MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
KEISHA SADAR


__ADS_3

Selamat datang nona Melisa"


"Untuk apa kau tiba - tiba membawa ku kemari ha?"


Tuan Lio tersenyum penuh arti kepada Melisa.


"Tentu saja untuk menyelamatkan mu nona Melisa"


"Kau tak perlu menyelamatkan aku Lio!!"


"Anda yakin jika aku tidak perlu untuk menolongku?"


Tuan Lio mengatakan hal tersebut sambil mendekatkan wajahnya ke arah Melisa.


"Ya aku yakin sekali"


"Nona kau belum tau betul jika saat ini kau sedang berhadapan dengan siapa"


"Aku tau,aku sedang berhadapan dengan keluarga Chandradinata"


"Apa kau sudah mempelajari dengan teliti sebelum kau bertindak? kekuatan Chandradinata misalkan?"


Deg


Melisa terdiam dengan semua perkataan tuan Lio,di dalam hati untuk kali ini Melisa harus mengakui jika apa yang dikatakan oleh tuan Lio itu benar,dia hanya bertindak secara emosi tanpa memikirkan banyak hal.


"Apa maksud perkataan mu Lio?"


"Kau harus tau kekuatan Chandradinata sebelum kau bergerak"


Tuan Lio menghidupkan layar raksasa yang berada di depannya dan tuan Lio menjelaskan semua hal tentang keluarga Chandradinata dan kekuatan serta kekuasaannya,Melisa hanya terdiam dengan semua penjelasan dari tuan Lio,kini dia barus sadar bahwa tindakan nya dengan menculik dan memberikan siksaan pada Keisha adalah tindakan bodoh.


"Sekarang kau mengerti mengapa tindakan mu ini termasuk tindakan bodoh nona?"


Melisa hanya terdiam dengan semua perkataan dari tuan Lio.


"Aku,aku hanya ingin membalaskan dendam ku kepada wanita itu, hati ku sakit saat aku melihat dia yang menikah dengan Alexander,dia merebut Alexander dari tangan ku"


"Hahahahaha"


Tuan Lio yang sejak tadi mendengarkan semua cerita dari Melisa hanya tertawa.


"Apa yang membuatmu tertawa sampai seperti itu Lio?"


"Kau sangat pintar dalam memberikan cerita kebohongan kepadaku nona Melisa"


Deg


Perkataan tuan Lio membuat mata Melisa memandang tajam ke arah laki - laki yang saat ini sedang duduk santai sambil menghisap sebatang rokok tersebut.


"Apa maksudmu Lio?"

__ADS_1


"Sekarang aku tanya kembali kepadamu,kau yang mengakuinya,atau aku akan membuat kau mengakui identitasmu yang sebenarnya nona Su"


Tuan Lio melemparkan satu berkas ke meja,dan isi berkas - berkas tersebut adalah identitas diri Melisa yang sesungguhnya.


"Nona Melisa atau lebih tepatnya nona Su,bukan anak kandung dari tuan Feng Li,tapi"


"Diam!!"


Seketika Melisa berteriak ketika tuan Lio akan melanjutkan ceritanya.


"Baiklah aku mengakui semuanya ini benar"


Melisa pada akhirnya kembali melemparkan berkas tersebut kepada tuan Lio.


"Sekarang apa yang harus aku perbuat agar aku bisa selamat dari Chandradinata"


Tuan Lio langsung tersenyum lebar karena singa betina yang sangat buas kini berhasil dia tundukan dan seketika berubah menjadi kelinci penurut.


"Aku dapat menolongmu,bahkan menghapus identitas mu,namun ada syaratnya"


"Apa syaratnya"


Seketika itu juga tuan Lio mengatakan beberapa syarat yang harus Melisa penuhi.


"Baik aku setuju"


"Baiklah, sekarang juga kau ikut aku ke Negara B"


"Malam ini juga?"


Tuan Lio berdiri dari tempat duduknya dan mengajak Melisa untuk naik ke lantai paling atas tempat landasan helikopter itu berada.


"Dengan ini kau akan sampai dengan selamat di Negara B,jangan khawatir semua orang akan melindungi mu disana"


Melisa hanya terdiam dengan semua penjelasan dari tuan Lio,dan dengan perlahan Melisa melangkahkan kakinya menuju ke helikopter dan pada akhirnya helikopter tersebut membawa Melisa pergi.


