
Keisha kembali menangis sambil dia terus membaca buku kecil pemberian tuan Lio tersebut.
Rasa yang tak biasa kini sedang hinggap pada perasaan Keisha,di satu sisi dia tidak ingin menyakiti Melisa dan juga Alexander namun disisi yang lain dia harus tetap melakukan hal tersebut untuk menolong sang kakek yang saat ini berada di dalam genggaman dari tuan Lio.
Keisha memilih untuk diam di dalam setiap permasalahan yang saat ini dia hadapi,Keisha hanya bercerita kepada Aira saja yang ternyata tidak membantunya banyak.
Malam hari ini Keisha tidur dengan segunung beban di pundaknya yang harus dia pikul seorang diri tanpa bisa memberitahukan kepada siapapun, meskipun banyak orang - orang di dekatnya saat ini,rasa ketakutan yang sangat membuat dirinya tidak berani mengatakan hal apapun dan rasa ketakutan yang saat ini hinggap di dirinya pada akhirnya membuat Keisha mengambil satu keputusan yang akhirnya mungkin akan membuatnya masuk ke dalam lubang yang lebih dalam lagi.
Malam yang telah larut bersama dengan setiap hal yang saat ini terjadi pada diri seorang gadis yang tidak mau untuk mengatakan hal apapun kini telah berubah menjadi pagi dimana begitu Keisha bangun terdapat satu kesibukan yang tidak biasa ke kediaman rumah utama.
"Ra,ada apa ini?"
Keisha mencoba mencari tau apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam kediaman rumah utama,karena pagi itu Keisha melihat beberapa mobil mulai masuk dan parkir di halaman depan kediaman Chandradinata.
"Key,malam nanti akan ada jamuan makan malam untuk semua rekan bisnis Chandradinata di rumah ini,tuan Edward menggundang mereka semua khusus peresmian satu unit perusahaan yang berhasil di buka oleh tuan Richard, mobil-mobil tersebut adalah mobil para desainer ternama yang mengantarkan baju untuk dipakai para nyonya dan nona di dalam rumah ini"
"Jadi nanti malam akan ada acara besar?"
Keisha menuliskan kata -kata tersebut dengan tangan gemetar,karena di dalam buku kecil yang diberikan oleh tuan Lio dia akan menjalankan aksinya ketika ada satu acara peresmian di kediaman rumah utama.
"Tentu saja Key,nanti malam adalah tempat berkumpulnya para tuan muda dan para nyonya besar yang lainnya"
"Ah baiklah,ada yang bisa aku bantu untuk menyiapkan acara nanti malam"
"Tentu saja ada,ini bantu aku menata gelas ini"
Aira mengatakan hal tersebut kepada Keisha dan sengaja untuk tidak membahas kejadian tadi malam saat mereka bertemu dengan tuan Lio.
Dan Keisha pun memilih untuk tetap diam dan tidak membicarakan hal tersebut lagi.
Sementara itu di kediaman tuan Lio,nampak tuan Lio dan Cuen telah selesai sarapan pagi.
__ADS_1
"Cuen bagaimana apakah semua rencana yang aku perintahkan kepada mu sudah di atur dengan sangat rapi?"
"Semua beres tuan Lio,saya jamin semua rencana akan berjalan dengan sangat lancar"
"Bagus lakukan semua perintah ku"
"Baik tuan Lio"
Setelah mengatakan hal tersebut tuan Lio segera menyudahi sarapan paginya dan segera pergi menuju perusahaan farmasi Chandradinata untuk bertemu dengan Alexander dan membicarakan beberapa hal dengan tuan muda Chandradinata tersebut.
"Terima kasih untuk kedatangan tuan Lio kemari"
"Sama - sama tuan Alex,jika kau tidak berkeberatan malam nanti setelah acara utama selesai aku ingin mengajakmu bergabung dengan para tuan muda yang lainnya,kami akan membuat acara sendiri khusus untuk para putra -putra pengusaha,kami harap tuan Alex dapat bergabung bersama dengan kami,kita selesaikan terlebih dahulu tugas kita dalam menemani para orang tua masing -masing sebelum pada akhirnya berpindah ke acara kita bagaimana?"
