
Apa yang dikatakan oleh Richard itu betul Edward,kau harus membereskan hari ini juga karena setelah itu kita harus mencari keberadaan nona Keisha,jika kau tidak melakukan hal tersebut hari ini,aku tidak bisa menjamin keselamatan dari nona Keisha, permintaan maafmu akan menjadi titik awal dalam segala hal"
Edward semakin terdiam dengan semua saran yang telah dilontarkan oleh ke dua sahabatnya itu,ego Edward yang begitu besar saat ini harus segera dia runtuhkan demi keselamatan menantunya.
Sementara itu di dalam ruangan yang lainnya nampak Alexander dan Albert terlibat pembicaraan yang sengit.
"Kendalikan dirimu Alexander,paman Edward adalah Ayah kandungmu,tak sepantasnya kau berbicara seperti itu"
"Cih,kau bilang tidak pantas? aku hanya ingin mengutarakan semua isi hatiku saja,ya memang benar semua hal yang terjadi saat ini secara tidak langsung adalah akibat ulah dari Papa Edward"
"Aku mengerti Alexander,tapi apakah kau pernah bertanya lebih dalam kepada Paman Edward mengapa itu semua sampai terjadi,setiap hal yang sudah terjadi pasti ada sebabnya,aku tidak percaya jika semua hal yang sudah terjadi saat ini tidak memiliki sebab akibat"
"Apa aku perlu tau hal itu juga?"
"Perlu Alexander,kau harus tau semua cerita keluarga Chandradinata,jangan kau keraskan egomu, sekarang pilihan ada di tanganmu,jika kau seperti ini kau akan kehilangan nona Keisha mau kau tidak mengakui perasaan mu di depan ku,namun kau harus tau kehilangan untuk ke dua kalinya itu akan lebih berat,sama seperti kau yang pernah kehilangan Melisa,jika sampai kau juga kehilangan nona Keisha aku tidak tau lagi hal apa yang akan menimpamu Alex"
Alexander terdiam dengan setiap kata - kata yang keluar dari mulut Albert,kini hati dan pikirannya sedang menimbang setiap kata - kata tersebut.
"Albert, antarkan aku kembali ke ruang kerja"
Perkataan Alexander membuat Albert tersenyum dan segera kembali mendekati Alexander.
"Nah ini baru sahabat terbaik ku"
Dengan segera Albert kembali mendorong Alexander untuk kembali berkumpul dengan Edward dan anggota keluarga yang lainnya di ruang kerja miliknya.
Saat Albert dan Alexander masuk kembali disana sudah ada Michelle,Kimmy dan juga Lilian, mereka semua menatap kehadiran Alexander dan Albert.
"Ayo Alexander duduklah,Papamu akan berbicara kepada kalian semuanya"
Richard mengajak Alexander untuk lebih dekat lagi,tak beberapa lama Clarissa dan Fanny juga muncul dari balik pintu dan ikut duduk bersama - sama di ruangan tersebut.
"Baiklah,terima kasih kalian berkumpul di ruangan ini,aku selaku kepala keluarga dari Chandradinata saat ini dengan sedalam -dalamnya ingin meminta maaf kepada anak - anak ku untuk setiap hal yang telah aku lakukan di masa lalu,Papa bukan orang yang sempurna,Papa pernah berbuat kesalahan dan Papa mohon kebesaran dari hati kalian untuk bisa memaafkan semua kesalahan Papa, terutama kau Alexander,Papa secara khusus meminta maaf kepadamu"
Tatapan mata Edward begitu teduh memandang anaknya dan Alexander yang mendengarkan ungkapan permintaan maaf dari Edward membuat hatinya menjadi lebih lega.
"Pa dapatkan papa ceritakan semua hal yang terjadi di keluarga Chandradinata di masa lalu tanpa ada satu hal yang terlewatkan,kami semua sudah dewasa kami berhak untuk mengetahui semuanya"
Deg
__ADS_1
Semua mata langsung bertatapan saat Alexander meminta Edward untuk menceritakan segala sesuatu yang telah terjadi pada keluarga Chandradinata.
"Clarissa apa kau setuju?"
