MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
ADA APA DENGAN MELISA


__ADS_3

"Tuan Alex ini bukan salah nona Keisha,memang saya yang menawarkan bantuan untuk nona Keisha"


"Diam kau Peter,aku tidak akan pernah mengizinkan kau membela wanita pelacur ini"


Peter langsung terdiam ketika Alexander mengatakan hal tersebut kepadanya.


Keisha sesekali hanya menatap wajah Alexander, selebihnya dia hanya menundukkan wajahnya dan mengikuti Alexander yang sedang di dorong di atas kursi roda oleh Peter.


"Terima kasih tuan Peter telah mengantarkan kami, selanjutnya biar itu menjadi tugasku dalam merawatnya"


Setelah Peter menaruh Alexander di dalam kamar,Peter dan Keisha kembali turun ke lantai pertama dan Keisha mengucapkan terima kasih dengan tulisan di buku tulisnya.


"Sama - sama nona,jika nona membutuhkan aku segera hubungi aku lewat Aira,nyonya Kimmy memerintahkan Aira untuk selalu bersama dengan nona"


Peter membungkukkan badannya memberi hormat kepada Keisha dan setelah itu segera berlalu dari hadapan Keisha.


"Wanita bodoh,dimana kau!!!"


Seketik terdengar teriakan Alex dari dalam kamarnya dan teriakan itu memberikan isyarat untuk Keisha segera berlari menjumpainya,karena Kimmy hanya mengizinkan Keisha yang merawat dan bersama dengan Alexander.


"Maafkan aku tuan Alexander,tadi aku mengantarkan Peter dan mengucapkan terima kasih padanya"


Keisha mencoba untuk menjelaskan kepada Alexander mengapa dia lama sampai ke kamarnya.


"Dasar wanita pelacur!untuk apa kau mengantarkan Peter,jangan - jangan kau juga akan merayu dia dan akan menipu nya seperti kau menipu dan menghancurkan masa depanku ha?"


Deg


Perkataan demi perkataan Alexander semakin membuat Keisha sedih,namun tidak ada dia bisa lakukan karena memang apa yang dikatakan Alexander itu benar,secara tidak sadar bagi Keisha dia memang yang telah menghancurkan kehidupan cinta Alexander.


"Tuan maafkan aku"


Hanya itu yang pada akhirnya Keisha bisa katakan dengan bahasa isyarat miliknya.


"Antar aku ke kamar mandi,cepat!!"


Alexander kembali membentak Keisha,saat ini Alexander begitu frustasi,frustasi karena keadaannya yang tidak dapat berbuat apapun,dan frustasi karena hanya Keisha wanita yang paling dia benci yang justru di tugaskan oleh keluarga nya untuk merawat setiap apapun yang dia butuhkan selama masih dalam masa perawatan.


"Ayo cepat!!"


"Baik tuan"

__ADS_1


Dengan patuh Keisha membawa Alexander untuk masuk ke dalam kamar mandi,membantu Alexander untuk membersihkan diri sebelum tidur dan membawanya kembali ke tempat tidur.


"Kau mau kemana wanita pelacur?"


Keisha yang sudah siap untuk pergi dan tidur di lantai mendadak kaget dengan perkataan Alexander.


"Aku akan tidur di lantai seperti biasanya tuan"


"Siapa yang menyuruh mu untuk tidur di lantai,jika tengah malam aku membutuhkanmu aku akan sulit untuk membangunkanmu"


"Lalu aku harus tidur dimana tuan?"


Keisha kembali menggunakan bahasa isyaratnya dengan penuh kebingungan.


"Tidur di sebelahku,apa kau mengerti!!"


Keisha sangat kaget dengan perkataan dari Alex,malam ini Alex memintanya untuk tidur disebelahnya.


"Kenapa kau melamun seperti itu?asal kau tau aku melakukan hal itu hanya karena kau yang diizinkan untuk merawatku,jika tidak cih aku sama sekali tidak akan mau berbagi tempat tidur dengan mu"


"Tunggu apa lagi!!"


Teriakan dari Alexander membuat Keisha langsung melompat di atas tempat tidur disisi Alexander.


