
Keisha yang juga merasakan keanehan di dalam hatinya kini berusaha untuk menepis semua hal tersebut dan lebih memilih untuk kembali berkonsentrasi lagi di dalam pekerjaannya.
"Tuan Jian Lee"
Satu wanita muda membungkukkan badan memberikan hormat kepada Jian Lee.
"Selamat datang kembali nona Fang Yin di kediaman Chandradinata, sebentar lagi kita memulai pertemuan selanjutnya"
Jian Lee mengatakan hal tersebut kepada Fang Yin yang saat ini berada di ruang rapat,sore ini semua anggota keluarga Chandradinata akan berkumpul kembali untuk membahas penyerangan ke dalam rumah putih.
Tak beberapa lama kemudian,satu per satu anggota Chandradinata mulai masuk kembali ke dalam ruang rapat.
"Baiklah karena semua sudah hadir kita akan memulai pertemuan kita lagi untuk penyerbuan ke dalam rumah putih"
Richard mengucapkan hal tersebut dengan sangat kaku,untuk pertama kali di dalam hidupnya saat ini keluarga Chandradinata harus menyusun startegi untuk menghadapi pengawal dan anggota keluarga nya sendiri.
"Katakan saja Richard apa yang harus kami lakukan?"
Jian Lee yang sudah tidak sabar meminta Richard untuk segera menjelaskan strategi penyerangan kali ini.
"Baiklah, seperti biasa kita akan terbagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama ada aku,Fang Yin dan"
__ADS_1
"Dan aku Papa"
Michelle yang tak disebutkan namanya kini menyebutkan dirinya sendiri.
"Michelle"
Richard menatap dengan tajam wajah putri kesayangan tersebut.
"Papa aku mohon"
Richard kembali menarik nafasnya dalam -dalam.
"Baiklah di kelompok pertama ada aku,Fang Yin dan juga Michelle kami akan melumpuhkan semua CCTV dan akan masuk dengan jalur darat"
"Apakah ada yang bisa menjelaskan seluruh letak ruang di dalam rumah putih?"
"Aku yang akan menjelaskan kepada mu Richard"
Edward langsung bersuara, Edward dan Kimmy pernah mengukir cinta di dalam rumah putih tersebut sehingga Edward sangat hafal dengan ruangan -demi ruangan di dalam rumah putih tersebut.
"Lokasi kamar Alexander ada di lantai dua,dia pasti akan tetap menggunakan kamar utama untuk beristirahat"
__ADS_1
"Baiklah jika memang seperti itu,kau dan Jian Lee akan lebih gampang membawanya"
Edward terdiam dengan semua perkataan Richard.
"Ya itu benar, bagaimana jika sampai terjadi perlawanan?"
"Gunakan ini"
Richard memberikan satu pistol kecil kepada Edward
"Ini adalah pistol yang berisi obat tidur, tembakan itu ke Alexander,namun kau harus ingat Edward pistol ini hanya memiliki kemampuan tembak sebanyak tiga kali saja,jadi aku berharap semua bisa dikendalikan dengan segera,begitu Alexander dapat kita lumpuhkan maka kita semua pasti bisa kembali menguasai rumah putih termasuk para pengawal yang bekerja bersama dengan Alexander"
"Aku mengerti ini adalah penyerbuan yang berat untuk kita bukan karena musuh yang harus kita hadapi namun karena kita harus menghadapi keluarga kita sendiri"
"Ya Richard kau benar sekali"
"Baiklah jika tidak ada yang perlu untuk dipertanyakan lagi,aku harap kita segera bersiap -siap, merupakan sebuah keuntungan jika kita bisa menyerang mereka dalam kondisi mereka sedang tertidur, Albert kami tetap meminta mu berada di tim medis,kami akan sangat membutuhkan tim medis"
"Baik paman Richard"
"Usahakan kita tidak banyak membuat para pengawal kita terluka"
__ADS_1
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like
author yah agar authornya bisa tambah semangat lagi.