
Aku juga ikut, wanita ku ikut,maka aku juga akan mendampinginya"
Dengan lantang Albert mengatakan hal tersebut dan hanya Jian Lee yang tertawa mendengarkan permintaan nya.
"Albert Mama tidak setuju kau untuk ikut bersama dengan mereka!"
Fanny yang semenjak tadi diam pada akhirnya bersuara ketika melihat putranya ingin ikut karena ada Michelle disana.
"Tapi Ma, Albert ingin melindungi wanita yang Albert sayangi"
Kini Albert berusaha bernegosiasi dengan Fanny,Fanny sangat sayang terhadap Albert itu membuat Fanny sangat over protective terhadap Albert.
"Sayang biarkan anak kita ikut,aku percaya padanya"
"Tapi Jian Lee"
"Coba kau lihat wajah anak kita,ekpresinya mirip sekali dengan ku saat aku mengejarmu,rela melakukan segala cara agar aku bisa melindungi mu,dan saat ini itu yang terjadi pada anak kita"
Jian Lee mencium kening Fanny berusaha untuk membantu Albert mendapatkan persetujuan dari Ibunda tercinta nya.
"Baiklah,karena aku percaya padamu,maka aku mengizinkan Albert untuk ikut,namun kau harus berjanji akan menjaga putra kita dengan baik"
"Pasti"
Semua orang yang berada di ruangan tersebut tersenyum melihat tingkah Jian Lee dan Fanny,namun hanya ada satu orang yang cemberut dengan persetujuan dari Fanny,orang tersebut adalah Michelle, Michelle merasa seperti memiliki ekor yang dimana - mana selalu mengikuti kepergian nya.
"Baiklah satu jam lagi kita berangkat"
"Pa,aku ikut"
Satu suara yang memecah perkataan Edward membuat semua orang menoleh terhadap sumber suara tersebut.
"Alexander kau masih belum sembuh betul,kau disini saja bersama dengan Mama"
"Tidak Pa,yang saat ini sedang dalam bahaya adalah istriku,aku ingin tetap ikut untuk melihat perkembangannya"
Kimmy yang mengerti akan keadaan langsung mencubit pelan perut Edward, sebagai pertanda bahwa izinkan dia ikut.
"Baiklah Papa mencoba untuk mengerti akan apa yang saat ini kau rasakan,namun saat berada disana kau tidak boleh turun dan kau harus ditemani oleh banyak pengawal,semua demi kebaikan mu,jika saat ini kondisi mu sedang tidak sakit dengan senang hati Papa mengizinkan mu untuk bergabung,apa kau mengerti?"
"Ya Pa Alexander mengerti"
"Baiklah kita bertemu lagi di dalam parkiran mobil satu jam setelah ini,Doni akan menyiapkan segalanya"
__ADS_1
"Semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut segera pergi untuk beristirahat dengan waktu yang tersisa.
Kini di taman bunga mawar nampak satu sosok laki - laki bertubuh kecil sedang memandang ke hamparan bunga mawar yang sangat luas itu.
"Kak Peter,apa yang sedang kakak pikirkan?"
Satu nona muda menghampiri laki - laki tersebut dan laki - laki itu langsung mencari suara yang sudah lama dia kenal.
"Nona Lilian,sedang apa nona disini?"
"Aku akan memetik beberapa tangkai bunga,namun sekarang aku malah bertemu dengan kakak"
"Ah seperti itu, beristirahat lah nona"
"Aku sudah banyak beristirahat kak"
"Baiklah jika seperti itu,saya mohon izin dulu nona"
Peter membungkukkan badannya untuk pamit pada Lilian,namun belum sempat beranjak dari tempatnya Lilian sudah berlari dan memeluk erat Peter dari belakang,Peter ingin sekali melepaskan pelukan dari Lilian,namun entah mengapa kali ini ada perasaan hangat yang menjalar ke sekujur tubuh Peter ketika dia menerima pelukan dari Lilian.
