
Apakah ini ada hubungannya dengan Rena?"
Semua mata langsung saling berpandangan ketika nama itu disebutkan.
"Tidak ada yang bisa mengetahui apakah ini berhubungan dengan Rena atau tidak Edward,negara B masih menjadi misteri yang luar biasa sampai saat ini,semua yang ada di dalamnya masih tertutup dan belum terbuka kepada dunia"
"Kau benar Richard"
Edward mengatakan hal tersebut dan kini suasana menjadi hening.
"Kapan kita akan kembali ke Negara W?"
"Setelah Peter, Alexander dan Michelle sudah lebih baik terutama Peter,saat ini kondisinya masih sangat kritis,akan cukup berbahaya jika melakukan perjalanan dalam keadaan yang seperti ini"
"Ya,ya kau benar Edward lebih baik kita tunda pembicaraan kita ini sampai semua kondisi mereka membaik"
Jian Lee mengatakan hal tersebut dan langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Aku dan Fanny akan pergi ke Rumah Sakit menemui calon menantu kita"
Jian Lee mengatakan hal tersebut sambil tersenyum dan meninggalkan Richard dan juga Edward yang masih berada di ruang kerja mereka.
"Edward alangkah baiknya jika hari ini kita mulai bekerja,kita bisa melihat Chandradinata Corp dari tempat ini"
Richard yang sejak tadi melihat Edward hanya melamun berusaha untuk membuatnya kembali beraktivitas lagi.
"Kau benar Richard"
__ADS_1
Edward langsung mengambil kembali laptop nya dan mengerjakan semua pekerjaan yang bisa di lihat dari Cambodia Dan Richard keluar untuk menemui Clarissa.
Sementara itu di satu Negara yang lainnya,di satu ruangan tertutup,nampak satu wanita masuk dengan terburu - buru ke dalam ruangan tersebut.
"Yang mulai Ratu"
Satu gadis muda membungkukkan badan begitu melihat kedatangan Ratu.
"Bagaimana Melisa apakah semua berjalan dengan baik?"
"Yang mulia Ratu bisa melihat sendiri,jika saat ini tuan Lauren sudah mati"
Yang mulia Ratu mendekat ke arah mayat yang saat ini sudah terbujur kaku.
"Kau memang pintar Melisa,tidak ada luka,tidak ada tanda - tanda pembunuhan"
"Hamba jamin tidak akan ada yang mengetahui jika tuan Lauren mati terbunuh,semua orang akan mengira jika tuan Lauren meninggal akibat serangan jantung
"
"Jadi kau menyuntikan obat tersebut di area itu?"
"Ya Ratu,dengan satu suntikan khusus yang tidak akan pernah terdekteksi oleh apapun"
Rena tersenyum puas dengan semua hal yang telah dilakukan oleh Melisa.
"Baiklah saat -saat ini adalah saat yang paling aku tunggu,yaitu membunuh tua bangka yang selama ini sudah menjerumuskan aku di dalam kejahatan,kini aku akan bermain di dalam permainan ku sendiri tanpa campur tangan dari nya.
__ADS_1
"Linlin"
"Ya yang mulia Ratu"
"kubur tua bangka ini secepatnya"
"Baik yang mulia Ratu"
"Apakah putraku Edward sudah pergi ke Negara W?"
"Tuan Edward sudah berangkat ke Negara W semalam Ratu"
"Bagus kau tahan Edward agar tetap berada disana untuk sementara waktu,jangan biarkan dia mengetahui jika Kakek yang dia cintai ini telah meninggal,aku tidak mau putraku itu terlibat dengan rencana -rencana ku,apa kau mengerti Linlin?"
"Mengerti Ratu"
"Yang mulia Ratu"
"Dengan kematian tuan Lauren apakah tugas ku sudah selesai?"
Rena yang mendengarkan perkataan tersebut kini tersenyum sambil menatap Melisa.
"Belum ada satu tugas penting lagi yang harus kau selesaikan"
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like
author yah agar authornya bisa tambah semangat lagi.
__ADS_1