
Malam hari ini mereka berbincang serius pembicaraan laki -laki dewasa.
"Jadi bagaimana Pa,apakah besok Alexander sudah bisa bekerja di perusahaan Papa,Alex janji tidak akan mengecewakan Papa"
Edward kini memandang wajah anaknya,satu laki -laki dewasa yang sangat mirip dengannya di masa muda saat dirinya mengatakan hal yang sama kepada tuan Adrian.
"Baiklah Papa percaya padamu,karena kau suka dengan obat -obatan,maka esok hari kau bisa mulai bekerja di perusahaan farmasi milik keluarga kita"
"Jadi aku tidak satu kantor dengan Papa?"
"Tidak Alex,Papa ada di kantor pusat mengawasi semua perusahaan Chandradinata yang tersebar di Negara W dan di Asia"
"Baik Pa,Alex akan mengikuti apa yang Papa katakan"
"Bawa selalu Peter bersama dengan mu karena dia adalah salah satu orang setia yang dimiliki oleh Chandradinata"
"Alex mengerti Pa"
"Ayo Alex kita tidur Papa sudah mengantuk"
Edward berdiri dari tempat duduknya menepuk -nepuk bahu Alex dan mengajaknya untuk masuk ke dalam kamar.
Sementara itu kini Kimmy dan Lilian sudah masuk ke dalam kamar Michelle dan mereka berdua mendapatkan Michelle sedang menangis di dalam kamarnya.
"Michelle sayang"
Suara lembut Kimmy membuat Michelle langsung memalingkan wajahnya dan mendapatkan sang Ibu dan adiknya Lilian masih berdiri di samping pintu kamar dan memandang ke arahnya.
__ADS_1
"Kalian,sejak kapan kalian sudah ada didalam?"
Michelle mengatakan hal itu sambil mencoba menghapus air matanya yang masih tersisa.
"Kita sudah berdiri lama kak,tapi kakak tidak menyadari kehadiran kita"
"Ah maafkan aku Lilian"
"Sayang,malam hari ini boleh Mama dan juga adikmu tidur di kamar ini bersama dengan mu?"
"Boleh Ma,kemarilah"
Michelle menggeser posisi tidurnya agar Lilian dan Kimmy bisa ikut berbaring di sampingnya.
"Ma,kak Michelle lama sekali kita tidak tidur bertiga seperti ini"
"Ya sayang,mungkin nanti kita adakan hal seperti ini lagi"
Lilian menganggukkan kepalanya dan dia begitu senang mendengarkan perkataan dari Kimmy.
"Sayang,apa ada yang masih mengganjal dipikiran mu?"
Kimmy mencoba kembali bertanya kepada Michelle.
"Perasaan Michelle masih kacau Ma,baru kali ini Michelle merasa gagal dalam menyelamatkan pasien,dan itu adalah keluarga Michelle sendiri"
"Sayang,Mama juga memiliki profesi yang sama dengan mu dan Mama pernah mengalami hal itu,saat itu Mama merasakan kepedihan yang luar biasa ketika Mama harus kehilangan orang tua Mama,Mama merasa apa gunanya posisi Mama jika Mama tidak bisa menyelamatkan Ibu yang pada saat itu terkena serangan jantung secara mendadak seperti yang dialami oleh Kakek Buyut"
__ADS_1
"Lalu apa yang Mama lakukan agar perasaan itu tidak muncul lagi"
Kini Kimmy menatap ke dua putrinya yang sudah mulai beranjak dewasa dan tersenyum ke arah mereka.
"Saat Mama merasa terpuruk,Mama hanya mengatakan pada diri Mama sendiri agar intimidasi ini tidak bertumbuh subur di dalam diri Mama,Mama tidak memberi makan intimidasi tersebut,Mama tidak menyiram dan memberikan pupuk pada kata intimidasi yang saat itu dengan perlahan mulai menggerogoti perasaan Mama"
"Michelle sayang,saat ini intimidasi sedang menguasai pikiran mu,jadi kau hanya perlu untuk memangkas nya agar intimidasi tidak membunuhmu secara perlahan"
Perkataan Kimmy membuat hati Michelle perlahan -lahan mulai tenang.
"Terima kasih Ma"
"Sama -sama sayang, sekarang kalian tidurlah, sudah larut malam"
Kimmy memberikan kecupan sayang kepada ke dua putrinya dan kini bersama -sama mereka mulai memejamkan mata mereka.
Malam hari ini keluarga Chandradinata beristirahat dengan tenang,namun tidak dengan tempat lokalisasi milik Madam Naureta.
"Dengarkan aku,sekali lagi kau mencoba kabur dari hadapan ku maka aku tidak akan segan -segan membunuh Kakek mu,ingat aku mengetahui semua identitas mu gadis bisu dan dengan kekuatan yang aku miliki aku bisa membunuhnya"
Madam Naureta menarik rambut Keisha dan mendorong nya kembali ke tempat tidur, Keisha yang sempat kabur dari tempat lokalisasi pada akhirnya kembali tertangkap oleh pengawal dari Madam Naureta.
"Sekarang ganti bajumu dengan gaun tidur dan layani tamu pertama mu dengan baik,jika tidak Kakekmu akan mati mengerti!!!"
Madam Naureta mengatakan hal itu sambil melemparkan satu gaun tidur seksi ke arah wajah Keisha dan memaksa gadis tersebut untuk memakainya.
Sedangkan Keisha hanya bisa menangis karena perlakuan dan ancaman yang diberikan oleh Madam Naureta.
__ADS_1