
Keisha membungkukkan badan sebagai bentuk tanda hormatnya kepada Alexander sedangkan Alexander mengatakan hal tersebut sambil lalu dengan pergi meninggalkan Keisha.
"Ayo cepat kita berangkat aku mau segera istirahat"
Alexander membentak Keisha agar cepat menyusul langkah kakinya,hari ini Alex begitu lelah sehingga dia pada akhirnya meluapkan kekesalannya itu kepada Keisha,namun Keisha tetap bersikap sabar kepada Alexander.
"Kau perhatikan cara aku menggunakan kartu ini"
Alex dan Keisha yang kini sudah ada di tempat pusat perbelanjaan,dan Keisha betul -betul sedang memperhatikan setiap transaksi -transaksi keuangan yang dilakukan oleh Alex.
"Tuan ayo kita pulang,semua bahan makanan sudah kita beli"
Dengan bahasa isyarat Keisha mengatakan hal tersebut kepada Alex,namun Alex sama sekali tidak mau untuk beranjak kembali ke apartemen mereka.
"Kau lupa tadi aku menyuruh mu apa ha?"
Nada tinggi Alex membuat Keisha harus kembali mengingat -ingat setiap perkataan Alexander.
"Maafkan aku tuan,ingatan dan pendengaran aku lemah,jadi aku tidak begitu mengerti apa yang tuan bicarakan"
Melihat Keisha memakai bahasa isyarat Alex hanya kembali dibuat gusar dan ingin sekali marah kepadanya.
"Sudah kesabaran ku sudah mulai habis,ayo ikut aku"
Alex menarik tangan Keisha dan mengandeng nya ke sebuah tempat perlengkapan wanita yang lengkap.
"Cepat pilih semua perlengkapan wanita disini,ingat sebentar lagi sahabat ku akan datang ke apartemen kau tidak boleh terlihat lusuh,jika sampai kau terlihat lusuh dia akan berpikir jika aku tidak mengurusi dengan benar,apa kau mengerti?"
Alex menatap tajam ke arah Keisha dan Keisha hanya menganggukan kepalanya dan segera berlari menuju ke perlengkapan wanita untuk mengambil semua barang yang dia butuhkan.
"Selamat siang tuan Alexander,betul anda tuan Alex?"
Satu orang penjaga tempat perlengkapan wanita itu menyapa Alexander.
"Anda tau darimana jika namaku adalah Alexander?"
"Tuan siapa yang tidak tau tentang keluarga Chandradinata,satu keluarga yang sangat terkenal di Negara ini"
"Ah seperti itu"
Namun belum sempat Alex melanjutkan kata -katanya tiba -tiba ada satu tangan menarik -narik ujung baju lengan nya.
"Ada apa?"
"Semuanya sudah selesai,namun petugas pembayaran itu menanyakan uang dan aku tidak memiliki nya"
"Kau memang tidak memiliki uang karena aku yang akan membayarkannya,tuan aku permisi dulu"
"Baik tuan Alex"
__ADS_1
Dan diam - diam sang pemilik toko mengambil ponselnya dan mengabadikan foto Alex dan Keisha saat bergandengan menuju ke tempat pembayaran.
"Ini akan menjadi berita bagus"
Sang pemilik toko tersenyum dengan penuh kebahagiaan ketika berhasil mendapatkan info tentang salah satu keluarga Chandradinata,buat mereka ini adalah salah satu berita mahal yang dapat mereka jual ke awak media.
"Tuan terima kasih"
Selesai melakukan transaksi pembayaran Keisha mengucapkan terima kasih kepada Alexander dengan bahasa isyarat yang dia kuasai.
"Ayo,kita segera kembali ke apartemen,lain kali kau tinggal pakai saja kartu ini untuk berbelanja,nanti aku akan meninggalkan sejumlah uang tunai untuk mu juga"
Alex mengatakan hal tersebut sambil menggandeng Keisha untuk masuk ke dalam lift, letak apartemen mereka langsung terhubung dengan salah satu pusat perbelanjaan yang membuat mereka tidak akan pernah kesulitan jika membutuhkan sesuatu.
"Tuan,duduklah aku akan memasak untuk mu dan sahabatmu"
Setelah sampai di apartemen Keisha meminta Alex untuk duduk di ruang tamu,karena dia yang akan memasak untuk Alex dan juga sahabatnya,namun belum sempat Alex pergi dari dapur tiba -tiba Keisha kembali memegang lengan Alex.
