MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
BUNUH PAPA


__ADS_3

Kau harus tau keluarga Chandradinata meskipun kalian berhasil untuk mengambil Alexander kembali,namun kalian hanya akan mendapatkan raganya saja, karena jiwa nya sudah berada di dalam gengganman tangan ku"


Melisa tersenyum dengan semua hal yang telah dia lakukan.


Sementara itu kini Alexander sudah berada di lantai dua dan bersiap untuk turun ke lantai satu,saat Alexander melihat ke bawah sudah banyak korban yang berjatuhan dengan bersimbah darah.


"Peter dimana kau berada saat ini,Peter!"


Alexander mengatakan hal tersebut sambil berteriak mencoba untuk mencari keberadaan Peter namun sampai saat ini Alexander tidak menemukan siapapun dan pada akhirnya sibuk melawan para pengawal Chandradinata yang di dibawa dari rumah utama.


Sementara itu Peter yang saat ini sudah sampai di atap membantu Edward dan Jian Lee untuk turun dari helicopter tersebut.


"Tuan Edward,tuan Jian Lee,mari"


Peter menggiring Edward dan Jian Lee untuk menuruni tangga darurat yang langsung tersambung dengan lantai utama.


Sementara itu Richard dan juga Michelle masih berada di halaman.


"Papa Richard cepat masuk,temukan papa Edward dan paman Jian Lee,biar disini aku dan Fang Yin yang menghadang mereka untuk masuk ke dalam"


Sejenak Richard menatap Michelle dalam -dalam,namun kini Richard memang tak ada pilihan lain, Richard harus segera masuk ke dalam rumah.


"Baik,jaga dirimu"

__ADS_1


Michelle menganggukan kepalanya sambil terus berfokus kepada semua pengawal yang kini menyerang mereka.


"Nona Fang Yin,arahkan tembakan ini hanya kepada kaki mereka saja,lalu kita rampas pistol nya, bagaimana pun juga ini adalah tugas yang harus mereka jalani,jangan sampai ada yang terluka parah"


Michelle membisikkan hal tersebut kepada Detektif Fang Yin yang sudah bersiap hendak menyerang mereka.


"Baiklah ayo nona Michelle"


Detektif Fang Yin segera memulai pertempuran tersebut kembali.


Sementara itu di lantai satu Edward dan semua anggota Chandradinata sedang sibuk untuk beradu tembak.


"Selamat datang tuan Edward Chandradinata"


Deg


"Alexander!"


Alexander berdiri di depan Edward sambil mengarahkan pistol tersebut ke wajah Edward.


"Nak letakan pistol mu,ini papa"


Edward langsung mengangkat ke dua tangannya dan mengatakan hal tersebut kepada Alexander.

__ADS_1


"Kau bukan papaku lagi!"


Mata Alexander kini memerah menahan marah ketika Edward sudah berada di hadapannya.


"Aku akan membunuh mu tuan Edward Chandradinata!"


Edward terdiam dengan semua hal yang telah di katakan oleh putranya tersebut.


"Lakukan,jika kau memang mau membunuh papa,ayo lakukan,papa tidak pernah melawan mu nak, lebih baik papa yang mati daripada papa harus mengarahkan pistol ini kepada mu


Setelah mengatakan hal tersebut Edward memejamkan matanya dan berserah dengan semua hal yang akan dilakukan oleh Alexander.


Sementara itu di dalam kamar, Melisa terus mengucapkan mantra kepada Alexander.


"Alexander,bunuh tuan Edward,bunuh dia bukan papa kandung mu"


Hal tersebut yang terus di ucapkan oleh Melisa dan hal ini juga yang kini membuat tangan Alexander yang sudah siap menekan pelatuk menjadi gemetar, Alexander ingin menekan pelatuk tersebut namun disisi yang lainnya Alexander merasa masih belum kuat untuk membunuh laki -laki yang masih terlihat tampan meskipun tidak muda lagi.


"Arrrrrrrh,aku benci kau tuan Edward!"


Alexander terus mengatakan hal tersebut dan dengan perlahan kini air matanya mulai mengalir.


Sementara itu di dalam kamar tiba -tiba ada yang menyerang Melisa dari belakang sehingga membuat mantranya berhenti.

__ADS_1


Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like


author yah agar authornya bisa tambah semangat lagi.


__ADS_2