
Alexander tersenyum dan segera pergi ke ruang rawat Keisha.
Sesampainya di depan pintu ruang rawat Alexander melihat istrinya tersebut duduk di kursi di depan meja rias sedang merias wajahnya,dengan perlahan Alexander membuka pintu ruang rawat dan seketika itu juga Keisha memalingkan wajahnya dan memandang kedatangan Alexander.
Dengan penuh ketenangan Alexander maju dan terus mendekat ke arah Keisha.
"Selamat pagi tuan putri"
Satu kecupan mesra Alexander daratkan ke arah kening Keisha.
"Tuan Alexander,anda masih berada di Rumah Sakit?"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat dan dengan wajah yang bersemua merah ketika Alexander mendaratkan ciuman di keningnya.
"Aku tetap akan disini,selama wanita yang aku cintai juga berada di tempat yang sama,aku akan tetap berada dimanapun dia berada saat ini"
Dengan perlahan Alexander berlutut di hadapan Keisha,agar dapat memandang istrinya tersebut lebih dekat lagi.
"Tuan, bagaimana dengan keadaan kaki dan tangan tuan?"
Alexander tersenyum ketika melihat Keisha masih mengkhawatirkan nya.
"Keadaan ku baik - baik saja sayang, bagaimana dengan mu?"
"Keadaan ku juga sangat lebih baik tuan"
"Syukurlah aku bahagia ketika melihat wanita yang aku cintai sudah sehat,sayang maafkan aku,maafkan segala hal yang telah aku lakukan padamu"
Alexander kembali mengucapkan kata - kata tersebut kepada Keisha dan dengan menyerahkan bunga mawar merah yang sejak tadi berada di dalam gengganman tangannya.
"Tuan,aku,aku"
Keisha tidak bisa melanjutkan kata - katanya,namun kini Keisha hanya terdiam dan mengunci mulutnya rapat - rapat.
"Aku mengerti jika kau butuh waktu untuk memberikan kata maaf tersebut kepada ku,namun aku berjanji kepadamu bahwa aku akan membuktikan setiap perkataan ku kepada mu,karena aku juga tau pada dasar nya wanita itu butuh pembuktian"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil mengusap puncak kepala Keisha dengan lembut sebagai tanda sayang nya terhadap Keisha.
"Bersiap - siap lah sebentar lagi kita akan kembali ke rumah putih,aku sudah meminta Aira untuk menyiapkan segala sesuatu nya di dalam rumah kau hanya perlu duduk dengan tenang dan jadilah Ratuku"
__ADS_1
Alexander kembali mengatakan hal tersebut dengan cara membisikkan nya ke telingga Keisha.
"Jangan pergi kemana - mana tanpa seizin dariku,aku sangat murka jika melihat Ratu ku pergi tanpa seizinku,aku akan segera kembali"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil kembali mencium puncak kepala Keisha,dan setelah itu pergi dari ruang rawat Keisha menuju ruang eksklusif Chandradinata di dalam rumah sakit tersebut.
Sedangkan Keisha seperti wanita yang tersihir dengan setiap sentuhan dan setiap perkataan yang Alexander ucapkan kepadanya, wajahnya bersemu merah dan jantungnya berdegup sangat kencang.
Ada apa ini,kenapa rasanya seperti ini, melihat tuan Alexander dari dekat membuat jantungku berdetak sangat kencang.
Di dalam hati Keisha mengatakan itu semuanya ,di depan kaca Keisha terus memandang wajahnya.
Apa tuan Alexander betul - betul sudah mencintai ku? cinta kepada seorang istri yang telah di berikannya gelar wanita pelacur dan wanita parasit, apakah tuan Alexander betul - betul jatuh cinta padaku wanita bisu yang tidak jelas asal usulnya?"
Dengan memandang cermin Keisha terus menerus mengatakan hal tersebut di dalam hatinya,di dalam hati kecilnya yang paling dalam sebenarnya Keisha begitu bahagia dengan setiap perlakuan yang diberikan Alexander kepada dirinya,namun di satu sisi Keisha juga masih takut dengan segala hal yang kemungkinan bisa saja terjadi dan berubah dengan seketika.