"Cuen,kau tau apa yang harus kau lakukan sekarang?"


"Ya tuan Lio,hamba akan mengerjakan semuanya dengan baik"


"Satu hal lagi,berikan obat yang seperti biasa kepada tua bangka itu,karena sebentar lagi aku yakin keluarga Chandradinata akan mencari keberadaan nya"


"Baik tuan"


Setelah mengatakan hal tersebut tuan Lio turun menuju lantai dasar untuk beristirahat.


Malam yang sudah semakin larut dengan berbagai peristiwa yang terjadi kini dengan perlahan berubah menjadi pagi.


Di Rumah Sakit terbesar di Negara Jepang,nampak satu orang laki - laki sedang tertidur terduduk di atas kursi roda,laki - laki tersebut semenjak semalam tidak beranjak dari sisi wanita yang berada di dalam ruangan tersebut.


Dimana ini,kepalaku sakit sekali.

__ADS_1


Dengan perlahan Keisha membuka mata,dan setelah membuka mata Keisha begitu kaget bahwa dia sudah berada di Rumah Sakit dengan selang infus menancap pada lengannya dan dia lebih kaget ketika dia melihat satu orang laki-laki yang masih terlelap di sampingnya.


Tuan Alexander?sedang apa dia berada di ruangan ini?,aku harus segera bangun,aku tidak boleh berada di dalam cengkramannya lagi


Seketika itu juga Keisha berusaha untuk bangun dari tempat tidurnya.


Arrrgg sakit,sakit sekali tubuhku.


Karena kesakitan Keisha kembali lagi untuk merebahkan tubuhnya.


Kalau seperti ini bagaimana aku bisa lari.


Keisha sangat tidak ingin untuk kembali berada bersama dengan Alexander, sambil menatap langit dia terus memikirkan bagaimana caranya lari dari laki - laki yang saat ini masih tertidur di sampingnya itu.


"Selamat pagi nona Keisha"


Belum sempat dia mendapatkan jawaban tiba - tiba Albert dan Michelle sudah masuk ke dalam ruangannya.


"Masa kritis nona sudah lewat"


Albert memberikan senyuman kepada Keisha sambil menepuk pundak Alexander mencoba untuk membangunkan nya dan Alexander yang mendapatkan tepukan dari Albert langsung sadar dan Begitu sadar dia sudah melihat Keisha memandang ke arah nya.


"Hei kau sudah sadar, sekarang apa yang kau rasakan?bagian mana yang terasa sakit?ada Albert dan kaknMichelle disini, cepat katakan agar mereka bisa membantu mu"


Alexander memberikan banyak pertanyaan kepada Keisha, sedangkan Michelle dan Albert hanya tersenyum melihat tingkah nya itu.


"Tuan bagaimana dengan kandungan ku?tuan tidak membunuhnya kan?"


Deg


satu perkataan Keisha dengan bahasa isyarat membuat hati Alexander seakan - akan ingin keluar dari tempatnya.


"Membunuh? apa maksudmu?"


"Tuan kan yang menyuruh mereka untuk menculik ku?saat aku di culik aku mendengarkan suara wanita yang sudah tidak asing lagi itu seperti suara nona Melisa,aku mohon tuan jika memang tuan tidak menginginkan aku,biarkan aku pergi jangan tuan siksa aku sampai seperti itu, sekarang aku tanya kepada tuan dimana anak ku?"


Keisha mengatakan hal tersebut di dalam bahasa isyarat dalam keadaan bercucuran air mata.


Sedangkan Alexander hanya bisa terdiam dengan semua perkataan Keisha, Alexander tidak menyangka bahwa kini dia mendapatkan tuduhan seperti itu dari istrinya sendiri...


"Tapi bukan aku yang melakukan hal itu!"


Alexander mencoba untuk memberitahukan hal tersebut kepada Keisha,namun Keisha hanya menggelengkan kepalanya berkali - kali.


"Tapi aku betul - betul bukan yang melakukan nya"


Alexander mulai frustasi dengan perkataan nya sendiri.


"Tuan Albert dimana anak ku"


Kini pandangan Keisha beralih kepada Albert.

__ADS_1


"Nona janin anda tidak dapat kami selamatkan"


Seperti sebuah petir yang kini menyambar hati Keisha ketika dia mendengarkan perkataan Albert.


__ADS_2