MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
RASA KEHILANGAN


__ADS_3

Rissa mengapa kau baru mengatakan kebenaran yang terjadi jika yang menemui mu adalah putra mahkota Negara B?"


Clarissa hanya terdiam dengan pertanyaan Richard.


"Maafkan aku Richard jika aku baru mengatakan hal ini terhadap mu,waktu itu saat aku hendak menghubungi mu,ada pikiran tersendiri mengapa aku belum berani untuk mengatakan hal ini kepada mu"


"Apa hal yang membuat mu begitu takut untuk menceritakan ini kepada ku?"


Clarissa kembali terdiam dengan semua pertanyaan yang dikatakan oleh Richard.


"Maafkan aku Richard sepertinya itu hanya ketakutan ku saja,aku takut jika kau tidak bisa menerima kehadiran putra mahkota tersebut dengan baik"


Clarissa menundukkan wajahnya sambil mengatakan hal tersebut.


"Sayang,kau tau aku pasti bisa mengendalikan diriku dengan baik,lain kali jika ada hal -hal seperti ini segera ceritakan kepada ku"


Richard mengatakan hal tersebut sambil memeluk Clarissa di atas tempat tidur mereka.

__ADS_1


"Maafkan aku Richard"


"Tidurlah,besok aku akan membahas hal ini dengan Edward dan juga Jian Lee"


Dan tiba -tiba saja Richard mendengar suara isak tangis Clarissa..


"Sayang,ada apa?"


Richard sangat kaget ketika mendengarkan suara tangisan istrinya tersebut.


"Mereka pasti pembunuh Kakek Lauren,ya tidak diragukan lagi,Kakek Lauren meninggal Richard dan aku sebagai cucu kandungnya belum sempat untuk melihatnya terakhir kali"


"Sayang,aku mengerti perasaan mu,aku mengerti jika saat ini kau merasakan kehilangan,dan aku tidak akan mencoba untuk memaksakan rasa kehilangan itu hilang dengan cepat,karena semua butuh proses"


"Namun satu yang harus kau ingat,saat ini kau memiliki orang - orang yang mencintai mu,ada aku, Michelle dan semua keluarga Chandradinata yang siap untuk berada di samping mu apapun keadaan mu sayang"


Richard memeluk erat Clarissa sambil mengatakan hal tersebut,tak dapat untuk dipungkiri Clarissa pasti akan tetap merasakan kehilangan tuan Lauren meskipun hubungan Clarissa dan tuan Lauren terakhir pertemuan itu tidak baik.

__ADS_1


"Kenapa Kakek Lauren lebih percaya kepada mereka, mereka itu semuanya jahat!coba saja seandainya kakek Lauren tidak percaya kepada mereka dan lebih percaya kepada ku,coba saja jika Kakek Lauren tidak dikuasai oleh dendam sampai mendarah daging seperti itu"


Richard terus mendengarkan curahan hati Clarissa dengan sabar,tanpa meminta Clarissa untuk diam.


"Sayang semua itu adalah pilihan,dan terkadang pilihan yang salah memiliki dampak yang kurang baik untuk diri kita, sekarang tidurlah,Kakek Lauren sudah tenang berada di sana,saat kita untuk memikirkan apa yang harus kita lakukan selanjutnya"


Clarissa hanya menganggukan kepalanya dan memilih untuk tidur di dalam dekapan suami yang begitu dia cintai.


Malam ini merupakan malam yang sedih untuk Clarissa,malam dimana Clarissa sedang merasakan kehilangan salah satu keluarga yang di cintai nya.


"Selamat pagi sayang"


Satu kecupan manis mendarat di kening Keisha dari suami yang dia cintai.


"Selamat pagi anak Papa"


Tak lupa Alexander mencium perut Keisha dan mengucapkan selamat pagi terhadap anak yang masih berada di dalam kandungan istrinya tersebut.

__ADS_1


Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like


author yah agar authornya bisa tambah setia tuan Alexander vote dan like


__ADS_2