
"Negara B,ya istriku pasti di bawa kesana"
"Kau benar Alexander"
"Peter apakah kau sudah menghubungi tuan Cong Fang dan tuan Chou Zou?"
"Sudah tuan Alexander, beberapa menit lagi mereka akan tiba"
"Baiklah,paman pa kita tunggu semuanya untuk hadir malam hari ini kita semua harus segera mengadakan rapat"
"Ya Alexander papa setuju dengan semua tersebut"
Dan setelah berkata demikian Jian Lee dan Albert tiba di kediaman rumah utama dan segera berlari ke arah ruang kerja Richard.
"Edward, Richard bagaimana?"
Jian Lee memeluk Edward dan Richard secara bergantian sambil mengatakan hal tersebut.
"Ini kau baca saja"
Edward memberikan buku catatan kecil milik nyonya Tian Lie,Jian Lee langsung membaca buku tersebut dengan cepat.
"Aku sangat yakin Keisha di bawa ke Negara B,"
Selesai membaca catatan tersebut dengan cepat Jian Lee segera mengatakan hal tersebut.
"Ya Jian Lee kami juga berpikir sama"
__ADS_1
"Kita harus menunggu tuan Chou Zou karena hanya dia yang memiliki akses bebas untuk masuk dengan bebas untuk ke Negara itu"
Setelah Richard mengatakan hal tersebut Tuan Cong Fang dan juga tuan Chou Zou muncul di hadapan mereka.
"Tuan Cong Fang,tuan Chou Zou"
Edward menyambut kedatangan mereka berdua.
"Bagaimana tuan"
"Nyonya Tian Lie adalah pengkhianat yang sesungguhnya nya tuan"
Tuan Cong Fang langsung terdiam dengan semua hal yang telah dikatakan oleh Edward.
"Tuan Chou Zou kami butuh akses mu untuk kami bisa masuk ke dalam Negara B,saat ini istriku dan juga nona Fang Yin telah di bawa kesana"
Mendengar nama Fang Yin disebut ada satu kekhawatiran yang tersembunyi di hati tuan Chou Zou.
"Tunggu kita akan berangkat sekarang?"
Richard mengatakan hal tersebut kepada semua orang yang saat ini berada di dalam ruangan.
"Ya paman Richard,kita akan membicarakan ini semua nanti saja di daerah perbatasan,jika kita membicarakan semua hal disini itu akan memakan waktu banyak,aku jamin waktu kita tidak akan banyak,karena Ibu ku sangat berambisi dengan tahta"
Setelah tuan Chou Zou mengatakan hal tersebut semua orang hanya saling pandang.
"Ayo tuan kita berangkat"
__ADS_1
Alexander yang pada akhirnya mengambil keputusan untuk pertama kalinya.
"Baiklah jika kita memang harus berangkat sekarang,ayo"
Richard mengatakan hal tersebut sambil membawa beberapa perlengkapan canggih miliknya.
"Peter siapkan helicopter"
"Baik tuan Alex"
Setelah mengatakan hal tersebut para tuan muda segera keluar dari ruangan kerja Richard berlari ke parkiran mobil dan masuk ke mobil mereka masing-masing untuk menuju ke tempat pendaratan helikopter milik Chandradinata.
"Katakan kepadaku apakah kau sudah memberitahukan istri mu ketika kita akan pergi seperti ini?"
Jian Lee mengatakan hal tersebut kepada Richard dan juga Edward,dan detik itu juga mereka baru sadar jika para istri mereka masih belum mengetahui apa yang telah terjadi Dan kepergian mereka yang sangat tiba-tiba seperti sekarang.
"Untung kau mengingatkan kami Jian Lee, mengirimkan pesan akan lebih baik daripada berbicara langsung kepada para istri"
Edward memberikan ide kepada Jian Lee dan juga Richard.
"Ya kau benar, aku tidak kuasa mendengarkan suara kepanikan mereka jika tau hal yang terjadi"
Hai,pembaca setia tuan Alexander
vote dan like
author yah agar authornya bisa
__ADS_1
tambah setia tuan Alexander vote dan
like