"Kau pasti sangat merindukan Jepang,sampai kau seperti itu,kembali ke Negara itu adalah impian mu bukan?, meskipun saat ini kau harus kembali dengan sebuah kasus"
Deg
"Maaf nona saya harus pergi"
"Izinkan aku memelukmu seperti ini sebelum kau pergi"
Lilian tidak mau melepaskan pelukannya terhadap Peter, pelukannya kini malah bertambah semakin erat.
Dan pada akhirnya Peter membiarkan ke dua tangan nona muda tersebut untuk tetap memeluk nya,di dalam kesunyian mereka berdua tenggelam dalam pemikiran nya masing - masing.
Sementara itu Michelle yang terus cemberut kini lebih memilih untuk diam di balkon kamar.
"Jangan kau tutup bibir mu seperti itu terus nona kecantikan mu akan hilang"
"Kau sejak kapan kau masuk ke dalam kamar ku ini?"
"Sejak tadi,siapa yang mau kau salahkan?kau membiarkan kamar ini terbuka,jadi jangan salahkan aku jika aku masuk ke dalam"
Albert mengatakan hal tersebut sambil semakin mendekat ke arah Michelle,jantung Michelle berdegup sangat kencang ketika tatapan tajam Albert menembus ke dasar hatinya.
"Lain kali kau harus lebih pintar mengatur rasa gugup mu agar ketika aku mencium mu nanti kita bisa sama - sama saling menikmati ciuman tersebut"
__ADS_1
Albert mengatakan hal tersebut sambil mencium mesra kening Michelle.
"Ayo berangkat"
Albert membelai rambut Michelle dan segera berlalu dari dalam kamarnya,kini Michelle seakan - akan terhipnotis dengan semua perlakuan dari Albert.
"Arrrrrh dasar Michelle bodoh, bodoh, bodoh"
Dengan mengacak - acak rambutnya Michelle berusaha untuk membuat dirinya kembali tersadar dan segera meninggalkan kamar tersebut.
"Baiklah,karena semua siap,kita akan menuju ke bandara,untuk kali ini Peter yang akan memimpin kita semua karena Negara Jepang adalah tempat tinggal nya di masa kecil Maka dia yang tau tempat nona Keisha berdasarkan petunjuk yang terdapat di dalam mobil pelaku"
Richard mulai memberikan pengarahan terhadap semua anggota.
"Edward jaga dirimu"
"Pasti sayang"
Edward memberikan kecupan sayang kepada Kimmy agar membuat istrinya tersebut tenang.
Kini semua orang sudah masuk ke dalam mobil pengamanan tingkat tinggi dan dengan perlahan meninggalkan rumah putih menuju ke bandara Negara W.
Sementara itu di sebuah castil nampak satu orang pengawal sudah kelelahan karena mencamuk Keisha berkali - kali.
"Cukup,jangan kau buat dia mati sekarang,aku ingin lebih menyiksa nya lagi"
Terdengar satu perintah dari seorang wanita terhadap pengawal tersebut.
"Baik Nona"
Dan pada akhirnya mereka meninggalkan Keisha yang bajunya sudah bersimbah darah akibat cambukan demi cambukan yang sudah dia terima.
Tuhan aku sudah tidak kuat,kenapa sampai detik ini kau masih membiarkan aku hidup meskipun dengan keadaan ku yang seperti ini?kenapa kau belum memanggil ku Tuhan?
Keisha mengatakan semua hal tersebut di dalam hatinya,air mata yang sudah menjadi satu dengan darah membuat dirinya sudah tidak dapat merasakan apa - apa lagi.
Menjelang malam semua anggota Chandradinata sudah berada di Jepang dan menuju ke sebuah desa kecil tempat dimana Keisha di tahan.
Sepanjang perjalanan Richard memberikan banyak pengarahan kepada semua anggota yang ikut.
"Ingat meskipun saat ini musuh kita termasuk pasukan kecil,namun kita harus tetap berhati -hati karena di tangan mereka ada nona Keisha"
Richard mengatakan hal tersebut sambil memberikan satu per satu pistol kepada setiap orang yang hadir.
__ADS_1