
Aku tak membutuhkan mu tuan Lio,aku tidak perduli terhadap kehancuran Alexander,yang aku inginkan adalah wanita nya menjadi milik ku itu saja"
"Ya,ya aku mengerti pemikiran mu,namun suatu saat jika kau membutuhkan bantuan ku,aku akan bisa untuk dihubungi"
Tuan Lio memberikan kartu namanya kepada Dokter Jansen dan segera berlalu dari hadapan Dokter Jansen.
"Dia pikir aku laki - laki lemah"
Setelah mengatakan hal tersebut Dokter Jansen membuang kartu nama tuan Lio.
"Aku bisa mendapatkan wanita mu Alexander dan aku akan menggunakan banyak cara untuk mendapatkan nya,aku ingin dia mencintai ku sama seperti dia mencintai mu,cinta nya yang begitu besar kepada mu membuat ku semakin terobsesi untuk mendapatkan nya"
Dokter Jansen mengatakan hal tersebut dalam keadaan marah, keadaan yang membuatnya mengemudikan mobil dengan sangat kencang.
Sementara itu di rumah putih, Alexander yang masih dalam keadaan marah segera masuk ke dalam kamar.
"Katakan mengapa kau tidak menunggu ku,atau jika tidak mengapa kau tidak kembali dengan supir pribadi yang bisa kau hubungi,namun kenapa kau malah memilih kembali dengan laki -laki lain,ingat kau sudah memiliki suami!"
Dengan nafas tersenggal Alexander yang baru saja masuk ke dalam kamar segera mengatakan semuanya, sedangkan Keisha sangat kaget dengan kedatangan Alexander yang seperti itu.
"Alexander,apa maksudmu?"
Keisha yang masih bingung mencoba mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat.
"Kau masih bertanya apa maksud ku ha?"
Kini suara keras Alexander kembali terdengar.
"Kau harus tau jika laki -laki yang bernama Jansen itu menginginkan mu!"
Deg
Keisha tersentak ketika Alexander mengatakan semua hal tersebut dengan suara keras.
"Sekarang kau sudah tau dia menginginkan mu,lantas apa yang akan kau lakukan ha?"
Kini Alexander yang sudah lelah dengan segala teriakan nya mulai duduk di tepi tempat tidur sambil mengacak - acak rambutnya.
"Alexander"
Keisha menghampiri Alexander dan berlutut di depan suaminya agar bisa menatap wajah suaminya dengan lebih dekat.
"Kau ingat aku pernah mengatakan apa kepada mu?"
__ADS_1
Dengan bahasa isyarat dan dengan penuh ketenangan Keisha mencoba untuk mengatakan kembali kepada Alexander.
"Apa yang kau katakan kepadaku?"
Kini wajah Alexander berhadapan lurus dengan wajah Keisha, Alexander yang masih dalam keadaan marah mencoba untuk kembali mengingat semua perkataan istrinya,namun pada akhirnya Alexander hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Sayang, suamiku tercinta,kau harus ingat aku ini istrimu,aku ini separuh dari jiwa mu,aku tidak akan mungkin meninggalkan apalagi mencintai laki - laki lain selain kau sayang, pernikahan yang menyatukan kita hanya bisa di pisahkan oleh maut, sekarang aku hanya meminta mu memberikan kepercayaan kepada ku"
"Jika memang Dokter Jansen mencintai ku,mulai saat ini aku akan bersikap tegas kepadanya,aku tidak akan membiarkan pernikahan kita ternoda Alexander,aku mohon kau harus percaya kepada ku, sekarang redakan amarah mu,jangan sampai amarah ini mengusai hati mu terlalu lama,aku tidak ingin suami ku kembali ke rumah dalam keadaan seperti ini"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat dan ketenangan yang di miliki oleh Keisha pada akhirnya mampu meredakan amarah Alexander.
