MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
BERITA HARI INI


__ADS_3

Sayang aku ingin sekali memeluk mu,namun sampai pada pagi ini entah mengapa masih terasa sulit bagi ku untuk bisa menerima masa lalu mu,aku tau setiap orang pasti memiliki masa lalu namun tetap masih terasa sulit bagiku"


Albert yang sudah sendiri di dalam ruangan mengatakan semuanya itu, perasaan cinta Albert yang tidak berubah kepada Michelle namun di satu sisi hati Albert yang masih belum bisa menerima masa lalu Michelle membuatnya menjadi dingin saat Michelle mencoba untuk menghampiri nya.


"Aku butuh sendiri dan berpikir"


Albert mengatakan hal tersebut dengan hati yang masih sedih, bagaimana pun juga sedikit berat untuk Albert menerima Michelle,hal tersebut karena selama hidupnya Albert betul - betul menjaga dirinya, Albert tumbuh dengan masa lalu yang sangat baik dan memiliki komitmen tidak akan pernah menyentuh wanita sebelum sah di hadapan Tuhan.


"Tuhan aku menginginkan pasangan yang sama seperti ku,dengan baik aku menjaga hidup ku dan aku berharap menemukan itu juga dari diri Michelle,namun sekarang aku jatuh cinta pada gadis dengan masa lalu yang kelam,arrrrrh kenapa semuanya menjadi sangat sulit,cinta ini sudah terukir terlalu dalam"


Albert mengatakan hal tersebut sambil mengacak - acak rambutnya, Albert berusaha untuk bisa belajar dari segala sesuatu yang telah terjadi di dalam hidupnya.


Sementara itu di toko bunga hari ini Alexander masih sangat betah menempel pada tubuh Keisha,hari sudah sangat siang,namun Alexander masih enggan meninggalkan tubuh indah istrinya tersebut.


"Alexander aku mohon kau harus kembali ke kantor, meskipun kau seorang CEO tetap saja kau tidak boleh memiliki kelakuan seperti ini, bagaimana kau bisa mengajarkan banyak hal baik kepada karyawan mu jika sendiri tidak disiplin"


Keisha mengatakan hal tersebut dengan panjang lebar,dengan bahasa isyarat yang dimiliki nya.


"Aku tak hadir ke kantor satu hari kantor tidak akan menjadi bangkrut sayang"


Alexander mengatakan hal tersebut sambil masih asyik mencium tubuh Keisha.


"Alexander,aku mohon aku mau bekerja,aku juga ingin sukses seperti mu,aku ingin"


"Sssssst"


Alexander langsung menghentikan gerakan bahasa isyarat Keisha.


"Sebenarnya dengan kekuasaan yang aku miliki aku bisa membuat mu sukses,namun jika aku melakukan hal itu aku jamin kau pasti akan langsung marah kan?"


Keisha langsung menganggukan kepalanya dengan kuat, Keisha sama sekali tidak ingin bergantung kepada suaminya, Keisha ingin berhasil dengan tangannya sendiri.


"Baiklah,aku akan bangun dari tempat tidur ini, semua aku lakukan demi kau sayang"


Alexander mengatakan hal tersebut sambil menciumi punggung Keisha yang masih berbalutkan selimut tebal.


"Pakai baju mu Alexander"


Keisha yang sudah bangun dari tempat tidurnya segera mengambil bajunya yang berhamburan di lantai.


"Ya ya aku akan bangun"


Alexander segera membuka selimutnya dan menghampiri Keisha


Namun tiba - tiba saat Keisha akan melangkahkan kaki ke kamar mandi sejenak langkahnya terhenti dan tiba - tiba Keisha pingsan.

__ADS_1


"Hei sayang,ada apa dengan mu,hei kau kenapa?"


Alexander langsung panik ketika mengetahui istrinya tiba - tiba pingsan di depan matanya.


Alexander segera memakai kembali semua bajunya lalu mengangkat tubuh Keisha dan keluar ruang kerja Keisha.


"Tuan Alexander ada apa dengan nona Keisha?"


