
Hal tersebut yang pada akhirnya dikatakan oleh Keisha di dalam hatinya,dan mau tidak mau Keisha harus siap menjadi istri Alexander Chandradinata.
Pagi hari itu terjadi kesibukan yang luar biasa di kediaman rumah utama milik Chandradinata,banyak sekali para awak media yang sudah dengan setia menunggu di tempat - tempat yang telah di siapkan oleh keluarga Chandradinata.
Hari ini akan berlangsung pernikahan dadakan antara Alexander Chandradinata dan juga Keisha,semua anggota keluarga sibuk menyiapkan segala sesuatunya yang serba dadakan.
"Alex,kau sedang tidak merencanakan sesuatu yang mengerikan untuk gadis itu kan?"
Albert yang berada di dalam kamar Alexander mencoba untuk menanyakan kembali kepada Alexander mengenai keputusan nya yang terkesan dadakan dan tanpa pemikiran panjang tersebut.
"Tentu saja tidak Albert,aku memang pernah tidur dengan gadis itu,dan jika memang sekarang gadis itu hamil akibat perbuatanku aku harus bertanggung jawab atas dirinya"
Alex mencoba memandang wajah Albert setenang mungkin,Alex tidak ingin semua hal yang telah dia rencanakan diketahui oleh keluarganya.
"Hmm,aku harap perkataan mu itu benar Alex,karena jujur aku seperti merasakan kau sedang merencanakan sesuatu hal yang buruk terhadap gadis itu"
"Tentu saja tidak Albert,tenanglah"
Alexander menepuk - nepuk pundak sahabatnya itu dan kini bersiap meninggalkan kamar untuk menuju tempat pemberkatan pernikahan di gedung utama,keadaan Keisha yang sedang hamil sebelum pernikahan tidak memungkinkan untuk dilakukan pemberkatan di dalam gedung gereja.
Semua acara pernikahan akan berpusat di gedung utama milik Chandradinata.
"Sayang tersenyum lah"
Kimmy yang membantu mengenakan dasi kepada Edward kini masih melihat sang suami sama sekali tidak menampakkan sedikit senyum kepada sang istrinya tersebut.
"Bagaimana aku bisa tersenyum jika hari ini aku terpaksa harus merestui pernikahan anak ku"
Edward mengatakan hal tersebut sambil mencium puncak kepala Kimmy.
Kimmy mengerti apa yang Edward rasakan karena hal itu juga yang sebenarnya saat ini sedang bergejolak di dalam dirinya.
__ADS_1
"Edward aku mengerti perasaan mu,jika boleh jujur aku juga merasakan apa yang saat ini kau rasakan,namun ini adalah keputusan dari Alex,dan mari kita belajar untuk menghargai keputusan nya,percaya padanya,dia sudah dewasa dalam menentukan pilihan hidupnya"
Kimmy mengatakan hal tersebut sambil mengecup mesra kening suaminya.
"Ya sayang,aku akan mencoba untuk menerima semua yang telah terjadi, terima kasih kau selalu berhasil menenangkan ku,meskipun saat ini aku tau kau juga merasakan hal yang sama"
"Sama - sama Edward,ayo kita keluar untuk menuju ke gedung utama"
Kimmy mengajak Edward keluar dari kamar untuk menuju ke gedung utama karena sebentar lagi acara akan dimulai.
Sementara itu di dalam kamar yang lainnya,nampak Keisha sedang dirias oleh para penata rias profesional milik keluarga Chandradinata.
"Keisha hari ini kau terlihat sangat cantik"
Aira yang membantu segala persiapan Keisha tersenyum melihat sahabatnya itu kini telah kembali, meskipun senyuman yang diberikan oleh Aira mengandung sebuah kesedihan karena Aira mengetahui segalanya.
"Terima kasih Aira,Ra doakan aku ya"
"Pasti Keisha,aku sangat amat yakin kau akan berhasil melalui nya,aku percaya pada akhirnya tuan Alexander akan betul - betul mencinta mu sepenuh hati, melindungi mu,dan memberikan kasih sayang nya kepadamu"
Aira memeluk Keisha,saat Aira memeluk Keisha tak terasa air matanya mulai menetes keluar,hatinya begitu sedih melihat semua hal yang saat ini sedang terjadi kepada sahabat nya.