"Maafkan aku,jika tadi membuat mu kaget,sungguh aku sangat takut kehilangan mu,itu sebabnya aku sampai seperti orang gila ketika aku berhadapan dengan laki -laki yang bernama Jansen itu"
"Aku mengerti jika kau seperti itu Alexander,terima kasih"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat dan langsung mencium kening Alexander.
"Terima kasih untuk apa?"
"Terima kasih karena kau begitu cemburu jika aku di miliki oleh laki -laki lain,dengan begitu aku bisa mengetahui betapa besar nya rasa cinta mu terhadap ku"
Dengan tersenyum Keisha mengucapkan semua perkataan nya dengan bahasa isyarat.
"Hahaha,kau benar runtuh sudah harga diriku sekarang"
"Sekarang mandi lah,aku sudah menyiapkan makan malam untuk mu"
"Baik nyonya Alexander"
Setelah mengatakan hal tersebut Alexander segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Bagi mereka kehadiran Jansen malah membuat cinta mereka semakin kuat,kini Alexander dan Keisha bisa mengetahui dan bisa merasakan cinta yang sangat besar dari masing - masing mereka.
"Sayang"
"Ya Alex"
"Tanggal berapa kau ulang tahun?"
Deg
Keisha terdiam dengan pertanyaan yang di katakan Alexander di atas tempat tidur mereka.
__ADS_1
"Hei kenapa istriku ini langsung terdiam?"
"Alex,boleh aku berkata jujur? sebenarnya aku tidak pernah mengetahui tanggal berapa aku lahir Kakek menemukan aku di tempat sampah dan tidak ada pentunjuk apapun saat aku ditemukan,jadi seumur hidup aku tidak pernah merayakan pesta ulang tahun disamping karena kondisi kita yang sulit di saat itu aku juga tidak pernah mengetahui kapan aku dilahirkan"
Keisha mengatakan semua hal tersebut dihadapan Alexander dengan bahasa isyarat dan Alexander menatap tajam ke arah Keisha saat Keisha mengatakan semuanya itu.
Rasa sesak menyeruak ke dalam relung hati Alexander paling dalam, penderitaan yang dialami oleh istrinya selama ini ternyata sangat berat.
"Sayang,aku ingin merayakan satu pesta besar khusus untuk mu"
"Untuk ku? namun aku tidak mengetahui kapan aku di lahirkan"
"Tidak penting kapan kau dilahirkan kan,anggap saja hari pertama kita bertemu itu adalah hari kelahiran mu,dan itu berarti dua hari lagi,apa kau masih ingat bagaimana kita bertemu?"
Keisha terdiam dengan ucapan Alexander,rasa haru menyeruak ke dalam hatinya saat Alexander mengatakan semua hal itu.
"Tentu saja aku ingat Alex,saat itu aku masih bersama dengan tuan Lio dan kau datang..."
Keisha tidak dapat melanjutkan kembali bahasa isyarat karena kini air matanya mulai mengalir.
"Hei maafkan aku bukan maksudku untuk membuat mu kembali mengingat masa - masa itu"
Alexander langsung memeluk erat istrinya mencium puncak kepala istrinya berulang -ulang agar kembali tenang.
"Maafkan aku,aku hanya ingin kau bahagia tinggal bersama dengan ku, apapun akan aku lakukan agar kau bahagia"
Dengan berulang - ulang Alexander kembali mengatakan hal tersebut kepada Keisha.
"Ya aku tau Alexander,mungkin aku saja yang terlalu sensitive"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat dan menghapus semua air matanya.
"Jadi kau setuju jika aku akan membuatkan satu pesta untuk mu?"
Keisha tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Pesta impian seperti apa yang kau inginkan?"
"Aku ingin menjadi ratu di dalam pesta itu"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat.
"Baiklah,aku akan memenuhi keinginan mu"
__ADS_1
"Tapi Alexander,mana mungkin waktunya tinggal dua hari lagi"
"Semua mungkin jika aku yang melakukan nya, sekarang tidurlah"