MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
KEMBALI PULANG


__ADS_3

Tuan Albert dimana anak ku"


Kini pandangan Keisha beralih kepada Albert.


"Nona janin anda tidak dapat kami selamatkan"


Seperti sebuah petir yang kini menyambar hati Keisha ketika dia mendengarkan perkataan Albert.


"Itu tidak mungkin,anda sedang bercanda kan tuan?"


Dengan berlinang air mata Keisha mengatakan hal tersebut menggunakan bahasa isyarat.


"Semua yang dikatakan oleh Albert itu benar Keisha, belajarlah untuk menerima nya"


Michelle mengatakan hal tersebut sambil menggengam tangan Keisha.


"Tuan Alexander kenapa anda tega padaku?anda boleh menyiksa ku,namun jangan sampai membunuh anak ku,aku rela tuan siksa,tapi jangan anak ku"


"Aku?sudah aku bilang bukan aku pelakunya, kenapa sedari tadi kau menuduhku seperti ini terus"


Dengan sangat frustasi Alexander kembali mengatakan hal tersebut kepada Keisha.


"Sudah,sudah aku rasa jika kita hanya seperti ini terus maka tidak akan ada yang bisa untuk diceritakan kebenaran nya,nona Keisha sebentar lagi Papa Jian Lee,paman Edward dan juga paman Richard akan datang mereka akan menjelaskan semuanya kepada nona,aku berharap nona Keisha tidak sembarang menuduh tanpa bukti"


Perkataan Albert membuat semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut terdiam hanya ada satu mata yang semenjak tadi masih menatap Keisha dengan tajam, sepasang mata yang banyak memberikan siksaan fisik dan juga siksaan batin kepadanya.


Tatapan matanya seakan - akan tidak percaya jika Keisha bisa berkata - kata demikian kepadanya.


"Selamat pagi semuanya, selamat pagi nona Keisha,Dokter mengatakan jika masa kritis anda sudah lewat selamat nona Keisha"


Dari balik pintu muncul Edward,Jian Lee,dan juga Richard ditemani beberapa aparat dari Negara Jepang.


"Selamat pagi tuan"


Keisha mencoba untuk tetap menyapa para tuan besar dengan bahasa isyarat miliknya.


"Baiklah,kami datang sengaja untuk membawa beberapa aparat untuk memberitahukan mu kejadian yang sebenarnya, silahkan tuan"


Jian Lee mempersilahkan para aparat untuk berbicara pada Keisha,banyak hal yang ditanyakan aparat tersebut kepada Keisha dan Keisha pun pada akhirnya memperoleh sebuah kebenaran bahwa pelaku semua hal ini bukanlah Alexander Chandradinata.


"Mereka membunuh anak ku tuan"

__ADS_1


Dengan air mata yang kembali terjatuh Keisha mencoba menceritakan semuanya kepada para aparat dan ketiga tuan besar.


"Keisha maafkan Papa,saat kami datang kau sudah dalam keadaan pingsan dengan mengeluarkan darah,maafkan Papa yang tidak sempat untuk menyelamatkan janin di dalam kandungan mu"


Edward mencoba untuk meminta maaf kembali kepada Keisha dan Keisha hanya bisa terdiam dengan air mata yang masih jatuh.


"Pa,lebih baik kita tinggalkan Keisha sendiri, kondisinya yang masih terguncang seperti nya tidak dapat untuk kita ajak berkomunikasi dengan baik"


Michelle mengatakan hal tersebut kepada semua peserta yang hadir pada saat itu.


"Ya benar ayo kita biarkan nona Keisha untuk beristirahat"


"Aku akan tetap disini!"


Alexander mengatakan hal tersebut dengan penuh ketegasan.


"Alexander kau sama sekali belum istirahat"


"Pa,aku akan beristirahat jika istriku juga mau untuk melakukan nya,jika dia masih menangis seperti ini mana bisa aku untuk meninggalkannya"


Edward terdiam dengan kata - kata dari putranya.


"Baiklah Papa akan menghargai keputusan mu,dua jam lagi kita akan kembali ke Negara W,Keisha akan di rawat di sana, bersiap - siap lah jika waktu keberangkatan telah tiba"


Setelah Edward mengatakan hal tersebut satu per satu keluar dari ruangan Keisha di rawat,kini hanya tinggal Alexander dan Keisha saja berada di dalam ruangan tersebut.


