MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
AKU MENERKAM MU KEISHA


__ADS_3

"Tuan,maafkan saya sampai saat ini saya masih sangat kesulitan untuk mencari tau tentang tuan Alexander melakukan apa saja di rumah putih"


"Apa yang membuatmu begitu kesulitan?"


Edward kembali bertanya kepada Doni mengapa sampai dia merasa kesulitan untuk mengetahui keadaan rumah putih.


"Semua pelayan yang saya temui bungkam jika di tanya tentang tuan muda Alexander dan nona muda Keisha tuan Edward"


Edward terdiam dengan semua ucapan Dari Doni,kini seakan - akan Edward kembali mengingat semua hal yang telah dia lakukan di masa muda dan kini Edward baru bisa merasakan hal yang sama ketika Edward harus berhadapan dengan putranya sendiri.


"Baiklah Don,terima kasih untuk informasi yang telah kau berikan,kau boleh keluar dari ruanganku"


"Baik tuan Edward"


Doni pun segera undur diri dari hadapan Edward,kini tinggal Edward di dalam ruangannya,mata terpejam memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk putranya tersebut,tanpa putranya berpikir dia terlalu mencampuri urusan rumah tangganya.


"Alexander,tak di sangka jika hati mu sudah di sakiti respon yang kau berikan sangat mirip dengan ku,mungkin ada baiknya aku diskusikan ini dengan Kimmy,dia akan lebih mengerti tentang urusan hati yang terluka"


Edward mengatakan hal tersebut sambil memejamkan mata dan memijit - mijit pelipisnya,sungguh Edward tidak pernah ahli jika sudah menyangkut urusan hati,lebih baik dia bekerja sepanjang waktu daripada memikirkan hati se seorang.


Sore pun tiba hari ini di rumah putih Keisha mencoba berdandan menggunakan riasan natural dan dress berwarna putih dengan belahan dada terbuka.


Setiap hari Keisha melakukan hal tersebut, berharap bahwa suatu saat Alexander dapat menerima sambutan hangatnya ketika pulang ke rumah, meskipun pada kenyataannya memandangnya Alexander begitu jijik.


Ah dia sudah kembali,aku akan mencoba menyambutnya,jika kali ini aku kembali di tolak aku akan tetap melakukan nya esok hari,setiap hari aku akan menyambut kepulangnya dengan Hal terbaik yang aku miliki,anak ku mari kita menyambut Papa, meskipun Papa Alexander bukan papa kandung mu,namun suatu saat papa Alexander akan sangat mencintaimu


Hal tersebut yang dikatakan Keisha sambil memberikan sentuhan pada perutnya sesekali memandang kaca riasnya.


Segera saja Keisha turun ke bawah dan tepatnya ketika Keisha sampai di bawah Alexander sudah membuka pintu rumah putih.


"Selamat datang tuan Alexander"

__ADS_1


Hal itu yang Keisha ucapkan kepada Alexander dengan bahasa isyarat begitu Keisha berhadapan dengan Alexander yang baru saja masuk ke dalam rumah.


Alexander memandang Keisha dari atas sampai bawah dan detik itu juga Alexander harus mengakui jika memiliki istri yang cantik,bau harum dari parfum yang digunakan oleh Keisha mampu membuat gairah Alexander bergejolak.


"Cih,untuk apa kau mengatakan hal tersebut wanita pelacur!!"


Alexander menutupi rasa kekagumannya tersebut dengan sebuah teriakan,egonya yang begitu besar tidak mampu untuk mengatakan kepada Keisha atas apa yang dia rasakan saat ini.


"Maafkan aku tuan Alexander jika semua yang aku lakukan ini kurang berkenan dihadapan tuan"


Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat nya dan dengan raut wajah yang sangat sedih,karena kembali dia harus merasakan ketertolakan dari suaminya sendiri.


"Peter"


"Ya tuan Alexander"


"Kapan, pernikahan paman Nathan?"


"Kau urus wanita ini,rubah setiap penampilan nya supaya ketika aku kembali membawanya ke rumah utama, keluarga ku tidak menuduhku menyiksa wanita pelacur ini,apa kau mengerti Peter?"