"Apakah kalian sudah selesai berpelukkan?"
Satu suara membuat mereka segera menyudahi acara berpelukan tersebut,satu wanita paruh baya masuk ke dalam kamar Keisha bersama dengan seorang laki - laki.
"Paman,Bibi terima kasih mau menjadi wali dalam pernikahan sahabatku ini"
Aira mengucapkan terima kasih kepada Paman dan Bibi Xei Ye, mereka berdua adalah sepasang suami istri dan juga kepala para pelayan yang bekerja di kediaman keluarga Chandradinata.
Keadaan Keisha yang sudah tidak memiliki orang tua membuat Aira membantu Keisha untuk mencarikan wali orang tua dalam pernikahannya,dan karena hubungan Paman dan Bibi Xei Ye cukup dekat dengan mereka,maka kepada merekalah Aira meminta pertolongan.
__ADS_1
"Tak masalah Aira,Paman dan Bibi dengan senang hati akan membantu Keisha,hari ini adalah hari bahagia dari Keisha,Paman dan Bibi berharap Keisha akan selamanya bahagia dengan tuan Alexander"
"Amin"
Suara Aira pada akhirnya mengakhiri setiap pembicaraan yang terjadi di dalam kamar tersebut dan kini mereka semua keluar dari dalam kamar untuk menuju ke gedung utama.
Saat Keisha mulai masuk ke dalam gedung utama semua mata,semua camera langsung mengarah kepadanya, perlahan Keisha berjalan melewati karpet merah dengan hamparan bunga menuju ke tempat pemberkatan pernikahan di dalam gedung tersebut.
Maafkan aku Tuhan,hari ini aku mempermainkan pernikahan yang sangat sakral.
Dibalik kerudung putih yang menutupi wajahnya Keisha menangis,menangis bukan karena bahagia,namun menangis karena sebuah rasa bersalah yang kini mulai memberikan intimidasi lebih dahsyat kepada dirinya.
Sepasang mata yang memandang Keisha dengan begitu sedih saat Keisha berjalan menuju ke sebelah Alexander, sepasang mata yang dengan diam pada akhirnya ikut menitihkan air mata,karena pemilik mata tersebut tiba - tiba teringat akan peristiwa masa lalu saat dia harus melangkahkan kaki menuju altar dalam pernikahan tanpa cinta, sepasang mata tersebut adalah milik seorang wanita kuat yang saat ini berdiri di sisi Alexander sebagai ibu kandungnya,Nyonya Kimmy Valerie Chandrardinata melihat Keisha seperti melihat dirinya di masa yang telah berlalu.
Janji suci pernikahan kini mulai diucapkan oleh Alexander dan juga Keisha dan dengan terucap janji suci pernikahan tersebut,maka kini mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri.
"Selamat kepada Tuan Alexander dan nona Keisha yang kini telah menjadi sepasang suami istri yang tidak akan pernah dipisahkan oleh apapun kecuali maut yang akan memisahkan mereka berdua"
Begitu acara pernikahan hari itu berlangsung dengan penuh khidmat dan megah,namun rasa sesak dan takut kini semakin hinggap di hati Keisha, karena setelah ini Keisha tidak akan pernah tau hal apa saja yang akan dilakukan oleh Alexander kepada dirinya.
Sebagai seorang istri dia akan tunduk dan memberikan pengabdian kepada suaminya apapun keadaan yang akan terjadi.
Sementara itu di tempat lain.
"Melisa hentikan kau meminum alkohol ini!"
Sang Ayah yang mendapati putrinya menangis sambil meminum alkohol berusaha untuk menghentikan kegilaan putri nya tersebut.
"Papa, kembalikan minuman Melisa,Mel masih mau minum,Papa kembalikan!"
Melisa yang saat ini sudah tidak sadar kembali berteriak kepada sang Ayah untuk mengembalikan minuman beralkohol tersebut ke dalam tangannya.
__ADS_1