
Mari kita pikirkan bersama cara untuk membebaskan Kakek mu,kau adalah istriku keluarga mu adalah keluarga ku juga,yang terpenting sekarang kau harus tenang"
Alexander memeluk dan menenangkan Keisha di dalam pelukannya, Alexander langsung melupakan semua kemarahan nya dan itu dia lakukan hanya untuk istri yang semakin hari semakin dia cintai.
Setiap kemarahan yang Alexander rasakan dengan seketika berubah ketika Alexander melihat istri yang dia cintai kembali ketakutan.
"Kemarilah"
Alexander mengajak Keisha ke tempat tidur dan memeluk istrinya tersebut dengan sangat erat.
"Saat ini dihadapan mu aku berjanji satu hal,aku sebagai suami mu akan memberikan perlindungan untuk mu,kau jangan pernah takut untuk menghadapi orang - orang yang membuatmu sakit hati,karena kau sekarang tidak sendiri,kau memiliki aku,kau akan menjadi tanggung jawab ku,ya tanggung jawab ku di hadapan Tuhan,sampai maut memisahkan kita aku akan tetap memberikan perlindungan meskipun harus mengorbankan nyawaku,jadi sekarang kau jangan takut,apa kau mengerti?"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil memeluk Keisha di atas tempat tidur,dan baru kali ini perasaan Keisha begitu tenang ketika Alexander mengatakan bahwa dia akan selalu bersama dengan nya,bahwa Alexander akan memberikan perlindungan,dan bahwa Alexander begitu mencintai nya, karena seumur hidup,Keisha belum pernah mendapatkan perlakuan manis seperti ini dari seorang laki -laki.
"Tidurlah,besok kita akan bangun dengan cerita yang baru,aku yakin setelah kau menceritakan semua hal ini,kau akan merasa lebih lega,esok adalah hari pertunangan kak Michelle aku tidak ingin membawa mu dalam keadaan menangis di depan keluarga ku sendiri jadi sekarang istirahat lah,kita tutup semua hal yang telah terjadi dan kita memulai langkah yang baru"
Alexander tersenyum kepada Keisha, Alexander mematikan lampu kamar,menarik Keisha ke dalam pelukannya lebih erat.
Malam hari itu, Alexander pada akhirnya bisa membuat Keisha berkata jujur akan setiap hal yang telah terjadi di masa lalu nya, Alexander berusaha untuk bisa mengerti, Alexander berusaha untuk tidak menuntut Keisha untuk setiap hal yang telah Keisha lakukan pada dirinya,dan pada akhirnya Alexander memilih untuk berdamai dengan hatinya sendiri.
Selamat tidur sayang.
Alexander mengucapkan hal tersebut kepada Keisha yang sudah memejamkan matanya di dalam pelukan Alexander,dan pada akhirnya Alexander pun menutup matanya dan malam hari ini sepasang suami istri tersebut tertidur saling berpelukan dengan menutup setiap masa lalu masing - masing dan memilih untuk berdamai dengan hatinya.
Pagi ini di rumah utama,nampak kesibukan yang tak biasa,semua sibuk dengan persiapan kedatangan keluarga Lee.
"Kak Michelle cantik sekali"
Lilian yang melihat Michelle sedang dirias tersenyum karena kini kakaknya yang galak sudah berubah menjadi wanita yang sedikit lemah lembut.
"Terima kasih Lilian,kau boleh membantu ku?"
"Tentu saja kak Michelle"
"Aku susah untuk memakai sepatu,karena riasan ku ini"
Namun belum sempat Lilian menjawab Albert sudah masuk ke dalam kamar dan mengambil sepatu Michelle.
"Biar aku yang membantu mu"
__ADS_1
Tanpa butuh persetujuan Michelle, Albert langsung berlutut di hadapan Michelle,memegang kaki Michelle dan memakaikan sepatu tersebut kepada Michelle.
"Lilian aku kan menyuruhmu?"
