
Sedangkan beberapa orang yang kini sudah berhasil membuka pintu mobil Keisha dan Aira mulai membius Aira dan Keisha secara bersamaan dan membuat ke dua nya pingsan.
"Tuan hanya menginginkan wanita yang pingsan, Tinggalkan saja ke dua wanita ini di mobil"
Semua orang yang berpakaian hitam tersebut pada akhirnya meninggalkan Aira dan Keisha begitu saja di dalam mobil, mereka hanya menyeret Lilian untuk masuk ke dalam mobil mereka lalu pergi begitu saja.
Sementara itu di Perusahaan Farmasi,nampak Peter berlari - lari ke arah ruangan Alexander.
"Tuan Alexander,tuan Alexander"
Suara Peter sedikit berteriak saat Peter telah masuk ke dalam ruangan Alexander.
"Ada apa Peter?"
"Alarm tanda bahaya mobil nona Lilian berbunyi"
Peter menunjukan satu alat kecil yang kini sudah berwarna merah menyala.
"Ada apa Peter?"
Edward yang telah kembali ke dalam ruangan Alexander sangat heran dengan sikap Peter yang begitu panik.
"Pa,alarm mobil Lilian berbunyi"
__ADS_1
"Peter hubungi Richard dan juga Jian Lee"
"Baik tuan Edward"
Peter segera berlari dari hadapan Edward dan juga Alexander.
"Alexander mau kemana kau?"
Edward yang melihat Alexander sudah mengambil kunci mobil dan bersiap untuk keluar segera di halau oleh Edward.
"Aku akan ikut Peter, istriku bersama dengan Lilian, beberapa menit yang lalu Aira meminta izin agar istriku bisa pulang bersama dengan Lilian,pa Lilian dan istriku sedang bersama sebelum alarm tanda bahaya itu berbunyi"
"Alexander kau harus tenang"
Alexander berteriak kepada Edward,saat ini pikiran Alexander sangat khawatir karena keadaan Keisha yang sedang mengandung.
"Tenang,semua pengawal sedang menuju ke tempat kejadian,dalam hitungan menit kita akan mendapatkan kepastian, setelah informasi kita dapatkan,papa dan kau yang akan kesana"
Alexander pada akhirnya kembali duduk dengan raut wajah yang sangat kusut.
"Tuan Edward,tuan Alexander titik koordinat mobil sudah di temukan,di dalam mobil para pengawal hanya bisa menemukan nona Aira dan nona Keisha,namun tidak dengan nona Lilian tuan"
Edward kini terduduk lemas di kursinya.
__ADS_1
"Dia menginginkan putri kecilku"
"Ada tanda ini yang kami temukan di dalam mobil"
Salah satu pengawal memberikan hiasan kecil dari kayu berbentuk simbol naga berwarna hitam.
"Naga hitam,jadi kini kalian mau berhadapan dengan Chandradinata,baik aku terima tantangan kalian"
Edward mengatakan hal tersebut dengan mata yang merah padam, Edward sangat sayang terhadap Lilian dan kini Edward sangat marah ketika putri kecilnya tersebut diincar oleh musuh.
"Dimana istriku sekarang?"
"Nona Keisha dan nona Aira di larikan ke Rumah Sakit, mereka menghirup obat bius dosia tinggi yang cukup banyak itu sebabnya para pengawal langsung melarikan mereka ke Rumah Sakit"
"Pa,kita adakan pertemuan malam ini juga untuk mencari tau keadaan Lilian,Papa harus tenang sampai saat ini musuh tidak akan dengan mudah menyakiti adik ku ini,papa tenang saja,aku harus ke Rumah Sakit terlebih dahulu untuk melihat keadaan Keisha"
"Pergilah"
Alexander segera berlari keluar dari ruangan Edward,kini tinggal Edward sendiri di dalam ruangan Alexander.
"Naga hitam siapa sebenarnya kalian?apakah Chandradinata memiliki musuh dengan naga hitam sampai kalian mengincar putriku?"
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like yah ayang banyak agar authornya semangat
__ADS_1