MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
JANGAN MENGHINDAR LISA


__ADS_3

"Peter tadi aku seperti melihat Keisha"


Mobil Alexander melintasi ke dua gadis yang saat ini sedang menunggu kendaraan umum.


"Mungkin tuan hanya salah lihat saja,untuk apa para nona tersebut berada di sekitar kantor tuan Lio"


"Mungkin kau benar Peter"


Alexander pada akhirnya lebih memilih untuk percaya pada Peter daripada dengan matanya yang dengan jelas dia telah melihat Keisha berada di sekitar kantor tuan Lio.


"Ayo Peter kita harus segera menemui tuan Lio untuk meminta tanda tangannya"


Alexander turun dari dalam mobil dan segera masuk ke dalam ruangan tuan Lio di lantai paling atas.


Sementara itu kini Keisha dan Aira yang telah kembali berada di rumah utama hanya terdiam tanpa kata, mereka sibuk dengan pikirannya masing -masing.


"Keisha, darimana saja?aku mencarimu sejak tadi"


Saat Keisha hendak berjalan menuju dapur tiba -tiba terdengar suara Melisa memanggil nya.


"Ah maafkan saat nona,tadi saya menemani Aira untuk membeli beberapa kebutuhan"


Dengan wajah yang dipaksakan datar Keisha menuliskan semua hal tersebut kepada Melisa.


"Ah seperti itu,ayo kemari temani aku,disini aku kesepian semua anggota Chandradinata sedang sibuk di kantor"


Melisa mengandeng tangan Keisha dan mengajaknya masuk ke dalam kamarnya,Keisha yang sudah tidak ada pilihan hanya mengikuti kemanapun Melisa membawanya pergi.


"Keisha duduklah,bantu aku untuk memilih ini"


Melisa memberikan beberapa contoh foto gaun yang sangat indah kepada Keisha.


"Untuk apa ini nona?"


"Sebentar lagi aku dan Alexander akan menggelar pesta pertunangan,dan saat ini aku sedang mencoba untuk melihat -lihat gaun yang bagus untuk aku kenakan pada pesta pertunangan ku nanti,kau tau sendiri keluarga Chandradinata adalah keluarga terhormat,jadi tak mungkin aku mengecewakan mereka"


Deg


Rasa sesak di dalam hati Keisha kembali muncul saat Melisa mengatakan hal tersebut kepadanya,sehingga membuat Keisha pada akhirnya hanya diam mematung memandang semua foto - foto gaun tersebut.


"Jadi bagaimana Key,apakah kau sudah memiliki pilihan yang tepat untuk ku?"


Perkataan Melisa tidak membuat lamunan Keisha hilang,jika saat ini dia berteriak,dia ingin sekali berteriak bahwa semua hal yang dia alami terasa tak adil.

__ADS_1


"Key apa aku baik -baik saja?"


Melisa yang melihat Keisha melamun pada akhirnya menyentuh tubuh Keisha.


"Ah nona maafkan aku,aku baik -baik saja nona,aku ikut gembira nona Melisa dan tuan Alexander akan bertunangan,kalian orang baik pasti kalian akan bahagia"


Saat Keisha menuliskan semua perkataannya itu hatinya seperti ditusuk oleh sebilah pedang.


"Terima kasih Key,kau juga gadis baik, percayalah suatu saat pasti akan ada laki -laki yang mencintaimu juga"


Melisa mengatakan hal tersebut sambil tersenyum ke arah Keisha, sementara Keisha hanya terdiam tanpa kata.


Laki -laki yang mencintaiku?saat ini aku sedang diperlakukan seperti sampah oleh satu orang laki -laki yang sudah memperkosa diriku,dan aku mencintai laki -laki yang saat ini menjadi milik mu nona,semuanya sungguh tidak adil.


Banyak hal yang diucapkan Keisha di dalam hatinya,hanya hatinya yang selalu mendengar dan hanya kepada hatinya Keisha bisa menceritakan semua kesedihan nya.


Pada akhirnya Keisha menahan semuanya itu seorang diri,pada akhirnya Keisha hanya terdiam,sesekali Keisha tersenyum sambil mendengarkan Melisa terus bercerita tentang betapa baiknya Alexander Chandradinata.