"Peter, bagaimana hasil penyelidikan yang telah kau peroleh?"
Alexander yang sudah tiba di ruang eksklusif Chandradinata segera saja menggelar rapat tertutup bersama dengan Peter dan Albert.
"Tuan Alexander, perkiraan anda benar, bahwa pelaku penculikan dari nona Keisha adalah nona Melisa ini terlihat dari laporan para aparat yang telah di terima oleh detektif Chandradinata"
Peter mengatakan hal tersebut sambil memberikan beberapa berkas tentang hasil pemeriksaan.
Albert mencoba memperingatkan Alexander yang sejak tadi hanya terdiam saja.
"Peter,apakah ada petunjuk dimana keberadaan Melisa sekarang?"
"Maaf tuan sampai saat ini saya belum bisa mendapatkan informasi secara jelas,namun dari laporan pemeriksaan tak jauh dari tempat kejadian ada sebuah aksi bunuh diri, seorang wanita yang membakar dirinya hidup - hidup,saat ini tim medis masih memeriksa jasad dari wanita tersebut, karena luka bakar hampir tidak bisa mengenali identitas dari wanita itu"
"Alexander apakah kau curiga itu Melisa?"
Albert kembali bertanya kepada Alexander mencoba untuk lebih lagi meyakinkan.
"Albert,gadis yang bunuh diri itu bukan Melisa dia tidak akan melakukan tindakan bodoh dengan membakar dirinya hidup - hidup,aku curiga di balik hilangnya Melisa ada satu orang kuat yang memberikan perlindungan kepadanya"
Albert hanya menganggukan kepalanya ketika Alexander menceritakan setiap kecurigaannya tersebut.
"Peter, bagaimana apakah semua persiapan untuk kembali ke rumah putih sudah siap?"
__ADS_1
"Sudah tuan Alexander"
"Baiklah pembicaraan kita cukup sampai disini,karena aku harus membawa istriku kembali"
"Ya kau benar Alexander, sebentar lagi adalah jam praktek ku,kakak mu yang galak tapi cantik itu akan marah jika aku sampai terlambat"
Albert tersenyum dan segera beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Alexander yang masih berada di dalam ruangan.
"Peter ayo"
Alexander mengajak Peter untuk keluar dari dalam ruangan dan kembali ke ruang rawat Keisha.
Sesampainya di ruang rawat tersebut Alexander melihat Keisha tertidur pulas di atas tempat tidur..
"Baru aku tinggal sebentar kau sudah terlelap sayang"
Dengan perlahan Alexander mendekat ke arah Keisha, memandang dari dekat wajahnya istrinya tersebut.
"Kau cantik sayang,aku akan menjaga mu,ya aku akan menjaga mu dengan nyawa ku,dengan setiap kekuatan dan kekuasaan yang aku miliki"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil mengusap - usap wajah Keisha yang sama sekali tidak terbangun dengan setiap sentuhan yang Alexander berikan.
"Baiklah karena tuan putri masih tertidur nyenyak,maka aku akan mengendongmu sayang"
Alexander segera mengangkat tubuh Keisha dan segera membawa keluar istrinya tersebut dari dalam ruangan.
Dari jauh Kimmy melihat apa yang telah dilakukan Alexander dan Kimmy memberikan senyuman kebahagiaan untuk putranya tersebut.
"Apa yang membuatmu tersenyum sayang"
Satu tangan tiba - tiba melingkar di perut Kimmy
"Edward sejak kapan kau berada disini?kau tidak ke kantor?"
"Aku sedang merindukan canduku,aku tidak akan bisa bekerja jika aku tidak menghirup canduku ini dalam - dalam"
Edward mulai mencium tengkuk Kimmy berulang - ulang
"Hentikan Edward,ini lobby Rumah Sakit"
__ADS_1
Kimmy mencoba untuk menjauhkan tubuhnya dari Edward.
"Baiklah ayo kita ke ruangan mu"