MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
AKU TAK DI TERIMA


__ADS_3

Kimmy mengatakan hal tersebut di dalam hatinya saat Kimmy merasakan pelukan Keisha yang begitu erat dan tetesan air mata dari menantunya tersebut.


Keisha seorang gadis malang korban perdagangan manusia kini harus memulai satu kisah baru bersama dengan laki - laki yang saat ini begitu membencinya,rasa sakit,rasa takut seakan - akan Keisha tumpahkan lewat tangisan ketika dirinya berada di dalam pelukan dari seorang wanita kuat bernama Kimmy Valerie Chandradinata.


"Sayang,apakah kau baik - baik saja?apa ada sesuatu hal yang ingin kau ceritakan kepada Mama?"


Kimmy mengendurkan pelukannya terhadap Keisha dan kini mulai menatap wajahnya yang masih sembab karena banyaknya air mata yang telah jatuh.


"Nyonya Kim,jangan khawatir padaku,saat ini kondisi ku baik - baik saja,aku hanya sedang rindu pelukan dari sosok seorang Ibu, karena dari kecil aku sudah tidak memilikinya"


Tulisan Keisha yang digoreskan Lewat sebuah pena dan diperuntukkan untuk Kimmy,kini dia serahkan kepada Kimmy dalam keadaan yang sedikit basah oleh karenanya air matanya yang masih jatuh.


"Sayang, bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan nyonya? sekarang kau adalah putri ku,kau dan Alexander sama - sama anak ku,jadi berhentilah memanggilku dengan sebutan nyonya tapi panggil aku dengan sebutan Mama"


Kimmy tersenyum kepada Keisha dan hati Keisha begitu hangat mendengarkan setiap perkataan dari Kimmy.


"Terima kasih Mama"


Beberapa kata sederhana yang pada akhirnya Keisha dapat tuliskan untuk wanita kuat yang saat ini berada dihadapannya.


"Baiklah,hari sudah semakin malam,sudah saatnya untuk kita beristirahat,jaga kandungan mu nak"


Kimmy membelai rambut Keisha dan perlahan mulai meninggalkan Keisha seorang diri di dalam kamar


Tuan Alex,dimana dirimu? kenapa sudah selarut ini tuan belum masuk ke dalam kamar,aku khawatir padamu tuan.


Keisha yang kini sudah dalam posisi berbaring di tempat tidur mulai mengkhawatirkan keadaan Alexander yang sampai selarut ini belum masuk ke dalam kamar untuk istirahat.


Saat ini di dalam hati dan pikiran,Keisha sama sekali sudah tidak tertarik dengan malam pertama,yang ingin Keisha lakukan untuk Alexander hanya memberikan pengabdiannya akibat dari sebuah rasa bersalah.


"Hei gadis bodoh ayo bangun,siapa yang mengizinkan kau tidur di tempat tidur itu!"


Di tengah - tengah rasa kantuk dan rasa lelahnya,tiba - tiba Keisha mendengar satu teriakan dari laki - laki yang sejak tadi dia khawatirkan keadaannya.


"Pergi dari tempat tidurku!"

__ADS_1


Alexander maju mendekati Keisha dan menarik rambutnya hingga Keisha terjatuh dari tempat tidur.


Perutku sakit sekali.


Keisha yang ditarik Alexander dengan paksa ke lantai kini hanya bisa tersungkur dengan keadaan menahan sakit.


"Dengarkan aku,mulai saat ini kau tidak boleh untuk meletakkan tubuhmu di tempat tidur ini, tempat mu yang tepat adalah di lantai ini tanpa alas apapun,kau mengerti!"


Keisha yang sudah menahan sakit yang luar biasa hanya bisa menganggukkan wajahnya dengan perlahan di hadapan Alexander.


"Aku benci wajahmu!"


Tiba - tiba Alexander meludahi wajah Keisha sambil menarik kembali rambutnya dan Keisha yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya bisa diam karena Keisha tidak akan menyangka jika tuan muda yang pernah dia kenal,jika seseorang tuan muda yang pernah begitu baik kepadanya kini tuan muda tersebut sudah berubah menjadi sosok tuan muda yang kejam.