Sementara itu di kantor tuan Lio nampak Alexander dan tuan Lio sedang berbicara banyak hal tentang kerjasama mereka.


"Terima kasih tuan Alex,anda sungguh CEO muda yang luar biasa"


"Tuan Lio jangan berlebihan memujiku,anda juga seorang CEO yang hebat"


"Baiklah tuan Lio,jika tidak ada hal yang perlu kita bicarakan lagi,aku akan kembali ke perusahaan"


Alexander mengatakan hal tersebut sambil berdiri dan bersiap untuk meninggalkan ruangan kerja tuan Lio.


"Dengan senang hati tuan Alex"


Dan pada akhirnya Alexander meninggalkan ruangan tuan Lio untuk kembali ke perusahaan farmasi Chandradinata.


"Tuan Lio"


"Masuklah dia sudah pergi'


Tuan Lio meminta asisten pribadinya untuk masuk ke dalam ruangan.


"Aku punya tugas untuk mu"


"Tugas apa tuan?"


"Dalam waktu tiga hari cari segala informasi tentang gadis bisu yang tadi kita temui di luar pintu gerbang,aku ingin informasi yang selengkap -lengkapnya dari gadis itu,apa kau sanggup?"

__ADS_1


"Saya sanggup tuan Lio"


"Bagus kerjakan sekarang"


Dan pada akhirnya sang asisten pribadi tersebut pamit undur diri dari hadapan tuan Lio untuk mulai mencari tau segala informasi tentang Keisha.


"Alexander Chandradinata aku akan mengadakan satu pertunjukan besar untuk mu,dimana pertunjukan ini akan merubah semua garis hidupmu,jika kau beruntung kau akan bisa melalui semuanya dengan baik,namun jika tidak kau bisa menjadi gila"


Ditengah kesendirian nya tuan Lio sedang merencanakan sesuatu hal yang jahat kepada Alexander,satu rencana yang pada akhirnya dapat merubah setiap kehidupan Alexander,bukan hanya Alexander yang berubah,namun seluruh anggota Chandradinata juga akan mengalami perubahan.


Sementara itu di sanggar lukis saat ini di dalam ruangan ada Lisa dan juga Natan sedang sibuk dengan pekerjaannya masing -masing,sejak Lisa kembali dari Paris dia memilih untuk bergabung dengan sanggar lukis Lilian dan Lilian yang sudah mengerti tentang hubungan Lisa dan Natan pada akhirnya sering meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan agar mereka bisa berbicara dari hati ke hati.


"Lisa,kita tidak bisa seperti ini terus"


Tiba - tiba Natan menghampiri meja Lisa dan mendekatkan wajahnya kepada Lisa.


"Pergi!"


"Lisa sebenarnya ada apa dengan mu?setiap aku mendekat kau selalu ketakutan,dan seolah -olah kau menghindari diriku, sebenarnya apa salahku?"


Natan yang sudah lama di perlakukan seperti itu oleh Lisa pada akhirnya bersuara karena dia sudah sangat tidak tahan dengan perlakuan Lisa terhadap nya.


"Jangan menangis,aku tidak menyakiti mu,maafkan jika aku membentak mu tadi"


Lisa yang mendengar nada suara Natan yang keras pada akhirnya malah menangis dan untuk kesekian kalinya Natan harus kembali berjalan mundur menjauh dari Lisa.


"Natan"


Saat Natan akan kembali ke meja kerjanya tiba -tiba satu panggilan lembut memanggil dirinya.


"Lisa,kau yang memanggil ku?ada apa?"


Tanpa menunggu lama Natan segera kembali mendekati Lisa dan kini duduk disebelah Lisa.


"Natan,aku tidak pernah membenci Natan"


Deg


Satu perkataan Lisa yang cukup membuat Natan tercenggang,satu perkataan yang sudah lama ditunggu oleh Natan,kini terucap dari bibir gadis yang dia cintai itu.


"Lantas jika kau tidak membenciku kenapa kau selalu menghindari aku Lisa?"


"Aku takut"

__ADS_1


__ADS_2