Sementara itu di kediaman rumah utama,nampak sebuah senyumandari wanita kuat yang sejak tadi duduk di depan meja riasnya.


"Hei sayang ada apa dengan mu?"


Satu tangan laki - laki paruh baya memeluk wanita tersebut dari belakang.


"Edward,kau belum tidur?"


"Mana mungkin aku bisa tidur jika canduku ini belum berada disampingku"


Kimmy segera membalikan badan dan mencium kening suaminya,agar suaminya tidak curiga jika ada satu hal yang masih belum Kimmy ceritakan kepadanya.


"Baiklah,candu tuan Edward akan segera menemani tuan Edward agar tuan Edward bisa secepatnya beristirahat"


Dengan senyum yang penuh dengan kelembutan Kimmy mencoba menggiring suaminya itu untuk kembali ke atas tempat tidur.


"Selamat tidur sayang"

__ADS_1


Kimmy kembali mendaratkan ciuman mesranya di kening Edward dan ciuman mesranya tersebut sukses membuat mata Edward langsung terpejam.


Sayang maafkan aku yang belum bisa bercerita tentang alat pelacak yang aku dapatkan dari Richard,aku tau betul yang Keisha alami saat ini,karena hal tersebut pernah aku dapatkan di saat awal -awal pernikahan kita,bukan aku bermaksud untuk tak jujur padamu,namun saat ini belum waktunya aku untuk mengatakan hal itu,aku hanya tidak ingin menambah beban di pundakmu.


Kimmy mengatakan hal tersebut di dalam hatinya dan kembali mencium Edward yang sudah terbuai dengan alam mimpi.


Setelah selesai mencium suaminya,Kimmy segera melepas satu alat kecil yang menempel pada telingga bagian luarnya,dari alat tersebut Kimmy dapat terhubung dengan kalung yang dikenakan oleh Keisha, sehingga semua percakapan Alexander bisa Kimmy dengar alat kecil yang berada padanya itu.


Malam yang begitu larut membuat semua orang tertidur,namun tidak dengan satu orang wanita yang kini berdiri disamping mobilnya tak jauh dari rumah putih.


Satu wanita yang diam - diam menghisap sebatang rokok dan terus mengamati rumah putih tersebut dari jauh.


"Selamat malam nona Melisa,tak disangka kita kembali bertemu disini"


Satu suara membuat kaget wanita yang sejak tadi masih menatap rumah putih tersebut dari jauh.


"Kau, sudah seperti hantu tuan Lio,kau selalu muncul tiba - tiba sesuka hatimu dan selalu berada di sekelilingku"


Dengan masih menghisap sebatang rokoknya Melisa mengatakan hal tersebut dengan tenang.


"Aku akan terus menghantui mu nona Melisa,sampai kau mau menerima cintaku"


Tuan Lio meniup area telingga Melisa dan membuat Melisa langsung mundur beberapa langkah.


"Jangan sekali - sekalinya kau kurang ajar terhadapku tuan Lio"


"Aku tidak akan kurang ajar kepada mu,asalkan kau dapat mengatakan untuk apa kau mengamati rumah ini di tengah kesunyian malam?"


Melisa yang mendengarkan pertanyaan Tuan Lio segera mendekat dan meniupkan asap rokok ke wajah tuan Lio.


"Itu bukan urusan mu tuan Lio"


Senyuman Melisa mengisyaratkan sesuatu hal yang lain yang membuat tuan Lio begitu penasaran.


"Baiklah,jika kau tidak mau memberitahukan kepadaku,namun aku akan dengan sangat mudah mencari tau apa motivasimu yang sebenarnya"


Silahkan,jika kau berhasil baru aku bisa mengakui mu bahwa kau adalah laki -laki yang hebat,minggir!"


Melisa meminta tuan Lio untuk menjauh dari mobilnya dan setelah itu Melisa masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tuan Lio.


"Sangat menarik,Cuen kau tau apa tugasmu selanjutnya kan?"

__ADS_1


"Saya mengerti tuan Lio"


__ADS_2