Tuhan, lindungi kandungan ku,jaga janin yang ada di dalam kandungan ku,anak ku engkau harus kuat,engkau harus bertahan di dalam,Ibu mu ini akan dengan sekuat tenaga melindungi mu.


Dengan tangisan tanpa suara Keisha mengatakan hal tersebut ke dalam hatinya,malam itu seorang wanita bernama Keisha harus tidur di lantai tanpa alas,wanita istri seorang tuan muda yang terkenal dengan kekayaan nya kini harus melewati malam pertamanya dengan begitu tragis.


Sedangkan Alexander sama sekali tidak menghiraukan keberadaan nya,bahkan ketika Alexander menatap wajahnya terpancar kebencian yang begitu dalam kepadanya,malam ini dengan hati yang hancur Keisha tertidur di dalam rasa sedih di hatinya.


Dengan setengah tersadar Keisha merasakan ada satu kaki sedang menendang pelan punggung nya,dan begitu sadar dia sudah melihat Alexander berdiri di hadapannya,rupanya hari sudah pagi,Keisha tidak sadar semalam pada akhirnya tidur dengan air mata.


"Tuan maafkan aku,aku bangun terlambat,aku berjanji untuk hari - hari selanjutnya aku akan bangun lebih pagi"


Keisha mencoba menjelaskan semuanya itu dengan tulisan yang dia tunjukkan kepada Alexander.


"Persetan dengan kau mau bangun atau tidak,apa peduliku jika kau masih hidup bahkan jika kau mati aku akan lebih bahagia"


Alexander mencengkram lengan Keisha sambil mengatakan hal tersebut.


"Sekarang cepat siap - siap,kita harus sarapan pagi dengan keluarga,ingat saat di depan keluarga aku akan berpura - pura dengan mu,dan kau harus bisa memerankan peran mu dengan baik,jika sampai kau gagal melakukan nya maka aku akan semakin memberikan siksaan kepada mu,apa kau mengerti!"


Tatapan tajam Alexander dan nada bicaranya yang mengancam membuat Keisha takut namun dengan terpaksa Keisha harus mengikuti semua hal yang di perintahkan kepadanya,Keisha takut jika sampai Alexander melukai janin yang berada di dalam kandungan nya.


"Bagus,cepat siap - siap!"

__ADS_1


Dengan gertakan Alexander, Keisha segera berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi dan bersiap - siap.


"Selamat pagi pengantin baru"


Kimmy menyambut Alexander dan juga Keisha saat mereka turun dan menuju ke meja makan untuk sarapan bersama.


"Kak Keisha dan kak Alexander kemarilah,duduk di sampingku"


Lilian memanggil mereka untuk duduk di dekatnya.


"Bagaimana tidur kalian semalam apakah nyenyak?"


Clarissa mencoba untuk kembali membuka percakapan.


"Kami sangat nyenyak Bibi tidurnya,bukan begitu sayang?"


Alexander menggenggam tangan Keisha dan pada akhirnya Keisha harus mengeluarkan senyum palsunya kepada seluruh anggota Chandradinata.


"Sayang kau sudah selesai sarapan?"


Kimmy kaget dengan sikap Edward yang tiba -tiba menyudahi sarapan dan memilih untuk kembali ke ruang kerjanya tanpa berkata apapun kepada Kimmy dan juga semua anggota keluarga yang hadir saat itu.


"Ma,ada apa dengan Papa Ed?"


Lilian yang melihat kepergian Edward dengan tiba - tiba langsung menanyakan hal tersebut kepada sang Ibu.


"Lilian,mungkin Papa Ed sedang banyak pekerjaan,jadi Papa Ed bersikap seperti itu"


"Aku juga sudah kenyang, berarti sekarang aku juga boleh pergi!"


Michelle tiba - tiba juga berdiri dan langsung berdiri dari hadapan semua orang.


"Tenang,tenang semua baik - baik saja,Papa Ed dan kak Michelle sedang sibuk itu sebabnya mereka bersikap seperti itu.


Kimmy mencoba dengan sekuat tenaga untuk menjelaskan kepada semua anggota keluarga yang masih tersisa di meja makan akan kepergian Edward dan Michelle secara tiba - tiba.

__ADS_1


__ADS_2