"Maafkan aku Michelle,aku hanyalah adik mu,dan kak Albert adalah calon suami mu,mulai sekarang kak Albert yang lebih berhak atas kakak"
Lilian mengatakan hal tersebut sambil berlalu dari kamar Michelle,kini tinggal Michelle dan Albert yang berada di dalam kamar,karena Albert meminta semua pelayan untuk meninggalkan ruangan.
"Aku tak sabar ingin segera menjadikan mu nyonya Lee"
Albert mengatakan hal tersebut sambil duduk berhadapan dengan Michelle.
"Masih terlalu jauh pikiran mu Albert, sekarang kita barus saja bertunangan, justru ujian hubungan kita akan di mulai setelah hari ini"
Michelle mengatakan hal tersebut sambil memandang cermin dan Albert tersenyum dengan perkataan Michelle.
"Jadi kau masih tidak percaya jika aku bisa memberikan kesetiaan ku hanya kepada mu seorang?"
Albert maju lebih mendekat lagi ke arah Michelle,memeluk Michelle dari belakang.
"Aku tidak meragukan mu,namun baru kali ini aku berani untuk melangkahkan diriku di dalam hubungan yang lebih jauh"
"Aku yang tidak akan membuat mu tidak dengan menyesal dengan setiap keputusan mu ini sayang"
Albert langsung membalikan kursi Michelle sehingga berhadapan dengan nya,tangan Albert meraih kepala Michelle dan hendak mencium nya .
"Albert kau tidak boleh melakukan ini"
Michelle yang sudah tau apa yang akan terjadi segera mendorong Albert dengan tenaganya..
"Hei aku hanya ingin mencium mu,apa itu juga tidak boleh?"
"Tidak boleh,aku tidak akan memberikan apapun kepada mu, sebelum pernikahan itu terjadi"
"Kalau begitu besok saja kita langsung menikah"
"Kau gila memangnya menikah seperti membeli permen?"
"Aku bisa melakukan apa yang aku mau"
__ADS_1
"Jika kau mengatakan hal seperti ini lagi dihadapan ku,maka aku akan membatalkan pertunangan hari ini, perkataan mu itu sangat angkuh"
Michelle mengatakan hal tersebut sambil melipat ke dua tangannya.
"Maaf,maaf,aku betul - betul minta maaf,aku bisa gila jika kau tiba - tiba membatalkan pertunangan hari ini,aku berjanji kepadamu aku tidak akan pernah menyentuh mu lagi, sebelum kita sah menjadi suami istri,seujung kuku mu aku akan menjaganya"
Albert seketika langsung memohon maaf berkali - kali kepada Michelle ketika Michelle memberikan peringatan kepadanya.
"Ayo keluar, keluarga pasti sudah menunggu kita"
Michelle tersenyum dan meninggalkan kamar sambil mengatakan hal tersebut.
Sementara itu di ruang utama nampak Keisha dan Alexander sudah hadir.
"Sayang kau hari ini sangat cantik"
Alexander membisikkan kata - kata tersebut ke telingga Keisha sambil bibirnya memberikan gigitan kecil pada telingga Keisha.
"Tuan,jangan seperti itu'
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat, wajahnya memerah ketika Alexander dengan nakal memberikan gigitan kecil di telingga Keisha.
"Sekarang aku tidak mau kau panggil tuan,karena aku bukan tuan mu"
Alexander kembali membisikkan hal tersebut ke telingga Keisha dan masih memberikan gigitan kecil ke telingga Keisha.
"Jadi aku harus memanggil mu dengan apa?"
Keisha kembali menjawab Alexander dengan bahasa isyaratnya.
"Panggil aku Alex"
"Baiklah tuan, maksudku Alex"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat sambil tersenyum.
Rasa cinta kini mulai tumbuh pada hati Keisha ada perasaan yang begitu tenang ketika sepanjang acara berlangsung Alexander tidak pernah melepaskan genggaman tangannya dari Keisha.
Selamanya aku tidak pernah melepaskan mu,karena hanya maut yang dapat membuat kita berpisah.
__ADS_1
Alexander mengatakan hal tersebut di dalam hati dan berakhir dengan sebuah ciuman sayang pada pipi Keisha.