
Deg
Hati Melisa seperti disayat - sayat sebilah pisau ketika Melisa mulai mendengarkan tentang cerita dari Keisha.
"Jadi saat ini Kakek tersebut bukan Kakek kandung mu dan kau sama sekali tidak tau asal usul keluarga kandung mu?"
Keisha menggelengkan kepalanya kepada Melisa.
"Keisha maafkan aku jika aku banyak bertanya kepadamu"
"Tidak apa - apa nona,apakah ada yang akan nona tanyakan lagi padaku?jika tidak aku mohon untuk undur diri"
Keisha menuliskan perkataannya kepada Melisa, sebenarnya Melisa ingin lebih banyak berbincang kepada Keisha,namun semua harus tertunda karena Keisha memilih untuk segera pergi dari kamar Melisa.
"Baiklah, perginya Keisha"
Dan tanpa disuruh untuk yang ke dua kalinya Keisha segera pergi dari hadapan Melisa dan setengah berlari menuju ke kamarnya.
Sesampainya di kamar Keisha langsung menuju ke dalam kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya,sudah beberapa hari ini Keisha merasakan mual yang sangat jika di pagi hari,sudah banyak obat Keisha minum namun sama sekali tidak ada efek terhadap mual -mual yang dia alami.
"Ada apa dengan tubuhku ini?ah semoga hanya sakit biasa saja.
__ADS_1
Keisha mengatakan hal tersebut di dalam hati sambil memandangi cermin di kamar mandinya, setelah kondisinya mulai lebih baik,Keisha segera keluar kamar untuk menuju tempat para pelayan berkumpul.
"Keisha kemarilah"
Salah satu pelayan wanita bernama Aira memanggil namanya,untuk mengajak dia bergabung dengan para pelayan yang lainnya.
"Keisha,hari ini kita akan mengumpulkan uang untuk membelikan hadiah salah satu teman kita yang saat sedang hamil muda"
"Hamil muda?"
"Ya dia pelayan di tempat ini juga dan hari ini dia memberikan kabar kepada kami semua bahwa saat ini dia sedang hamil,kau lihat wanita yang wajahnya pucat dan sedang di kerumuni oleh para pelayan yang lainnya"
Aira menunjuk satu rekan pekerja nya yang kini sedang dikerumuni para pelayan.
Keisha mencoba untuk menuliskan pertanyaan nya tersebut di atas kertas agar Aira lebih mudah dalam membacanya.
"Pasti,Keisha setiap pagi dia bercerita dia selalu ingin muntah dan pada akhirnya memuntahkan semua makanan yang dia makan"
Deg
Hati Keisha tersentak dengan semua ucapan dari Aira.
__ADS_1
"Apakah semua gejala hamil itu seperti itu?"
"Tidak selalu seperti itu,tapi kebanyakan seperti itu,ada apa kau bertanya tentang kehamilan?"
"Tidak apa -apa,aku hanya ingin tau saja"
"Ya sudah ayo kita kesana"
"Maaf Aira,aku masih banyak pekerjaan,kau saja dulu kesana nanti aku menyusul"
"Baiklah Keisha"
"Dan setelah mengatakan hal tersebutAira pergi ikut bergabung dalam kerumunan itu, sedangkan dengan perlahan Keisha mulai undur diri dari ruangan tersebut dan berlari masuk ke dalam kamarnya.
Hamil?apakah aku hamil?apa benar semua wanita hamil itu selalu mual di pagi hari?.
Pertanyaan demi pertanyaan saat ini sedang menghantui diri Keisha dan setelah itu Keisha segera berlari ke arah meja dan mengambil kalender,Keisha mulai melihat tanggal demi tanggal di dalam kalender itu,dan detik itu juga Keisha terduduk dan menangis dalam diam.
Kenapa aku begitu bodoh,aku sudah terlambat datang bulan,dan aku tidak menyadarinya,apa aku hamil?jika benar aku hamil berarti ini anak tuan Lio,karena hanya dengan dia aku melakukan hal itu,tapi apakah tuan Lio mau mengakui anak ini,karena pada saat aku bersama dengan tuan Lio aku masih berada di tempat lokalisasi.
Keisha menangis dan terus menangis sambil mengatakan hal tersebut di dalam hatinya.
__ADS_1
Sekarang aku harus bagaimana?