"Baik tuan"


Setelah Alexander mengatakan hal tersebut tanpa memandang Keisha, Alexander segera pergi dari hadapan Keisha dan kembali ke kamarnya.


Apakah kau begitu membenciku tuan Alexander?apakah kau tidak pernah memandang ku sebagai seorang wanita normal? mengapa panggilan wanita pelacur terus kau katakan kepadaku?.


Dengan wajah sedih Keisha kembali melangkahkan kakinya ke kamar,setelah sampai di kamar Keisha duduk di kursi meja riasnya dan dengan menangis Keisha mulai menghapus semua riasan wajahnya yang akan dia persembahkan untuk sang suami tercinta.


Sementara itu di dalam kamar, setelah Alexander selesai mandi Alexander duduk di tepi tempat tidur sambil kembali mengacak - acak rambutnya.


"Sial,bayangan wanita pelacur itu sama sekali tidak mau hilang dari dalam pikiran ku arrrrrh"

__ADS_1


Dengan frustasi Alexander bergerak menuju kursi mengambil satu gelas yang berisi minuman beralkohol dan mulai untuk menegak minuman tersebut, berharap dia bisa menyingkirkan wajah Keisha dengan bantuan minuman beralkohol tersebut.


Waktu semakin berlalu dan malam pun semakin larut,semua orang di rumah putih sudah tertidur,namun itu semua tidak berlaku untuk Alexander,matanya masih terbuka lebar ,ingatannya masih terus terlintas wajah Keisha, meskipun dia sudah mabuk,namun seakan - akan wajah Keisha sudah tidak bisa hilang lagi dari dalam ingatannya


"Sialan,dasar wanita pelacur, sebenarnya apa yang telah kau lakukan padaku, sehingga aku jadi seperti ini"


Dengan rasa yang tidak kuat lagi untuk menahan, Alexander segera keluar dari dalam kamarnya dan berjalan menuju kamar Keisha.


Sesampainya di kamar Keisha, Alexander melihat istrinya tersebut tertidur dengan pakaian tidur yang sangat pendek.


Hasrat kelaki - lakianya mulai bermain,pikiran demi pikiran bergelantungan tak karuan ketika dia memandangi tubuh wanita yang tertidur sangat pulas tersebut.


Dan tanpa butuh waktu lama, Alexander segera membuka seluruh selimut yang menutupi tubuh mulus Keisha dan langsung menerkamnya.


Keisha yang mendapatkan serangan mendadak langsung terbangun dan begitu kaget ketika dia membuka mata sudah ada Alexander yang menindih tubuhnya dan mulai memberikan ciuman ke seluruh tubuhnya.


Ingin sekali Keisha menolak semua sentuhan dari Alexander karena Keisha tau Alexander sedang mabuk,dari dalam mulutnya bau alkohol itu begitu terasa.


Namun ketika hatinya ingin menolak,berbeda dengan tubuhnya yang terus menerima sentuhan demi sentuhan tersebut tanpa penolakan.


Malam hari itu kembali terjadi pergulatan yang panjang sepasang suami istri yang melakukan nya dengan penuh gairah.


Tuan,mengapa kau dapat menyentuh ku dengan lembut dalam keadaan tidak sadar seperti ini?kau selalu mabuk terlebih dahulu jika ingin menyentuhku,apakah aku begitu tidak berarti bagimu?apakah kau terlalu membenciku?kenapa kau melakukan hal ini dengan ku seperti ini?,aku rindu sebuah sentuhan demi sentuhan dalam keadaan mu yang sadar dalam melakukan nya kepadaku.


Keisha memandang wajah Alexander yang kini sudah tertidur dengan sangat pulas di sampingnya,sebuah pertempuran panjang yang telah mereka lakukan pada malam hari ini membuat Alexander pada akhirnya dapat beristirahat dengan tenang.


Namun berbeda dengan Keisha yang kini tidak dapat tidur kembali dan hanya dapat memandang wajah seorang laki - laki yang sedang tertidur lelap.


Aku mencintai mu suami ku,aku berjanji akan melayani mu dengan sangat baik.


Dengan perlahan Keisha mengatakan Hal tersebut sambil mencium kening Alexander.

__ADS_1


__ADS_2