Sejenak Alexander berpikir dengan ajakan dari tuan Lio, sebenarnya dia tak ingin untuk ikut berkumpul dengan para putra -putra pengusaha tersebut,dia ingin menghabiskan waktunya dengan Melisa,namun akan menjadi terkesan angkuh jika dia sampai menolak acara tersebut.
"Baiklah tuan Lio,dimana acara tersebut berlangsung?"
Tuan Lio tersenyum penuh arti kepada Alexander dan segera pamit pulang untuk kembali ke perusahaan nya.
Sore menjelang malam pun tiba,semua anggota Chandradinata sibuk untuk mempersiapkan dirinya masing -masing dan saat ini yang paling sibuk tetap saja Kimmy Valerie Chandradinata,keadaaan nyonya Tiara yang sudah semakin berumur membuatnya tidak dapat membantu banyak ketika ada acara - acara seperti ini lagi.
"Sayang,kenapa kau masih berada di dalam kamar?ayo bersiap - siap"
Kimmy dan Clarissa masuk ke dalam kamar Michelle dan melihat putrinya itu sama sekali belum menyiapkan diri.
"Ma,aku itu Dokter bukan pengusaha seperti kalian,untuk apa aku ikut acara seperti ini?"
Kimmy dan Clarissa yang sudah mengerti tabiat anaknya hanya bisa saling memandang.
"Ya Mama tau kau bukan seorang pengusaha, namun,nanti yang berada di podium adalah Papa Richard,apa kau tidak mau memberikan dukungan untuk Papa?"
__ADS_1
Suara Clarisa pada akhirnya bisa menyadarkan Michelle begitu dia tau bahwa yang akan berdiri di podium adalah Richard.
"Ah seperti itu,baiklah aku akan segera bersiap-siap"
Michelle langsung bangun dari tempat tidurnya dan segera bersiap - siap begitu nama Richard disebut oleh Clarissa.
"Anak itu tetap tidak berubah,dia begitu mencintai Richard mungkin melebihi cintaku padanya"
Clarissa mengatakan hal tersebut dan disambut senyuman hangat oleh Kimmy.
"Biarkan saja seperti itu Rissa"
Dan pada akhirnya ke dua nyonya besar tersebut pergi dari kamar Clarissa.
Sementara itu kini Keisha masih termenung di depan kaca dan membayangkan hal yang akan dia lakukan nanti dan tiba - tiba dia mendapatkan satu pesan singkat di ponselnya.
Seseorang akan segera menjemputmu,kau tenang saja tidak akan ada yang menyadari kehadiran mu tidak ada.
Begitulah isi pesan singkat yang diterima oleh Keisha dan kini Keisha tidak dapat untuk mundur lagi dari setiap rencana yang sudah dia setujui bersama dengan tuan Lio,kini hanya Keisha hanya pasrah kepada apapun yang akan terjadi pada nantinya.
Dan tak beberapa lama kemudian,satu pesan singkat kembali berbunyi di dalam ponsel nya yang mengatakan jika mobil tersebut sudah berada di sebelah kiri sebelum pintu gerbang dan meminta dia untuk segera kesana,dan pada akhirnya Keisha berjalan keluar kamar menuju pintu belakang yang tembus langsung pada belakang kediaman rumah utama.
Sementara itu di halaman depan Lilian kembali melihat Peter sedang duduk sambil memandang bunga mawar di kebun tersebut,Lilian selalu penasaran mengapa Peter begitu menyukai bunga mawar.
"Kak Peter"
Terdengar suara Lilian dari arah belakang yang membuat Peter terperanjat.
"Nona Lilian,sejak kapan anda berada disini?"
"Sejak kau mendatangi tempat ini kak"
__ADS_1