"Maaf,maafkan aku"


Beberapa kata pada akhirnya keluar dari mulut Alexander,kata - kata yang sangat langka terdengar dari laki - laki angkuh seperti Alexander.


Sedangkan Keisha hanya memandang Alexander dengan tatapannya yang tajam dengan berlinang air mata.


"Tuan"


"Ya"


"Hatiku sakit"


Dua kata yang Keisha ucapkan kepada Alexander dengan bahasa isyarat dan itu semakin membuat rasa sakit tak berdarah Alexander terasa.


"Maafkan aku yang telah gagal menjadi suami yang baik untuk mu,maafkan aku yang mungkin membuat mu harus mendengarkan banyak kata - kata yang menyakitkan,maafkan aku yang pernah memberikan siksaan fisik pada mu,maafkan aku"

__ADS_1


Alexander sudah frustasi dengan setiap kata - kata yang dia ucapkan sendiri karena sejak tadi Keisha hanya memandang ke arahnya sambil menangis.


"Sayang,kau mendengarkan kata - kata ku kan?"


Alexander mencoba mengulang kembali setiap perkataan nya.


"Aku butuh waktu tuan Alexander,aku butuh waktu untuk dapat kembali percaya kepada tuan"


Beberapa kata yang pada akhirnya Keisha ucapkan dengan bahasa isyarat dan itu membuat hati Alexander sangat sedih,karena sang istri sama sekali tidak percaya terhadap setiap permintaan maaf yang telah dia ucapkan.


"Baiklah,aku membuktikan semua ucapan ku kepada mu,mulai saat ini,mulai detik ini aku akan membuktikan kepadamu istriku"


Alexander meminta Peter yang baru datang untuk mendekatkan kursi rodanya lebih lagi ke arah Keisha.


Dengan satu kecupan sayang Alexander daratkan di kening Keisha,cukup lama Alexander memberikan kecupan tersebut dan air mata Keisha semakin mengalir dengan deras saat Alexander memberikan kecupan tersebut.


Tuhan,kenapa dia seperti ini saat aku sudah kehilangan anak ku, kenapa dia berubah ketika anak ku sudah pergi,aku ingin menceritakan kepada anak ku tentang seorang Ayah yang mencintai nya,aku ingin dia bisa merasakan kasih sayang Ayahnya,namun belum sempat melihat dunia dia sudah pergi,Tuhan adilkah ini untuk ku?


Keisha ingin menangis dan menjerit untuk mengatakan semua hal ini,namun apalah daya Keisha hanya bisa mengatakan semua hal tersebut di dalam hatinya saja dan hanya air mata yang menjadi tanda sebuah kekecewaan yang perlahan mulai hinggap di dalam hatinya.


Lama Alexander dan Keisha terdiam,terdiam dalam pemikiran nya dan terdiam dengan rasabersalah dan kekecewaan nya masing - masing.


"Tuan Alexander waktunya kita kembali ke Negara W"


Suara Peter pada akhirnya membuat Alexander tersadar dari lamunannya yang panjang.


"Ah begitu,baiklah Peter,ayo"


"Baik tuan"


"Apakah setiap keperluan istriku sudah kau siapkan?"


"Anda tenang saja tuan Alexander kepindahan perawatan nona Keisha sudah diawasi oleh para tim medis dari Rumah Sakit disini"


"Bagus"


Alexander kembali mendekat ke arah Keisha,kembali mencium keningnya, namun Keisha pada akhirnya memalingkan kembali wajahnya.


Hari itu semua anggota keluarga Chandradinata kembali ke Negara W.


Sementara itu di Negara yang lainnya.

__ADS_1


"Selamat pagi nona Melisa,perkenalkan namaku Yeiling,hamba di minta oleh yang mulia Ratu untuk mengurus segala keperluan Nona Melisa"


Melisa hari ini terbangun di sebuah Negara yang berbeda dan dengan setumpuk tugas - tugas yang harus dia jalani akibat perjanjiannya dengan tuan Lio.


__ADS_2