MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
BAWA AKU KE DOKTER


__ADS_3

Rasa cinta kini mulai tumbuh pada hati Keisha ada perasaan yang begitu tenang ketika sepanjang acara berlangsung Alexander tidak pernah melepaskan genggaman tangannya dari Keisha.


Selamanya aku tidak pernah melepaskan mu,karena hanya maut yang dapat membuat kita berpisah.


Alexander mengatakan hal tersebut di dalam hati dan berakhir dengan sebuah ciuman sayang pada pipi Keisha.


Acara pertunangan Michelle dan Albert pada hari itu sangat meriah,wajah bahagia terpancar dari Michelle dan Albert.


"Kalian betul - betul akan kembali ke rumah putih malam ini juga?"


"Ya Ma,aku ingin berbulan madu kembali dengan istriku"


Alexander memeluk mesra pinggang Keisha saat akan meninggalkan rumah utama.


"Baiklah,jika memang acaranya akan seperti itu,Mama dan Papa tidak akan pernah menghalangi mu"


"Berikan kami cucu secepatnya"


"Pasti Pa"


Alexander mengatakan hal tersebut sambil tersenyum sedangkan Keisha hanya bisa menundukkan wajahnya.


Setelah selesai berpamitan kepada semua anggota keluarga, Alexander dan Keisha langsung kembali ke rumah putih malam hari itu juga.


"Sayang apa pendapatmu tentang pernikahan putra kita sekarang?"


Di atas balkon kamar, Edward mengatakan hal tersebut sambil memeluk mesra pinggang Kimmy.


"Edward,aku melihat cinta di hati Alexander,dan cinta itu untuk istrinya"


"Kenapa kau begitu yakin?"


"Perasaanku yang mengatakan hal tersebut"


Edward langsung mengernyitkan dahi ketika Kimmy mengatakan hal tersebut kepada dirinya.


"Sayang,jika kau sudah berbicara tentang perasaan aku pasti tidak akan pernah bisa mengerti"


"Tapi kau tetap percaya pada istri mu ini kan?"


"Tentu saja,ayo tidur"


Edward mengajak Kimmy untuk meninggalkan balkon dan beristirahat di dalam kamar.


Sementara itu Alexander dan Keisha yang sudah sampai di rumah putih segera menuju ke kamar mereka.

__ADS_1


"Sayang,apakah malam kau sudah siap untuk melakukan nya?"


Alexander mengatakan hal tersebut sambil memeluk Keisha di atas tempat tidur mereka.


Keisha sebenarnya masih merasa belum siap untuk melakukan kembali hubungan suami istri,namun saat Keisha menatap wajah Alexander ada perasaan tidak tega dengan tatapan Alexander kepadanya.


"Lakukanlah"


Dan perlahan dengan menggunakan bahasa isyarat pada akhirnya Keisha mengizinkan hal itu untuk dilakukan Alexander.


"Baiklah pejamkan mata mu aku akan melakukannya dengan lembut"


Keisha menganggukan kepala dan langsung memejamkan matanya,dengan perlahan Alexander mendaratkan ciuman dari kening hingga bibir Keisha,ciuman yang awalnya lembut perlahan berubah menjadi ciuman yang membara,tangan Alexander mulai menjelajah ke dalam tubuh Keisha.


Saat hal tersebut terjadi,tiba - tiba ada perasaan tidak nyaman kembali Keisha rasakan,tapi disini Keisha masih berusaha untuk menikmati nya.


Sampai pada akhirnya Alexander mulai membuka pakaian Keisha dan detik itu juga Keisha seperti tersentak,air mata langsung mengalir,Keisha meronta hebat ketika Alexander hendak melepaskan pakaiannya.


Dan hasrat Alexander yang sudah tidak terbendung lagi, membuat dia tidak ingin melihat air mata Keisha dan terus melakukan aksinya tersebut.


Aku belum bisa melakukan nya tuan pada malam hari ini


Keisha mengatakan hal tersebut di dalam hatinya sambil menangis dan dengan sekuat tenaga Keisha mendorong Alexander.