Aira sangat kaget ketika Alexander membawa Keisha keluar dalam keadaan pingsan.


"Entahlah Aira aku juga tidak tau,cepat buka pintu mobil aku akan membawanya ke Rumah Sakit"


"Baik tuan Alexander"


Aira segera berlari ke halaman parkir dan membantu Alexander membuka pintu mobil,dengan wajah yang panik Alexander segera melarikan mobil nya ke Rumah Sakit.


Sesampainya di Rumah Sakit, Alexander langsung melarikan Keisha ke Unit Gawat Darurat.


"Alexander ada apa dengan istri mu"


Albert yang kebetulan sedang berada di ruangan Unit Gawat Darurat sangat kaget ketika melihat Alexander membawa Keisha dalam keadaan pingsan.


"Entahlah aku juga tidak tau"


"Kau tunggu di luar"


"Albert bagaimana keadaan istri ku?"


Alexander yang melihat Albert keluar Langsung menanyakan banyak hal.


"Tenanglah,ayo ikut aku ke ruangan ku"


"Albert langsung mengajak Alexander keruangan nya"


"Cepat katakan apa yang sedang terjadi dengan istriku?"


"Ini kau baca saja sendiri"


Albert memberikan satu kertas kepada Alexander.


"Hamil? istri ku hamil?"


Albert menganggukan kepalanya, sedangkan Alexander yang masih tidak percaya kembali membolak - balik kertas tersebut.


"Kenapa kau seperti itu Alexander?"

__ADS_1


"Albert aku akan menjadi Ayah,sungguh ini luar Biasa,aku akan menjadi Ayah"


Alexander begitu bahagia dengan kabar yang dia terima.


"Ya selamat Alexander,kau sungguh luar biasa, ternyata kalian bisa membuat anak tersebut dengan sangat cepat hahaha"


"Albert memberikan selamat kepada Alexander yang sejak tadi masih girang"


"Alexander kau harus menjaga istri mu baik - baik,dan ingat jika kau ingin melakukan hubungan badan jangan terlalu kasar, sekarang ada anak mu di dalam sana


"


Albert menunjukan ke perut Alexander"


"Aku mengerti Albert,baiklah aku akan segera kembali kepada istriku"


Alexander segera berdiri dari tempat duduknya dan sebelum dia keluar dari ruangan Albert wajah Alexander menatap Albert dengan tajam.


"Albert boleh aku mengatakan sesuatu hal kepada mu?"


"Katakan saja Alexander"


"Saran ku,ada masanya kita harus berdamai dengan hati kita sendiri,menerima itu memang sulit namun lebih sangat sulit adalah mempertahankan orang yang kita sayangi,mengambil langkah untuk berdamai dengan diri sendiri akan membuat kita sadar betapa orang yang kita sayangi lebih berharga daripada cerita - cerita kehidupan yang pernah dimiliki nya, pikiran perkataan ku tadi dengan tenang Albert agar kau tidak pernah menyesal dan menyalahkan waktu"


"Deg


Hati Albert seperti di hantam sebuah batu ketika mendengarkan semua ucapan Alexander,ya Albert belum berdamai dengan hatinya.


"Kau benar Alexander, memperoleh cinta itu memang gampang,tapi mempertahankan cinta itu yang sulit"


Albert bergumam sambil melihat Alexander keluar dari ruangannya.


"Sayang,apa yang kau rasakan sekarang?apakah ada yang sakit? bagaimana keadaan mu?"


Alexander yang sudah berada kembali di ruangan Keisha langsung menghujami Keisha dengan ciuman di puncak kepalanya dan bertanya banyak hal.


"Alexander ada apa dengan ku? kenapa kepalaku rasanya sakit?"


"Kau hamil sayang,kita akan menjadi orang tua"


Alexander mengatakan hal tersebut sambil menunjukan kertas yang berada di dalam gengganman tangannya.


"Alexander apakah yang kau katakan itu benar?"


Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat sambil berlinang air mata

__ADS_1


Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like yang banyak yah agar authornya semangat


__ADS_2