
Maafkan aku tuan Alexander yang belum dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk mu,berikan aku waktu agar aku bisa menyembuhkan segala luka hati ku terhadap mu,aku ingin mencintai mu dan memberikan pelayanan yang terbaik sebagai seorang istri kepada suami nya.
Tuhan tolong pulih kan dengan cepat hatiku agar aku bisa menjadi istri tuan Alexander, ajarkan aku untuk bisa memanggil nya tidak dengan kata tuan lagi.Amin
Di akhir doa nya Keisha mengucapkan setiap permohonan nya tersebut.
Mata Keisha dengan perlahan terpejam,entah mengapa dirinya begitu tenang pada saat tangan Alexander dengan begitu erat memeluknya.
"Dia tertidur,sayang aku mencintai mu,hasratku sangat besar untuk ingin menyentuh tubuhmu,namun aku akan menunggu saat itu dengan sabar,saat dimana kau dapat menyerahkan kembali semua hal kepada ku,saat dimana kau pada akhirnya percaya hanya kepada ku,aku mencintai mu sayang"
Alexander dengan bebas mendaratkan ciuman nya di tengkuk Keisha,ciuman demi ciuman Alexander mulai kembali daratkan dan itu membuat gairah Alexander semakin naik,dengan perlahan Alexander mulai menjelajah tubuh Keisha dari belakang,dan itu membuat gairah Alexander semakin tidak terkendali.
Tidak,aku tidak akan melakukan hal ini, sebelum dia setuju, apalagi melakukan nya dalam keadaan tidak sadar,itu akan tidak adil untuknya,aku mau dia juga menikmati setiap sentuhan ku.
Setelah berkata hal tersebut di dalam hati Alexander segera menjauhkan tangan nya dari tubuh Keisha yang sudah menjelajah kemana - kemana dan itu dalam keadaan Keisha tertidur.
Dengan perlahan Alexander bangkit dari tempat tidur menuju ke dalam kamar mandi, Alexander menguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin.
"Arrrrrh, kenapa tubuh mu begitu menggoda untuk aku sentuh,entahlah aku bisa bertahan sampai kapan dengan menahan diri seperti ini"
Di bawah guyuran air dingin Alexander memukul - mukul kan tangannya ke tembok sebagai bentuk kemarahan nya terhadap dirinya sendiri.
Lama Alexander berada di dalam kamar mandi untuk bisa mengusai diri sebelum dia kembali tidur di samping istrinya dengan pakaian terbuka yang dipakai oleh istrinya,namun dia sama sekali belum bisa menyentuh tubuh indah tersebut.
"Aku harus bisa,ya aku harus bisa"
Dengan langkah yang mantap Alexander keluar dari kamar mandi dan segera merebahkan tubuhnya di samping Keisha, Alexander memilih kembali memeluk Keisha dari belakang dan tenggelam di dalam pelukan tersebut sampai pagi.
Sementara itu pagi ini di rumah utama.
"Pa,Ma esok hari Albert dan keluarga nya akan datang kemari"
Michelle membuka sebuah percakapan saat sarapan pagi berlansung.
"Ya Jian Lee dan Fanny kan memang biasa berkunjung kemari kan"
"Ya betul Pa,namun kunjungan kali ini berbeda"
"Maksudmu?"
"Esok hari mereka akan datang untuk melamar Michelle Pa"
__ADS_1
Edward langsung tersedak dengan ucapan dari Michelle.
"Michelle kenapa kau baru memberitahukan hal sepenting ini sangat mendadak?"
Nada Edward menjawab terlihat sangat kesal.
"Katakan pada kami apa alasan mu baru memberitahukan hal ini sekarang?"
Kimmy yang ikut kaget segera saja menanyakan hal tersebut kembali kepada Michelle.
"Ma,Pa maafkan Michelle jika baru memberitahukan hal ini sekarang, Michelle hanya ingin pertunangan ini berjalan tertutup tanpa media apapun, Michelle hanya ingin acara kali ini di hadiri oleh keluarga besar saja"
Edward dan Kimmy pada akhirnya hanya saling pandang terhadap semua keputusan Michelle.