Sedangkan Keisha langsung beranjak dari tempat tidurnya,menuju ke arah pintu,dengan air mata yang terus menerus mengalir Keisha mencoba untuk membuka pintu tersebut,namun sebelum Keisha kembali membuka pintu, Alexander kembali meraih tubuhnya dan kembali melemparkan nya ke atas tempat tidur,dengan sekuat tenaga Keisha mendorong kembali Alexander,kembali beranjak dari tempat tidur dan kembali meraih gagang pintu.


"Kenapa kau jadi seperti ini lagi?,bukankah kau sudah menceritakan semuanya kepada ku,bukankah kau juga tau aku mencintai mu,kenapa kau begini? ini tidak adil untuk ku"


Alexander mengatakan hal tersebut sambil kembali meraih tubuh Keisha,namun karena tangan Keisha sangat kuat berpegangan terhadap gagang pintu hal tersebut membuat Alexander cukup sulit untuk melemparkan tubuh Keisha dia atas tempat tidur.


Sampai pada akhirnya Alexander memilih untuk kembali melepaskan Keisha dan hanya duduk didepan pintu.


"Tuan maafkan aku,maafkan aku"


Keisha langsung ikut duduk di depan pintu bersama dengan Alexander, tangannya tak berhenti mengucapkan kata maaf terhadap Alexander, sedangkan Alexander hanya bisa mengacak -acak rambutnya untuk meredakan gairahnya.


"Ada apa sebenarnya dengan mu ha!!"


Dengan suara yang keras Alexander mengatakan hal tersebut kepada Keisha.


"Maafkan aku tuan, aku juga tidak tau"


Keisha mengatakan hal tersebut sambil menangis.


"Sudahlah,ayo kita tidur"

__ADS_1


Alexander langsung beranjak dari tempat tersebut menuju ke tempat tidur,menarik selimutnya dan mencoba untuk memejamkan mata tanpa perduli bahwa Keisha masih terduduk di depan pintu dalam keadaan menangis.


Malam hari itu Alexander marah,dalam tidur Alexander membiarkan kemarahan itu terus ada.


"Ah sudah pagi, selamat pagi sayang"


Malam yang penuh dengan drama kini telah berubah menjadi pagi dan begitu Alexander membuka mata dan hendak mengucapkan selamat pagi dia melihat sebelah ranjangnya kosong.


"Dimana Keisha?"


Alexander yang sadar bahwa Keisha tidak ada di sebelah nya segera mencari keberadaan istrinya tersebut.


"Astaga sayang,kau tidur disini"


Alexander sungguh terkejut ketika melihat istrinya tertidur di depan pintu kamar mereka,ya hampir semalaman Keisha menangis meratapi akan ke anehan yang terjadi di dalam dirinya,di dalam tangisan nya Keisha tertidur.


"Sayang ayo bangun"


Alexander segera menggendong Keisha ke atas tempat tidur,dan Keisha yang merasakan sentuhan segera terbangun dan melihat wajah suaminya tersebut.


"Tuan maafkan aku"


"Sudahlah aku yang salah,tak seharusnya aku memaksakan hal tersebut kepada mu"


"Tuan bantu aku"


Keisha kembali mengatakan hal tersebut di dalam bahasa isyarat..


"Menolong mu untuk apa?"


"Bawa aku ke Dokter Psikiater tuan,aku ingin sembuh,aku ingin menjadi istri tuan Alexander yang bisa melayani semua yang tuan Alexander butuhkan"


Deg


Perkataan Keisha yang menggunakan bahasa isyarat kini membuat Alexander sadar dan mengingat pesan Dokter Jansen kepada nya,yaitu setelah Keisha terbuka kepadanya, Alexander harus segera membawa Keisha berobat kepadanya,bukan malah kembali memaksakan kehendaknya lagi.


"Baiklah hari ini aku yang akan membawa mu ke Dokter Psikiater,aku yang memastikan kesembuhan mu sendiri,aku yang menemani mu"


"Terima kasih"


Dengan bahasa isyarat Keisha mengatakan hal tersebut dan Alexander langsung memeluk tubuh istrinya.


Maaf,untuk hal ini aku yang patut untuk di salahkan,tak seharusnya aku memaksamu,aku ingin meminta maaf atas setiap tindakan ku kepadamu,namun entah mengapa lidah ini terasa begitu kelu untuk mengatakan maaf kepada mu.


Alexander mengatakan hal tersebut di dalam hatinya .

__ADS_1


__ADS_2