
Apa kau tidak takut?"
"Takut?takut untuk apa?"
"Takut karena pernikahan kita sebentar lagi"
Albert langsung menghentikan langkah kakinya dan kini menatap tajam ke arah Michelle.
"Sayang,ayo singkirkan ke khawatiran mu, ini adalah hal yang bahagia,jadi jangan pernah kau berpikir macam-macam"
Michelle hanya bisa terdiam ketika Albert mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Albert apakah aku memang seperti ini?"
"Maksudmu?"
"Semuanya aku pikirkan sampai hal -hal terkecil pun aku selalu pikirkan,nanti jika aku sudah menikah tolong bantu aku agar aku tidak menjadi seperti ini lagi"
Albert tersenyum dengan semua perkataan Michelle.
"Sayang,aku tidak akan bisa merubah mu,kau harus berubah karena dirimu sendiri,yang bisa aku lakukan adalah menerima segala kekurangan mu,mengarahkan mu untuk menjadi lebih baik lagi"
"Apa dengan hal itu aku bisa berubah?"
"Jadilah dirimu sendiri,jangan kau terbeban dengan apa yang saat ini engkau sedang pikirkan,aku akan selalu ada di sisi mu untuk menjadi pelengkap kekurangan yang kau miliki"
"Sama seperti ku yang akan menjadi pelengkap mu juga Albert"
Kau benar sayang.
Michelle melingkarkan ke dua tangannya ke leher Albert dan meraih bibir Albert dengan cepat, Albert sangat kaget dengan serangan Michelle yang sangat tiba - tiba tersebut,namun Albert sangat menikmati ciuman manis yang diberikan Michelle untuknya.
Sementara itu di balkon kamar Kimmy dan Edward.
__ADS_1
"Sayang apa yang sedang kau lihat"
Edward yang hari ini melihat Kimmy tersenyum sendiri di balkon kamar langsung menghampiri.
"Kau lihat lah mereka"
Kimmy menunjuk Albert dan Michelle yang sedang berciuman di taman.
"Ah jadi kau ingin juga aku seperti itu kepada mu sekarang?"
Edward memberikan tatapan nakalnya kepada Kimmy.
"Tidak Edward"
"Kenapa?"
"Karena pasti akan berakhir di tempat tidur"
"Jadi kau tidak mau jika berakhir di sana?"
"Lalu kapan?"
"Aku akan memberitahukan nanti"
Kimmy mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Edward dengan mesra.
"Temani aku mau?"
"Kemana sayang?"
"Memasak untuk anak -anak kita,untuk makan malam mereka semuanya"
"Memasak?kau yakin meminta aku untuk menemani mu di dalam hal ini?"
__ADS_1
"Ya Edward sangat yakin"
"Baiklah suami akan patuh pada istri, meskipun aku tidak tau harus melakukan hal apa di dapur nanti"
"Banyak yang bisa kau lakukan di sana,ayo aku akan memberikan banyak pekerjaan untuk mu di hari libur"
Setelah mengatakan hal tersebut Kimmy menggandeng tangan Edward dan mengajaknya ke dapur.
Sementara itu Lilian dan Peter sedang asyik di ruangan lukis Lilian yang berada di dalam kediaman rumah utama.
"Kak Peter berdiri lah disana"
"Untuk apa?"
"Aku akan melukis kakak, sebagai lukisan kenangan untuk ku nanti"
Peter langsung mengernyitkan dahi ketika Lilian mengatakan hal tersebut.
"Kenangan?apakah kita akan berpisah? kenapa kau mengatakan ini lukisan kenangan?"
Lilian terdiam dengan semua perkataan nya,karena Lilian sendiri juga tidak mengerti kenapa dia mengatakan hal tersebut kepada Peter.
"Aku hanya ingin melukis mu kak,aku belum punya lukisan mu"
Lilian tersenyum kepada Peter sambil mengatakan hal tersebut dan Peter mengusap kepala Lilian sebagai tanda sayangnya.
Hai,pembaca setia tuan Alexander
vote dan like
author yah agar authornya bisa
tambah setia tuan Alexander vote dan
__ADS_1
like