
Astaga,jadi kau sudah berbicara kepada Papa Ed dan Mama Kim,lalu mereka setuju Putrinya ini di bawa oleh mu?"
"Ya tentu saja setuju,ada yang salah?"
"Ah sudahlah,ayo kita berangkat"
Michelle yang sudah tidak ingin berdebat lagi dengan Albert lebih memilih untuk segera berangkat dan Albert hanya tersenyum mengetahui jika saat ini ada satu wanita yang sedang kesal dengan sikapnya.
"Sangat menarik"
"Apa kau bilang?"
"Tidak ada,malam ini malam yang indah"
Albert tersenyum kepada Michelle yang kini duduk disebelah nya saat Albert mengendarai mobil tersebut.
"Nah kita sudah sampai"
Albert memberhentikan mobilnya di depan restoran yang terkenal dengan hidangan hotpot
"Disini kita akan makan?"
"Ya tentu saja,kau tidak suka?"
"Siapa bilang aku tidak suka,ayo turun aku lapar"
"Baiklah"
__ADS_1
Albert hanya tersenyum melihat tingkah Michelle yang sangat gembira ketika mereka berhenti di restoran kesukaan Michelle, sebelum Albert makan malam,Albert terlebih dahulu bertanya kepada Kimmy dan juga Clarissa tentang makanan kesukaan dari Michelle dan ke dua wanita paruh baya itu dengan senang hati membantu Albert dalam ini.
"Nona makannya pelan -pelan"
Michelle yang semenjak tadi sebenarnya sudah kelaparan ditambah malam ini dia makan di restoran kesukaannya membuat Michelle lupa diri dan memakan banyak sekali makanan yang tersedia di depan matanya.
"Kau tau restoran ini adalah tempat makan kesukaan ku"
"Oh begitu, berarti tak salah jika aku sudah mengajakmu pergi kemari"
Michelle menatap Albert dan setelah itu kembali berkonsentrasi terhadap makanannya.
"Adik kecil,bolehkah aku berbicara?"
Sambil mengunyah Michelle mencoba kembali membuka sebuah percakapan, namun apa yang dikatakan oleh Michelle tidak mendapatkan tanggapan dari Albert.
"Hei kenapa kau diam,aku sedang berbicara dengan mu"
"Siapa yang kau ajak berbicara? tidak ada namanya adik kecil disini"
Albert menjawab hal itu dengan ketus.
"Baiklah,baiklah Albert,aku ingin menanyakan sesuatu hal kepada mu"
"Tanyakan saja"
"Kenapa kau ingin sekali mengajak aku makan malam?"
__ADS_1
"Kau ingin tau jawabannya?"
"Ya aku ingin tau jawabanmu"
"Karena aku saat ini sedang mengangumi ciptaan Tuhan"
"Hah apa maksudnya?"
Michelle menatap wajah Albert dan pada akhirnya hanya menggelengkan kepalanya.
"Kau ciptaan Tuhan yang sedang aku kagumi itu,aku mencintaimu Michelle Chandradinata"
Perkataan Albert sontak membuat Michelle yang sedang meminum air putih langsung menyemburkan air putih tersebut ke wajah Albert yang masih asyik menikmati makanannya.
"Hei,apa yang kau lakukan kepadaku?"
"Kau gila"
"Kenapa kau bilang aku gila,dasar wanita...."
"Wanita apa ha?"
terjadi keributan antara Michelle dan Albert di tempat umum.
"Kau tidak lihat wajah ku basah karena air mu itu"
"Kau yang membuatku kaget dengan perkataan mu itu,jadi jangan salahkan aku jika tiba - tiba menyemburkan air putih karena kaget.
__ADS_1
"Maaf nona dan tuan,jika kalian masih ingin berbicara alangkah lebih baik menyelesaikan masalah ini di rumah, karena saat ini semua mata sedang tertuju kepada kalian"
Michelle dan Albert yang hendak kembali ribut tiba -tiba tersadar dan kini mereka memandang ke segala arah yang ada di restoran tersebut dan pada akhirnya mereka baru tau jika banyak sekali saat ini orang yang sedang memperhatikan mereka berdua