
"Ra,aku mohon biarkan barang -barang ini untuk sementara berada di dalam kamar mu dulu ya"
Terakhir Keisha hanya mengatakan hal tersebut kepada Aira dengan bahasa isyarat miliknya.
"Tapi Keisha kenapa kau tidak menghalangi mereka?"
"Tidak akan berguna Ra,suamiku sendiri yang menyuruh mereka untuk melakukan hal tersebut"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat kepada Aira dan setelah itu meninggalkan kamar utama,saat melangkahkan kaki keluar,hati Keisha menjadi mati rasa, kejadian pagi ini sungguh membuat Keisha terus bertanya -tanya sendiri sebenarnya ada apa dengan Alexander.
"Jadi sekarang kita akan kemana Keisha?"
"Bekerja seperti biasa Ra"
Keisha mengatakan hal tersebut kepada Aira dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk bersiap -siap.
"Ra apakah kau bisa membawa mobil?"
Selesai Keisha bersiap -siap Keisha kembali menanyakan hal tersebut kepada Aira dengan bahasa isyarat.
"Mobil? kau pergi tidak menggunakan supir?"
Keisha hanya menggelengkan kepalanya.
"Kau bisa mengendarai mobil?"
Keisha kembali bertanya hal tersebut kepada Aira dengan bahasa isyarat.
"Aku bisa Keisha"
__ADS_1
"Baiklah ajari aku"
"Mengajari mu,kau yakin?"
"Yakin Ra,ayo"
Keisha mengatakan hal tersebut kepada Aira dan pergi ke parkiran mobil, Keisha menuju ke satu mobil kecil dan tidak terlalu mewah.
"Kita naik mobil ini saja"
"Tidak dengan mobil yang lainnya?"
"Tidak Ra,aku trauma jika Alexander kembali marah kepada ku,ini adalah mobil Dari hasil toko bunga cinta,atas namaku sendiri,jadi mobil ini adalah milik ku"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat kepada Aira dan Aira semakin heran dengan sikap dari sahabatnya ini.
"Baiklah,aku akan mengajari mu mengemudikan mobil ini"
Di satu sisi saat mobil Keisha keluar dari parkiran ada sepasang mata yang diam -diam mengamati kepergian Keisha dan Aira.
"Tuan Luo sedang apa anda disini?"
"Aku hanya sedang menikmati udara pagi"
Kakek Luo begitu kaget ketika ada satu orang pelayan yang menegurnya.
Kakek Luo segera pergi dari parkiran mobil tersebut dengan tersenyum bahagia.
Sementara itu kini Alexander sudah sampai pada Perusahaan Farmasi dan sedang berkonsentrasi terhadap pekerjaan nya.
__ADS_1
"Tuan Alexander ini Peter,boleh Peter masuk ke dalam ruangan?"
Peter yang masih berada di pintu masuk meminta izin kepada Alexander.
"Masuklah Peter"
"Tuan Alexander ini hasil penyelidikan untuk nona Keisha"
Peter meletakan satu berkas tentang identitas istrinya,namun Alexander hanya memandang sekillas berkas tersebut dan kembali berkonsentrasi terhadap pekerjaan nya.
"Buang saja berkas itu Peter,aku tidak akan melanjutkan nya lagi"
Alexander mengatakan hal tersebut kepada Peter sambil tidak memandang berkas tersebut yang masih tergeletak di atas meja.
"Tapi tuan, bukankah tuan Alex yang begitu penasaran terhadap nona Keisha?"
"Dia bukan Keisha istri ku"
Alexander kini menatap Peter dengan tajam.
"Maksud tuan Alexander?"
"Wanita yang tinggal satu atap dengan ku selama ini bukanlah istriku,dia hanya seorang nona malam"
Peter menjadi bertambah bingung dengan perkataan dari Alexander.
"Tapi tuan Alex"
"Sssssstttt,diam,saat ini aku sedang mencari istriku yang sebenarnya"
__ADS_1
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like
author yah agar authornya bisa tambah semangat lagi.