"Baiklah jika itu memang menjadi keputusan mu Michelle,tapi tetap keluarga Chandradinata akan mengadakan pesta sederhana untuk mu yang akan di hadiri pihak keluarga"
"Ya Pa Michelle setuju"
"Sayang apakah Mama Clarissa dan Papa Richard sudah tau kabar gembira ini?"
"Belum Ma"
"Nah tunggu apa lagi,ayo cepat katakan kepada mereka"
"Apa yang kau pikirkan Edward?"
Kimmy melihat tatapan mata Edward yang masih di buat tidak percaya terhadap keputusan Michelle.
"Aku tidak menyangka terhadap keputusan nya"
Edward menggelengkan kepala sambil memijit - mijit pelipisnya.
"Apa yang membuat pemikiran mu seperti itu Edward?"
"Sayang kita tau karakter Michelle seperti apa,dan apakah tidak berbahaya jika pada nantinya dia menikah dengan laki - laki lebih muda seperti Alexander?"
Kimmy mengerti jalan pikiran Edward dan dengan tenang Kimmy memegang tangan Edward.
"Edward,bagiku selama Michelle tau akan peran nya sebagai seorang istri,dan Alexander memiliki kepemimpinan yanag bagus tidak ada masalah,aku yakin terhadap pilihan Michelle dan aku berharap kau jika memiliki pemikiran yang sama"
Edward memandang wajah teduh istrinya dan pada akhirnya ikut menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Baiklah,aku akan memberikan kesempatan kepada Albert untuk menjadi calon menantu Chandradinata"
"Bagus,nah ayo sekarang kita berangkat hari sudah semakin siang"
Edward langsung melihat arloji di tangan nya dan betul waktu terasa begitu cepat.
"Ayo aku akan mengantarkan mu terlebih dahulu ke Rumah Sakit.
Edward dan Kimmy bangkit dari tempat duduknya dan segera menuju ke parkiran mobil.
Sementara itu di rumah putih,hari ini Keisha bangun lebih pagi,Keisha sengaja melakukan hal tersebut karena Keisha ingin menyiapkan sarapan pagi untuk Alexander dengan tangan nya sendiri.
"Selamat pagi tuan"
Alexander yang sudah membuka mata melihat Keisha dengan rambutnya yang masih basah mengucapkan hal tersebut dengan bahasa isyarat.
Jika saat ini Alexander sedang tidak menahan diri untuk menyentuh Keisha,pasti Alexander akan langsung berlari mendekat ke arah Keisha dan menerkam nya.
"Kau,kapan kau bangun?"
"Aku sudah bangun dari pagi tuan"
"Ah seperti itu,kemarilah"
Alexander melambaikan tangan nya meminta Keisha mendekat ke sisi tempat tidur..
"Aku ingin memberikan ini kepada istri ku"
Alexander memegang kepala Keisha dengan ke dua tangannya dan mencium kening istrinya tersebut.
"Selamat pagi istriku,mulai sekarang wajib peraturan nya ketika bangun pagi aku harus mencium kening mu seperti ini,apa kau mengerti?"
"Ya tuan"
"Bagus"
Dan tanpa persetujuan dari Keisha Alexander langsung meraih tubuh istrinya tersebut dan ******* habis bibirnya.
Keisha sangat kaget dengan sesuatu hal yang dilakukan Alexander kepadanya pada pagi hari ini,Keisha ingin berontak agar ciuman panas ini tidak semakin menghayutkan,namun kekuatan dirinya tidak akan seberapa dibandingkan tubuh Alexander yang kini berhasil menguncinya.
Dengan perlahan tangan Alexander kembali menjelajah bagian - bagian sensitive tubuh istrinya tersebut,Keisha cukup tersentak ketika Alexander berhasil untuk menjelajah area - area sensitive nya dan dengan mulutnya yang masih beradu kuat dengan Alexander pada akhirnya Keisha mengerahkan semua tenaganya untuk memberontak dalam cengkraman Alexander.
__ADS_1
Dan detik itu juga Keisha menangis di dalam ciuman nya, trauma kembali menjelajah setiap pikiran dan hatinya saat - saat dimana penyiksaan dengan hubungan paksaan yang dilakukan Alexander kepada dirinya kembali teringat dan detik itu juga Alexander mulai sadar bahwa ada sesuatu yang salah saat Alexander melihat air mata Keisha.