Edward mencoba untuk meminta persetujuan Clarissa karena saat masa lalu kembali diceritakan nama Clarissa akan menjadi pemeran utama mengapa setiap kisah ini bisa terjadi.
"Ceritakan saja Edward,aku dan Richard sudah setuju"
Tangan Richard mengenggam erat Clarissa ketika Clarissa mengatakan hal tersebut kepada Edward.
"Baiklah Papa akan menceritakan semua hal tersebut kepada kalian"
Dan pada akhirnya Edward menceritakan tentang keluarga Louis,tentang Clarissa,tentang kelainan seksual nya dan semua pertarungan demi pertarungan yang telah dialami para tuan muda di masa lalu.
Semua anggota keluarga yang berada diruangan tersebut kini menjadi terdiam dengan keterbukaan dari Edward.
"Pa, maafkan Alexander, Alexander tidak menyangka jika Papa pernah mengalami trauma hati yang begitu hebat sehingga semua hal ini bisa terjadi"
"Maafkan keluarga Louis Alexander"
Clarissa tiba - tiba bersuara"
Semua anggota keluarga tersenyum dengan perkataan dari Alexander.
"Baiklah karena masalah ini sudah selesai,kini saatnya kita pikirkan tentang nona Keisha"
Richard menyalakan layar raksasa diruangan tersebut dan memperlihatkan rekaman CCTV detik - detik saat Keisha di tarik beberapa laki -laki di dalam mobil.
"Kalian lihat ini,logo tengkorak di mobil ini"
Richard mencoba memperbesar simbol tersebut.
"Astaga kita harus berurusan dengan mereka lagi Richard"
"Kau betul Jian Lee,selain mereka adalah mafia mereka juga pembunuh bayaran"
"Jadi mereka yang menculik istriku?apa yang mereka mau?"
"Saat ini kita belum bisa mengetahui apa yang mereka mau Alexander,karena kemungkinan mereka hanya di bayar untuk membunuh,yang harus kita lakukan sekarang adalah pembebasan nona Keisha secepatnya"
__ADS_1
"Kau benar Richard,lalu bagaimana cara kita mengetahui keberadaan mereka saat ini?"
"Ya itu yang menjadi masalah,alat pelacak yang berada pada nona Keisha tidak menyala'
"Alat pelacak?sejak kapan ada alat itu di tubuh istriku?"
Semua anggota langsung terdiam terlebih Kimmy dan Richard.
"Alex paman akan menjelaskan itu nanti, sekarang mari kita berkonsentrasi dengan pembebasan dari nona Keisha terlebih dahulu"
"Alat pelacak berhenti bergerak sampai di bandara Negara W,jadi kemungkinan nona Keisha saat ini di bawa keluar dari Negara W"
"Kau ada cara Jian Lee bagaimana menemukan markas mereka atau di bawa kemana Nona Keisha?"
Jian Lee yang semenjak tadi terdiam tak henti - hentinya menatap simbol kecil di rekaman CCTV yang berada di pojok atas mobil.
"Jepang,ya Jepang mereka membawa kesana"
Semua orang langsung memandang takjub ke arah Jian Lee
"Kalian lihat simbol di sana,itu adalah ornament kecil yang berada di Negara Jepang sebuah kota kecil yang berada di Negara itu"
"Kau benar Jian Lee,baiklah ayo kita berangkat"
"Baik,aku meminta semua pengawal untuk berada disana sekarang"
"Paman aku juga ikut"
Tiba -tiba terdengar suara Michelle yang membuat semua orang menoleh ke arahnya.
"Dia adik iparku,dan aku mau ikut dalam misi kali ini"
"Tapi Michelle"
"Papa Ed,kau tak perlu khawatir aku atlet bela diri jadi apa yang perlu Papa khawatir kan?"
Edward hanya menganggukan kepalanya karena dia sedang tidak ingin berdebat dengan putrinya untuk saat ini.
"Aku juga ikut, wanita ku ikut,maka aku juga akan mendampinginya"
__ADS_1
Dengan lantang Albert mengatakan hal tersebut dan hanya Jian Lee yang tertawa mendengarkan permintaan nya.