"Ada apa lagi?"
"Bagaimana cara menyalakan ini?"
Keisha menunjuk kompor listrik yang berada di apartemen tersebut.
"Apa kau juga tidak bisa menggunakan peralatan dapur disini?"
"Astaga,kau tinggal di jaman purba sebelum ini, kenapa kau begitu bodoh dalam melakukan segala sesuatunya?"
Karena lelah Alexander mulai mengatakan beberapa kata -kata kasar kepada Keisha,namun tangan dan kakinya bergerak untuk membantu Keisha melakukan semua hal yang Keisha tidak ketahui.
"Sudah,apa sudah mengerti semua yang aku ajarkan kepada mu?"
Keisha mengangguk puas dengan semua hal yang telah dilakukan oleh Alexander.
"Awas jika kau berani memanggil ku lagi di ruang tamu karena kau tidak mengerti dan bertanya kepadaku!"
Mata Alex menatap tajam ke arah Keisha memberikan intimidasi kepada nya agar tidak banyak bertanya -tanya lagi.
Dan pada akhirnya Alex kembali ke ruang tamu dan karena lelah Alex tertidur di ruangan tersebut dan tak beberapa lama terdengar ketukan pintu di apartemen itu.
"Hei kau Alex kenapa kau begitu lama membukakan pintu ini untuk ku?"
Alex yang baru tersadar dari tidurnya dan kini sudah membukakan pintu untuk Albert hanya terdiam dengan semua perkataan nya.
"Alex bau apa ini,harum sekali?"
Albert mulai masuk ke dalam apartemen karena mencium bau harum masakan yang berasal dari dapur.
"Hei,kau jangan asal masuk ke dalam rumah orang tanpa permisi"
__ADS_1
Belum sempat menjangkau dapur tangan Albert sudah kembali di tarik oleh Alex.
"Pasti gadis itu yang sedang memasak?"
"Perkataan mu betul"
"Aku ke dalam ya,aku penasaran kenapa sampai sahabatku ini begitu penasaran dengan sosok gadis bisu hingga dia rela apartemen nya ditempati olehnya"
Albert kembali maju dan tangan Albert kembali ditarik oleh Alex,dan tepat di saat itu Keisha muncul di hadapan mereka.
"Tuan,semua makanan sudah siap"
Keisha menggunakan bahasa isyarat mengatakan hal tersebut kepada Alex dan juga Albert.
"Baiklah,kemari"
Alex memanggil Keisha untuk mendekat ke arah mereka.
"Kenalkan ini sahabatku Albert"
"Halo nona salam kenal,namaku Dokter Albert Lee"
Albert memberikan tangan nya untuk di jabat oleh Keisha,Keisha meraih tangan Albert dan melepaskan nya lagi.
"Halo tuan Albert,apakah anda mengerti bahasa isyarat yang aku gunakan?"
"Tentu saja aku mengerti nona,aku dan Albert pernah memiliki sahabat seperti mu di masa kuliah"
"Terima kasih tuan Albert"
Keisha kembali tersenyum,dirinya begitu gembira karena kini ada satu laki -laki baik lagi yang bisa mengerti apa yang dia ucapkan saat ini.
"Keisha kedatangan Albert kemari adalah untuk memeriksa keadaan mu,dan ini adalah perintah dariku itu sebabnya kau tidak boleh menolaknya"
Alex mengatakan hal ini kepada Keisha dan Keisha hanya terdiam dengan perkataan dari Alex.
"Hei tak perlu tegang seperti ini,kemarilah nona aku tidak akan menyakitimu"
Albert meraih tangan Keisha dan mengajak nya untuk duduk di ruang tamu.
"Dengarkan,kau harus percaya kepada ku, sekarang aku adalah temanmu dan aku akan meme keadaan kesehatan mu"
Albert mengeluarkan alat -alat kedokteran untuk memeriksa keadaan Keisha dan tak beberapa lama pemeriksaan itu selesai.
"Alex kondisi nona Keisha baik -baik saja,mungkin hanya butuh alat bantu dengar, karena pendengaran nya juga agak terganggu"
"Baiklah nanti aku akan meminta Peter untuk membelikannya"
Hari itu Alex dan Albert serta Keisha makan bersama di dalam apartemen tersebut,namun mereka nampaknya belum sadar jika semua media kini bergerak dengan cepat dalam pemberitaan tentang Alex yang menggandeng seorang wanita di dalam pusat perbelanjaan.
__ADS_1