kalian semua. Maaf jika keluargaku sering nenyakiti kalian. Maaf juga karena sudah membuat kalian harus berhadapan dengan hal yang berbahaya," kata Kevin, matanya memanas dan mulai berkaca - kaca.

__ADS_1


Helena tersenyum tipis. Matanya pun ikut berkaca - kaca setelah mendengar ucapan dari Kevin.


"Tante sudah memaafkan kamu, mulai sekarang jadilah pria yang baik dan bertanggung jawab, Vin. Jangan berbuat hal yang jahat lagi!" Kata Helena.


"Gunakan waktumu untuk di gunakan dengan hal - hal yang bermanfaat dan jangan pernah iri dengan keberhasilan orang lain. Hiduplah terus untuk berbuat baik," sambung Alex. Ia berdiri kemudian menepuk pundak Kevin.


Hati Kevin menghangat. Perasaan nyaman dan tentram begitu terasa ketika dirinya mendapatkan maaf dari Alex dan juga Helena.


"Terima kasih Om, Tante. Setelah ini, aku janji akan berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi,"


"Bagus. Jangan jadi pria bodoh lagi! Meski kesalahanmu sangat banyak tetapi kamu harus belajar untuk berubah," ujar Alex lagi.


"Ya, aku tahu Om. Terima kasih banyak,"


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca. Maaf jika masih banyak typho.


Jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya.


__ADS_2